elajaran berharga diperoleh timnas Indonesia U-23 menjelang
laga Pra-Piala Dunia menghadapi Bahrain pekan depan. Banyak kelemahan
terlihat ketika tim Garuda ditekuk Persebaya 0-1 dalam laga uji coba di
Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, tadi malam.
Gol Persebaya dicetak melalui
eksekusi penalti Otavio Dutra pada menit ke-70.Wasit memberikan hadiah
tendangan 12 pas setelah pemain belakang timnas Indonesia Diego Michiels
mengganjal Mat Halil di kotak terlarang. Dutra yang ditunjuk sebagai
algojo mampu memerdaya kiper timnas Samsidar. Persebaya pantas menang
karena lebih banyak menguasai jalannya pertandingan.
Meski dua
pemain pilarnya,Taufiq dan Rendy Irawan, dalam laga ini membela timnas,
lini tengah Persebaya lebih perkasa. Diperkuat trio andalan, yaitu
Jusmadi, Mario Karloviv, dan Amaral, pertarungan di sektor tengah sulit
diimbangi timnas, terutama di babak pertama. Persebaya sebenarnya bisa
unggul lebih cepat jika tak banyak membuang peluang.
Di menit
ke-23 misalnya, peluang emas didapat Mario Karlovic.Tinggal berhadapan
dengan kiper Samsidar, tendangan Mario Karlovic justru terlalu lemah.
Sebaliknya timnas hanya mampu beberapa kali melakukan serangan balik.
Serangan yang dibangun pun sangat mudah dipatahkan barisan belakang
Persebaya yang digalang Otavio Dutra.
Salah satu kelemahan
timnas adalah terlalu mengandalkan serangan dari sektor sayap kiri yang
ditempati Diego Michiels. Hanya 20 menit terakhir timnas mampu mengurung
Persebaya setelah gawang mereka kebobolan.“Timnas ini baru terbentuk
seminggu, kerja sama memang belum terlihat.Kekalahan ini menjadi
pelajaran buat kami untuk memperbaiki diri sebelum lawan Bahrain
nanti,”ujar pelatih timnas Aji Santoso.
Sabtu, 25 Februari 2012
Persebaya Kapok Gunakan GBT
Persebaya terancam gagal menggunakan lagi Gelora Bung Tomo (GBT) dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (IPL). Pasalnya dalam uji coba melawan Timnas jumat (24/2) malam, panitia pelaksana pertandingan gagal mengamankan stadion termegah di Jawa Timur itu. Tiga pintu masuk stadion GBT jebol membuat suporter Persebaya bisa masuk tanpa karcis. Manajemen pun tampaknya kapok menggunakan stadion tersebut.
Berdasarkan data dari panpel pertandingan serta penelurusan di lapangan, tiga pintu masuk dirusak menjelang kick off babak
pertama dimulai, tepatnya pintu 17, 18 dan 19. Mau tidak mau Panpel
Persebaya harus ganti rugi akibat kerusakan tersebut. Padahal sedari
awal, panpel dan manajemen sudah menghimbau agar Bonek yang hadir di GBT
tidak melakukan hal-hal yang merugikan Persebaya.
Peristiwa
itu mendapat kecaman keras dari Direktur PT Pengelola Persebaya, Dityo
Pramono. Ia mengatakan pihaknya tidak memikirkan apakah dalam kompetisi
IPL Persebaya akan menggunakan stadion GBT lagi dan bukan masalah
Walikota menginzinkan atau tidak. Tapi, dalam laga persahabatan saja
seperti itu, bagaimana kondisinya kalau dalam kompetisi sesungguhnya.
“Sekarang kami tidak memikirkan apakah melawan Arema nanti akan digelar
di GBT. Jika Stadion Gelora 10 Nopember lebih bagus dari segala aspek,
lebih baik kita memakai di sana saja,” kata.
Ia
menyayangkan tindakan suporter Persebaya atau yang biasa disebut Bonek
yang tidak mampu menjaga nama baik tim kebanggaannya. Jika seperti ini,
lanjutnya, susah bagi tim Persebaya untuk bisa maju. Bagaimana pun juga
suporter sangat menjadi bagian penting dalam sebuah tim, karena yang
menajadi pendapan rutin tim adalah uang dari penjualan tiket. “Kawan-
kawan kami (Bonek) belum bisa menjadi superter yang baik bagi Persebaya.
