Mimpi buruk apa yang dialami Pelatih Persebaya Surabaya
Divaldo Alves? Saat berupaya membenahi tim dengan merekrut pemain
baru,pada saat yang sama pemain lama bertumbangan karena dihantam
cedera.
Badai cedera di Persebaya
bukannya mereda,namun justru semakin hebat.Kabar terakhir, tiga pemain
pilar kembali harus menjalani perawatan karena cedera selepas laga
melawan Persibo Bojonegoro.Revalino Ardiles,Endra Prasetya,dan Jefri
Prasetyo masuk daftar ini. Sebelumnya Persebaya sudah kehilangan Mario
Karlovic yang cedera bahu dan Amaral.Khusus Amaral bahkan sudah divonis
tidak bisa memperkuat Bledug Ijo hingga akhir musim karena cedera lutut
yang diperolehnya kala menjamu Arema FC di Gelora Bung Tomo,dua pekan
lalu. Cukup? Sama sekali belum.
Tiga pemain yang menunaikan tugas
negara di tim nasional (Timnas) U-21,Andik Vermansyah,Miko
Ardiyanto,dan Nur Fasta belum juga bergabung tim dan memerlukan waktu
untuk memulihkan kondisinya. Praktis,Divaldo dipaksa sulit tidur karena
situasi yang menghantam timnya. Manajemen pun geleng-geleng kepala
dengan situasi yang sedang menimpa tim. Manajer Persebaya Saleh Hanifah
menilai tim saat ini sedang dalam kondisi tak beruntung. Persoalan
seakan datang ibarat penyakit komplikasi. Kalah menyakitkan dari
Persibo,lima Bonekmania tewas,masih ditambah situasi tim yang rontok.
“Saya
heran dengan situasi ini karena persoalan datang bersamaan.Namun,saya
tetap berpikir positif,” ujarnya. Berpikir positif yang dimaksud adalah
berharap situasi ini bisa lebih menciptakan kebersamaan di tim untuk
bekerja keras secara bersamasama. Apalagi, akhir pekan ini Persebaya
haus melakoni pertandingan kontra Bontang FC sebagai penutup putaran
pertama IPL. “Saya masih percaya pelatih mempunyai solusi.Saat di
Bojonegoro, kami juga tampil tidak komplet,tapi pemain bisa menunjukkan
kualitas maksimal walau kalah.Kami akan bersama-sama menghadapi situasi
buruk ini,”ujar Saleh,saat dihubungi kemarin.
Asisten Pelatih
Persebaya Ibnu Grahan mengaku belum bisa memberikan perkirakan kapan
pemain yang cedera itu sembuh.Dia hanya memastikan Amaral sudah harus
absen hingga akhir musim dan Karlovic kemungkinan besar belum bisa turun
saat melawan Bontang FC. Dengan hanya menyisakan tak lebih dari 18
pemain,Ibnu mengaku masih belum memikirkan strategi kontra Bontang FC
nanti.Menurut dia,Divaldo dan staf pelatih masih terus memantau
bagaimana kondisi tim dalam dua-tiga hari ke depan.
Sementara
itu,informasi terkini yang berkembang,Persebaya rencananya bakal
merekrut Noh Alam Shah,mantan striker Arema FC.Noh Alam Shah belum
mendapatkan klub setelah mundur dari Arema dan pembicaraan kontrak
dengan Persib Bandung tak juga menemui kata sepakat.
Rabu, 14 Maret 2012
Noh Alam Shah Gabung Persebaya
Upaya manajemen untuk mendatangkan pemain baru untuk Persebaya
terus dilakukan. Selasa (13/3/2012) kemarin, dua pemain asing dikabarkan
mengikuti seleksi bersama Bajul Ijo.Kabarnya, satu dari pemain itu
adalah eks striker Arema, Noh Alam Shah.
Manajer Persebaya, Saleh Hanifah membenarkan, tim pelatih akan menyeleksi dua pemain baru. "Ya. Insya Allah ada dua pemain asing. Mudah-mudahan cocok untuk Persebaya," kata Saleh.
Kabar yang berkembang, satu dari dua pemain yang dimaksud adalah Noh Alam Shah. Saat ini, Along, sapaan akrab striker asal Singapura ini, adalah satu dari sembilan pemain yang eksodus dari Arema. Saat mayoritas rekan mereka bergabung dengan Arema versi Rendra Kresna, Along belum mendapat klub baru.
Terakhir, Along dikabarkan berbaju Persib, tapi proses negoisasi masih buntu. Hal ini karena Along meminta satu paket dengan Leonard Tupamahu. Tapi muncul masalah antara manajemen Persib dengan Leo yang akhirnya membatalkan rencana manajemen Maung Bandung untuk merekrutnya.
Ketika dikonfirmasi, Saleh tak menjawab. Pun demikian dengan Media Relation Persebaya, Ram Surahman. Ram juga menutup rapat-rapat nama pemain yang akan diseleksi Persebaya.
Manajer Persebaya, Saleh Hanifah membenarkan, tim pelatih akan menyeleksi dua pemain baru. "Ya. Insya Allah ada dua pemain asing. Mudah-mudahan cocok untuk Persebaya," kata Saleh.
Kabar yang berkembang, satu dari dua pemain yang dimaksud adalah Noh Alam Shah. Saat ini, Along, sapaan akrab striker asal Singapura ini, adalah satu dari sembilan pemain yang eksodus dari Arema. Saat mayoritas rekan mereka bergabung dengan Arema versi Rendra Kresna, Along belum mendapat klub baru.
Terakhir, Along dikabarkan berbaju Persib, tapi proses negoisasi masih buntu. Hal ini karena Along meminta satu paket dengan Leonard Tupamahu. Tapi muncul masalah antara manajemen Persib dengan Leo yang akhirnya membatalkan rencana manajemen Maung Bandung untuk merekrutnya.
Ketika dikonfirmasi, Saleh tak menjawab. Pun demikian dengan Media Relation Persebaya, Ram Surahman. Ram juga menutup rapat-rapat nama pemain yang akan diseleksi Persebaya.
Cukup Sekali Latihan, Soler Dikontrak Persebaya
Surabaya – Persebaya Surabaya akhirnya mengikat Fernando
Gaston Soler untuk mempertajam lini depannya di putaran kedua Liga
Primer Indonesia (IPL).Setelah melakukan pencarian yang
cukup lama, ‘Bajul Ijo’ akhirnya memilih Soler untuk menggantikan Andrew
Barisic. Manajer Persebaya, Saleh Hanifah, berusaha menyelesaikan
proses registrasi mantan penyerang Persipura ini secepat mungkin, agar
bisa dibawa melawat ke markas Bontang FC, Sabtu (17/3/12).
Kabar ini cukup mengejutkan, pasalnya hingga Selasa kemarin, satu-satunya penyerang yang ikut seleksi adalah Raffaele Quintieri. Rupanya, Soler hanya butuh sekali latihan, pada hari Rabu (14/3/12) pagi tadi, untuk meyakinkan manajemen Persebaya.
Penyerang Argentina kelahiran 24 Februari 1978 baru tiba Selasa (13/3/2012) kemarin sore di markas Persebaya dan hari ini akan didaftarkan ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) agar dapat segera dimainkan.
"Saya akan berusaha untuk menyelesaikan administrasi hari ini. Dan besok kalau sudah selesai, kita langsung bawa ke Bontang," kata manajer Saleh Hanifah.
Surat registrasi ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pengelola Persebaya, Dityo Pramono. "Kalau didaftarkan berarti sudah resmi milik Persebaya," cetus Dityo.
Soler memiliki statistik yang cukup meyakinkan. Saat ini bersama Persis Solo Soler sudah mencetak dua gol dari lima laga. Sementara tahun lalu bersama Real Mataram di LPI, ia mencetak 13 gol dari 17 laga. Saat berbaju Persipura, ia menyarangkan 14 gol dari 24 pertandingan.
Sebelumnya, Persebaya telah menyeleksi mantan penyerang SAD, Julian Hotzel, namun langsung dipulangkan. Sementara jejak rekam Quintieri tidak meyakinkan. Selama LPI bergulir hingga dihentikan, ia baru mencetak dua gol bersama Semarang United.