Jika memang mengaku suporter, mereka harus mensuport, kalau bisa
memberi untuk tim kesayangannya, bukan malah merugikan,” tambah Dityo.
Untuk
itu, apakah lawan Arema nanti akan digelar di GBT atau tidak, manajemen
masih akan mengevaluasi. Masalah lain adalah jalan akses menuju
stadion, kelengkapan fasilitas stadion juga belum memenuhi syarat. Dari
pantauan dilapangan sebelum atau setelah pertandingan, jalan menuju
stadion sangat macetakibat sangat sempit untuk dilalui ribuan Bonek. Hal
itu juga mengganggu keluar masuknya kendaraan rombongan pemain.
Sementara
fasilitas di dalam stadion masih belum lengkap, papan skor elektrik
belum terpasang, toilet masih belum terpasang air. “Kami masih
memikirkan segalanya, baik keamanan, kenyamanan, kemudahan, pokoknya
semuanya,” jelasnya.
Sementara dari segi
pendapatan, masih lebih bagus di Gelora 10 Nopember (G10N). Dari 30
tiket yang disediakan Panpel, yang terjual hanya sekitar 22 ribu,
sementara di stadion G10N bisa mencapai 23 ribu. Padahal, lanjut Dityo,
sewa GBT sangat mahal dibanding G10N. Hal itulah yang juga masih
meragukan manajemen Persebaya untuk menggunakan GBT lagi. “Sewa di sini
(GBT) mahal, kalau pendapatan sedikit itu berarti tidak maksimal untuk
pendapatan tim,” terangnya.
Hal senada juga
diungkapkan Ketua Panpel, Sutrisno, akibat kerusakan tiga pintu itu, mau
tidak mau pihaknya harus ganti rugi. Berdasarkan data dari panpel,
jumlah penonton yang hadir di GBT sebanyak 35 ribu orang. "Tapi menurut
data kita, dari 32 ribu tiket yang kita jual, yang laku hanya 22 ribu.
Jadi bisa dihitung sendiri, berapa penonton yang masuk tanpa tiket dan
menjebol pintu stadion," lanjut pria paruh baya ini.
Dari
22 ribu tiket yang terjual, panpel meraup kurang lebih Rp 447 juta.
"Tapi itu masih pendapatan kotor. Belum dipotong pajak. Selain itu kita
harus menanggung ganti rugi pintu stadion yang rusak,"
Senin, 20 Februari 2012
Besok, Pemain Inti Timnas U-21 Diumumkan
Pelatih Widodo C Putro, akan mengumumkan 18 pemain inti tim nasional
U-21, Selasa (21/2/2012), yang akan dibawa turnamen Sultan Hasanah
Bolkiah Trophy di Brunei pada 27 Februari hingga 5 Maret mendatang.
Mereka merupakan hasil seleksi akhir dari 25 pemain sebelumnya.
"Kami sudah menemukan gambarannya. Jadi kita akan umumkan besok," kata Widodo saat dihubungi, Senin (20/2/2012).
Widodo juga memberikan jaminan satu tempat di skuad inti kepada Andik Vermansyah. Penyerang Persebaya Surabaya itu memang pemain berpengalaman setelah tampil di SEA Games 2011 bersama timnas U-23.
"Masuknya, Andik bisa mengembalikan kepercayaan anak-anak," ujar Djohar.
Timnas U-21 sendiri melakukan persiapan yang cukup matang untuk mengikuti turnamen di Brunei. Yoshua Pahabol dan kawan-kawan melakoni delapan laga uji coba. Namun, dari tiga laga uji coba terakhir, timnas U-21 menelan dua kekalahan.
Setelah ditdkuk 0-2 oleh Hyundai Mipo Dockyard, timnas U-21 kembali menelan kekalahan 0-4 dari Persiba Bantul. Meski begitu, timnas U-21 berhasil bangkit dengan membantai Universitas Negeri Yogyakarta dengan skor telak 6-1 pada Sabtu (18/2/2012).