Kabar ini cukup mengejutkan, pasalnya hingga Selasa kemarin, satu-satunya penyerang yang ikut seleksi adalah Raffaele Quintieri. Rupanya, Soler hanya butuh sekali latihan, pada hari Rabu (14/3/12) pagi tadi, untuk meyakinkan manajemen Persebaya.
Penyerang Argentina kelahiran 24 Februari 1978 baru tiba Selasa (13/3/2012) kemarin sore di markas Persebaya dan hari ini akan didaftarkan ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) agar dapat segera dimainkan.
"Saya akan berusaha untuk menyelesaikan administrasi hari ini. Dan besok kalau sudah selesai, kita langsung bawa ke Bontang," kata manajer Saleh Hanifah.
Surat registrasi ditandatangani oleh Direktur Utama PT Pengelola Persebaya, Dityo Pramono. "Kalau didaftarkan berarti sudah resmi milik Persebaya," cetus Dityo.
Soler memiliki statistik yang cukup meyakinkan. Saat ini bersama Persis Solo Soler sudah mencetak dua gol dari lima laga. Sementara tahun lalu bersama Real Mataram di LPI, ia mencetak 13 gol dari 17 laga. Saat berbaju Persipura, ia menyarangkan 14 gol dari 24 pertandingan.
Sebelumnya, Persebaya telah menyeleksi mantan penyerang SAD, Julian Hotzel, namun langsung dipulangkan. Sementara jejak rekam Quintieri tidak meyakinkan. Selama LPI bergulir hingga dihentikan, ia baru mencetak dua gol bersama Semarang United.
Senin, 12 Maret 2012
Along Merapat ke Persebaya IPL?
Upaya
manajemen untuk mendatangkan pemain baru untuk Persebaya terus
dilakukan. Selasa (13/3/2012) sore nanti, dua pemain asing dikabarkan
akan mengikuti seleksi bersama Bajul Ijo. Kabarnya, satu dari pemain itu
adalah eks striker Arema, Noh Alam Shah.
Manajer Persebaya, Saleh Hanifah dalam pesan pendek ke beritajatim.com, Selasa pagi membenarkan, tim pelatih akan menyeleksi dua pemain baru. Ya, Mas. Insya Allah ada dua pemain asing. Mudah-mudahan cocok untuk Persebaya," kata Saleh.
Isunya, satu dari dua pemain yang dimaksud adalah Noh Alam Shah. Saat ini, Along, sapaan akrab striker asal Malaysia ini, adalah satu dari sembilan pemain yang eksodus dari Arema. Saat mayoritas rekan mereka bergabung dengan Arema versi Rendra Kresna, Along belum mendapat klub baru.
Terakhir, Along dikabarkan berbaju Persib, tapi proses negoisasi masih buntu. Hal ini karena Along meminta satu paket dengan Leonard Tupamahu. Tapi muncul masalah antara manajemen Persib dengan Leo yang akhirnya membatalkan rencana manajemen Maung Bandung untuk merekrutnya.
Ketika dikonfirmasi, Saleh tak menjawab. Pun demikian dengan Media Relation Persebaya, Ram Surahman. Ram juga menutup rapat-rapat nama pemain yang akan diseleksi Persebaya. "Nanti sore saja lihat langsung di lapangan," pungkas Ram.
Manajer Persebaya, Saleh Hanifah dalam pesan pendek ke beritajatim.com, Selasa pagi membenarkan, tim pelatih akan menyeleksi dua pemain baru. Ya, Mas. Insya Allah ada dua pemain asing. Mudah-mudahan cocok untuk Persebaya," kata Saleh.
Isunya, satu dari dua pemain yang dimaksud adalah Noh Alam Shah. Saat ini, Along, sapaan akrab striker asal Malaysia ini, adalah satu dari sembilan pemain yang eksodus dari Arema. Saat mayoritas rekan mereka bergabung dengan Arema versi Rendra Kresna, Along belum mendapat klub baru.
Terakhir, Along dikabarkan berbaju Persib, tapi proses negoisasi masih buntu. Hal ini karena Along meminta satu paket dengan Leonard Tupamahu. Tapi muncul masalah antara manajemen Persib dengan Leo yang akhirnya membatalkan rencana manajemen Maung Bandung untuk merekrutnya.