"Timnas sudah melui menemukan sentuhan. Psikologis tim juga sudah kembali setelah meraih kemenangan melawan UNY," ujar Widodo.
Dalam turnamen Sultan Hasanah Bolkiah Trophy, timnas U-21 tergabung bersama Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Laos, dan Myanmar, di Grup A.
"Kami sudah menemukan gambarannya. Jadi kita akan umumkan besok," kata Widodo saat dihubungi, Senin (20/2/2012).
Widodo juga memberikan jaminan satu tempat di skuad inti kepada Andik Vermansyah. Penyerang Persebaya Surabaya itu memang pemain berpengalaman setelah tampil di SEA Games 2011 bersama timnas U-23.
"Masuknya, Andik bisa mengembalikan kepercayaan anak-anak," ujar Djohar.
Timnas U-21 sendiri melakukan persiapan yang cukup matang untuk mengikuti turnamen di Brunei. Yoshua Pahabol dan kawan-kawan melakoni delapan laga uji coba. Namun, dari tiga laga uji coba terakhir, timnas U-21 menelan dua kekalahan.
Setelah ditdkuk 0-2 oleh Hyundai Mipo Dockyard, timnas U-21 kembali menelan kekalahan 0-4 dari Persiba Bantul. Meski begitu, timnas U-21 berhasil bangkit dengan membantai Universitas Negeri Yogyakarta dengan skor telak 6-1 pada Sabtu (18/2/2012).
"Timnas sudah melui menemukan sentuhan. Psikologis tim juga sudah kembali setelah meraih kemenangan melawan UNY," ujar Widodo.
Dalam turnamen Sultan Hasanah Bolkiah Trophy, timnas U-21 tergabung bersama Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Laos, dan Myanmar, di Grup A.
Persebaya Jamu Timnas U-23 Di Gelora Bung Tomo
Persebaya dipastikan bakal menjamu timnas
U-23 di Gelora Bung Tomo (GBT). Kepastian ini didapat setelah Walikota
Surabaya Tri Rismaharini memberi lampu hijau. "Silakan dipakai. Kita
tidak pernah melarang. Stadion itu dipakai dengan uang warga Surabaya.
Jadi, kalau ada yang pakai dan positif, kenapa harus dilarang?"
terangnya saat menerima rombongan Siwo
Penegasan ini sekaligus menjawab kerancuan informasi yang berkembang di Surabaya. Sebelumnya, pihak Persebaya sempat gagal memakai GBT saat menjamu Persema Malang (12/2).
Menurut informasi yang beredar, stadion yang dibangun dengan dana Rp500 miliar ini belum bisa dipakai karena belum ada peraturan walikota (perwali). Aturan ini diperlukan sebagai payung hukum dalam penentuan tarif sewa.
"Itu (perwali) memang masih diproses. Tapi tidak jadi halangan kalau mau dipakai. Silakan kalau Persebaya mau gunakan," tegasnya.
Sebelumnya, Persebaya memang mengajukan ijin tertulis ke walikota untuk menggunakan GBT saat menjamu timnas U-23. Begitu pula saat menjamu Arema Malang
Penegasan ini sekaligus menjawab kerancuan informasi yang berkembang di Surabaya. Sebelumnya, pihak Persebaya sempat gagal memakai GBT saat menjamu Persema Malang (12/2).
Menurut informasi yang beredar, stadion yang dibangun dengan dana Rp500 miliar ini belum bisa dipakai karena belum ada peraturan walikota (perwali). Aturan ini diperlukan sebagai payung hukum dalam penentuan tarif sewa.
"Itu (perwali) memang masih diproses. Tapi tidak jadi halangan kalau mau dipakai. Silakan kalau Persebaya mau gunakan," tegasnya.
Sebelumnya, Persebaya memang mengajukan ijin tertulis ke walikota untuk menggunakan GBT saat menjamu timnas U-23. Begitu pula saat menjamu Arema Malang
Uji Coba Lawan Persebaya Surabaya Tentukan Skuad Timnas Pra Piala Dunia 2014
Pelatih timnas U-23 Aji Santoso
mengungkapkan, skuad tim yang akan dibawa ke Manama untuk melakoni
pertandingan terakhir Grup E Pra Piala Dunia 2014 zona Asia melawan
Bahrain dilakukan setelah menjalani uji coba dengan Persebaya Surabaya,
Jumat (24/2).