Ketika dikonfirmasi, Saleh tak menjawab. Pun demikian dengan Media Relation Persebaya, Ram Surahman. Ram juga menutup rapat-rapat nama pemain yang akan diseleksi Persebaya. "Nanti sore saja lihat langsung di lapangan," pungkas Ram.
Pemain Persebaya Serukan Hentikan Kekerasan
Defender Persebaya asal Brazil, Otavio Dutra
menyerukan dihentikannya kekerasan atas nama sepakbola. Seruan ini
disuarakan saat bersama beberapa pemain mengunjungi keluarga korban
bonek yang meninggal di Lamongan (12/3).
"Jangan lagi ada setetes darah pun yang menetes atas nama sepakbola. Karena itu, hentikan kekerasan saat ini juga. Jangan semai dendam berkepanjangan," tukasnya dengan terbata.
Selain Dutra, kunjungan itu juga diikuti kapten tim Erol Iba, Mat Halil, Ravelino, Edi Gunawan dan Yusuf Hamzah. Manajer tim Saleh Hanifah memimpin langsung bersama pelatih Divaldo Alves.
Kedatangan rombongan Persebaya ini disambut dengan haru di rumah duka para korban. Meski merelakan namun semuanya berharap kejadian ini diusut tuntas.
"Ini sudah takdir anak saya. Tapi saya minta disut tuntas apa penyebabnya. Saya juga mengingatkan pada para pelaku kejadian ini, bagaimana jika hal ini menimpa keluarganya?" tukas Abdul Malik, ayah Abdul Faris, bonek berusia 15 tahun yang meninggal di Lamongan.
Sementara itu, jumlah bonek yang meninggal bertambah. Soimul Fadli, 15 th yang alami luka parah sejak Sabtu (10/3)akhirnya meninggal dunia (12/3). Warga jl. Dapuan Baru 4/40 kel. Krembangan utara kec. Pabean, pd pk.12.20 meninggal dunia setelah dirawat di RS Muhammadiyah Lamongan. Total ada lima bonek yang meninggal dunia.
"Jangan lagi ada setetes darah pun yang menetes atas nama sepakbola. Karena itu, hentikan kekerasan saat ini juga. Jangan semai dendam berkepanjangan," tukasnya dengan terbata.
Selain Dutra, kunjungan itu juga diikuti kapten tim Erol Iba, Mat Halil, Ravelino, Edi Gunawan dan Yusuf Hamzah. Manajer tim Saleh Hanifah memimpin langsung bersama pelatih Divaldo Alves.
Kedatangan rombongan Persebaya ini disambut dengan haru di rumah duka para korban. Meski merelakan namun semuanya berharap kejadian ini diusut tuntas.
"Ini sudah takdir anak saya. Tapi saya minta disut tuntas apa penyebabnya. Saya juga mengingatkan pada para pelaku kejadian ini, bagaimana jika hal ini menimpa keluarganya?" tukas Abdul Malik, ayah Abdul Faris, bonek berusia 15 tahun yang meninggal di Lamongan.
Sementara itu, jumlah bonek yang meninggal bertambah. Soimul Fadli, 15 th yang alami luka parah sejak Sabtu (10/3)akhirnya meninggal dunia (12/3). Warga jl. Dapuan Baru 4/40 kel. Krembangan utara kec. Pabean, pd pk.12.20 meninggal dunia setelah dirawat di RS Muhammadiyah Lamongan. Total ada lima bonek yang meninggal dunia.
Persebaya Surabaya Obral Pemain
Status Persebaya Surabaya kini tak hanya sebagai tim penghuni
papan atas Indonesian Primer League (IPL).Mereka juga menjadi penyuplai
pemain bagi klub lain.
Putaran pertama belum berakhir,tim berjuluk Bledug Ijo sudah meminjamkan empat pemain.Terakhir,dua pemain muda Sunaji dan gelandang Ahmad Shadiq sudah angkat koper, Senin (12/3). Manajemen Persebaya memutuskan meminjamkan keduanya ke klub Divisi Utama PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Persepar Palangkaraya. “Keduanya sudah berangkat untuk bergabung dengan Persepar Palangkaraya,”kata Manajer Persebaya Saleh Hanifah. Keputusan Persebaya meminjamkan kedua pemain bukan barang baru.