Menurut Aji, kendati laga itu sudah tidak menentukan bagi Indonesia, ia akan tetap membawa pemain terbaik. Dari 22 pemain yang menjalani latihan di Kota Batu, Aji hanya akan menetapkan 18 pemain yang dibawa ke Bahrain untuk menjalani laga pada 29 Februari.
“Walau sudah tidak menentukan, kami akan membawa pemain yang siap bertanding di sebuah event besar. Karena itu, kami tetap mencari pemain terbaik untuk pertandingan nanti,” ungkap Aji.
“Saat ini kami belum menentukan pemain inti yang akan dibawa ke Bahrain. Kami akan mengumumkan siapa saja yang terpilih ke dalam daftar 18 pemain setelah uji coba melawan Persebaya.”
“Kami berharap TC [training center] di Batu bisa meningkatkan kerja sama pemain, dan mendapatkan bentuk permainan. Mereka ini terdiri dari gabungan timnas senior dan U-23.”
Aji sengaja meliburkan para pemain dari latihan hari ini, untuk memberikan kesempatan kepada mereka memulihkan kondisi fisik. Selanjutnya Aji akan memberikan pola latihan game, agar pemain makin memahami permainan secara tim.
Menurut Aji, kendati laga itu sudah tidak menentukan bagi Indonesia, ia akan tetap membawa pemain terbaik. Dari 22 pemain yang menjalani latihan di Kota Batu, Aji hanya akan menetapkan 18 pemain yang dibawa ke Bahrain untuk menjalani laga pada 29 Februari.
“Walau sudah tidak menentukan, kami akan membawa pemain yang siap bertanding di sebuah event besar. Karena itu, kami tetap mencari pemain terbaik untuk pertandingan nanti,” ungkap Aji.
“Saat ini kami belum menentukan pemain inti yang akan dibawa ke Bahrain. Kami akan mengumumkan siapa saja yang terpilih ke dalam daftar 18 pemain setelah uji coba melawan Persebaya.”
“Kami berharap TC [training center] di Batu bisa meningkatkan kerja sama pemain, dan mendapatkan bentuk permainan. Mereka ini terdiri dari gabungan timnas senior dan U-23.”
Aji sengaja meliburkan para pemain dari latihan hari ini, untuk memberikan kesempatan kepada mereka memulihkan kondisi fisik. Selanjutnya Aji akan memberikan pola latihan game, agar pemain makin memahami permainan secara tim.
Kelelahan, Produktivitas Gol Andik Merosot
Andik Vermansyah adalah Persebaya Surabaya. Personifikasi tersebut rasanya tak berlebihan jika menilik kaitan erat keduanya dalam satu tahun belakangan. Kemonceran performa Andik di lapangan sangat mendongkrak prestasi Persebaya. Termasuk ketika mengantar Persebaya tampil pemuncak klasemen Liga Primer Indonesia (LPI) tahun lalu.
Tahun lalu kebintangan Andik memang sangat bersinar. Mencetak lima gol dalam 17 pertandingan Persebaya. Berkat aksi impresifnya itu, pemain kelahiran Jember tersebut pun masuk timnas U-23 dan berlaga di SEA Games 2011 lalu. Meski gagal meraih medali emas, figur Andik tetaplah menjadi idola Indonesia.
Nah, rupanya efek kebintangan Andik tak selamanya positif bagi Persebaya. Faktanya dalam delapan pertandingan Persebaya di Indonesia Premier League (IPL), pemain berusia 20 tahun itu baru bermain lima kali. Yakni lawan Semen Padang, PSM Makasar, Persija Jakarta, Persiba Bantul, dan Persijap Jepara. Dari lima laga itu, belum sebiji gol pun disumbangkan Andik.
"Yah, Andik absen tiga kali kan ada alasannya. Saat lawan PSMS Medan dan Persiraja Aceh itu karena habis turun di SEA Games. Lalu lawan Persema akumulasi kartu," beber pelatih Persebaya Divaldo Alves.
Ditanya soal melorotnya kontribusi gol Andik kepada tim hingga pertandingan kedelapan Persebaya, Divaldo memberikan pembelaan. Menurutnya skill serta kualitas individu Andik meningkat. "Memang dia belum cetak gol untuk Persebaya. Dan saya tak pikirkan itu. Ada aspek lainnya yang harus dilihat dari performa Andik," ucap mantan pelatih Persijap Jepara itu.
Divaldo menyebut Andik mengalami over training. Nyatanya Andik memang harus membagi tenaga saat di Persebaya, timnas, dan aktifitas harian yang padat. "Memang itulah konsekuensi menjadi pemain bintang sekelas Andik," tutur Divaldo lagi.
Di sisi lain, CEO Persebaya Gede Widiade juga membela Andik meski masih mandul dalam mencetak gol. "Kami butuhkan tenaganya Andik sebagai gelandang. Justru tanggung jawab cetak gol ada di penyerang. Kalau Andik cetak gol, itu bonusnya yang berperan sebagai gelandang," kata Gede.
Terlepas dari nihilnya gol Andik, Gede memang berencana memagari Andik dari aktifitas yang berlebih. Yakni memilah dan mengatur jadwal Andik. Misalnya, baru-baru ini Andik menerima tawaran syuting untuk menjadi bintang iklan produk makanan kecil dan perusahaan telekomunikasi.
"Karena ini sepak bola profesional, makanya saya hanya mengizinkan Andik "dipakai" urusan non bola di luar masa latihan. Dan juga harus izin ke manajemen," ujar Gede.
Aji Santoso Anak Emaskan Trio Persebaya IPL di Timnas ?
Komposisi terbaru pemain yang memperkuat Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Pra Piala Dunia (PPD) 2014 melawan tuan rumah Bahrain pada akhir Februari 2012 kembali mendapat sorotan. Setelah dinilai tidak diisi skuad yang mumpuni, kali ini pelatih Aji Santoso yang jadi sasaran tembak karena dianggap menistimewakan para pemain Persebaya IPL yang menghuni timnas.
Tiga pemain Persebaya IPL yang dipanggil ke timnas untuk persiapan menghadapi Bahrain, yakni Taufiq, Rendi Irawan, dan Muhammad Aulia Ardhi, dianggap kerap mendapat perlakuan istimewa dari Aji Santoso yang merupakan mantan pemain sekaligus pelatih Persebaya itu.
Mendapat tudingan tersebut, Aji Santoso pun menyangkal keras. Mantan pemain Timnas Indonesia yang sudah mengoleksi 41 caps ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memilih pemain untuk timnas hanya gara-gara kedekatan secara pribadi. Aji Santoso mengaku tetap mengutamakan kualitas dalam memilih pemain yang akan memperkuat timnas.
Aji Santoso menilai bahwa 3 pemain Persebaya IPL itu memang berkualitas sehingga layak masuk timnas. Mantan Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-23 pada era Rahmad Darmawan ini pun mempersilahkan semua pihak untuk memantau perkembangan para anak didiknya.
Tiga pemain Persebaya IPL yang dipanggil ke timnas untuk persiapan menghadapi Bahrain, yakni Taufiq, Rendi Irawan, dan Muhammad Aulia Ardhi, dianggap kerap mendapat perlakuan istimewa dari Aji Santoso yang merupakan mantan pemain sekaligus pelatih Persebaya itu.
Mendapat tudingan tersebut, Aji Santoso pun menyangkal keras. Mantan pemain Timnas Indonesia yang sudah mengoleksi 41 caps ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memilih pemain untuk timnas hanya gara-gara kedekatan secara pribadi. Aji Santoso mengaku tetap mengutamakan kualitas dalam memilih pemain yang akan memperkuat timnas.
Aji Santoso menilai bahwa 3 pemain Persebaya IPL itu memang berkualitas sehingga layak masuk timnas. Mantan Asisten Pelatih Timnas Indonesia U-23 pada era Rahmad Darmawan ini pun mempersilahkan semua pihak untuk memantau perkembangan para anak didiknya.
Langganan:
Postingan (Atom)