Sebelumnya,Persebaya juga melepas pemain belakang Saddam Tenang ke Arema Malang juga dengan status pinjaman.Selain itu,pada awal musim gelandang bertahan Lucky Wahyu juga dipinjamkan ke Persija Jaya.Bedanya, Lucky dan Saddam masih membela klub IPL,sedangkan Sunaji dan Ahmad Shadiq harus turun kasta ke Divisi Utama. Seperti yang sudah-sudah,Saleh Hanifah mengatakan bahwa keputusan meminjamkan pemain dilakukan agar Sunaji dan Ahmad Shadiq bisa lebih berkembang.
’’Tujuan kami agar pemain bersangkutan menambah jam terbang dan pengalaman mereka tampil di pertandingan resmi,’’ ucapnya. Sunaji sebenarnya tidak asing di telinga publik sepak bola Surabaya. Bek kanan jebolan tim sepak bola Jawa Timur (Jatim) di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 bergabung dengan Persebaya sejak empat tahun lalu.Namanya sempat masuk sebagai pemain inti ketika ditangani Freddy Muli.Bahkan,saat itu,Sunaji disebut sebagai calon pengganti legenda hidup Persebaya Bejo Sugiantoro.
Sayangnya,pamor pemain berusia 21 tahun ini mulai meredup ketika Persebaya ditangani Aji Santoso dan Divaldo Alves. Semasa dilatih Aji Santoso,Sunaji kalah bersaing dengan bek senior Khusnul Yuli. Saat ini,posisinya makin terjepit karena Pelatih Divaldo Alves lebih percaya kepada Revelino dan pemain lebih muda Yusuf Hamzah. Sementara Shadiq namanya memang nyaris tak terdengar.Jebolan tim internal PSSI Surabaya,Assyabaab ini berposisi sebagai gelandang bertahan.Jelang putaran pertama IPL berakhir,jangankan tampil di lapangan,namanya saja tidak pernah tercantum dalam line-up Persebaya.
Maklum,di posisi gelandang, Persebaya dibanjiri pemain berkualitas. Tidak hanya bersaing dengan dua pemain asing Amaral dan Mario Karlovic, tapi juga sulit untuk menggusur seniornya,seperti Taufiq ataupun Rendy Irawan.Saat keduanya absen,Divaldo juga lebih percaya kepada pemain jebolan PON Kaltim Jusmadi. Saat krisis gelandang ketika menghadapi Persibo,Aulia Ardli menjadi pilihan alternatif. Melihat kondisi ini,dipastikan sulit bagi keduanya untuk bisa tampil di pertandingan resmi jika masih bertahan di Persebaya.
“Di klub barunya nanti,kami berharap keduanya banyak belajar dan menjadi lebih matang.Mereka masih pemain Persebaya, kalau sudah matang dan Persebaya membutuhkan tenaganya akan kita tarik kembali,”ucap Saleh. Seusai klausal perjanjian antara Persebaya dan Perspar,Sunaji dan Shadiq akan bergabung dengan tim berjuluk Rangkong Borneo hingga akhir musim nanti.“Mereka di sana sampai akhir musim Divisi Utama,setelah itu akan kami evaluasi perkembangan kedua pemain ini.Kami sangat senang jika mereka berdua bersinar di klub barunya,”ucapnya.
Meski beralasan demi kebaikan pemain,keputusan meminjamkan empat pemain ini membuat Persebaya semakin kehilangan stok pemain.Saat ini, Persebaya tinggal memiliki 23 pemain, termasuk Ryan Wahyu dan tiga kiper setelah sebelumnya mendepak pemain asing Australia Andrew Barisic yang kini bergabung dengan Arema.
Putaran pertama belum berakhir,tim berjuluk Bledug Ijo sudah meminjamkan empat pemain.Terakhir,dua pemain muda Sunaji dan gelandang Ahmad Shadiq sudah angkat koper, Senin (12/3). Manajemen Persebaya memutuskan meminjamkan keduanya ke klub Divisi Utama PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Persepar Palangkaraya. “Keduanya sudah berangkat untuk bergabung dengan Persepar Palangkaraya,”kata Manajer Persebaya Saleh Hanifah. Keputusan Persebaya meminjamkan kedua pemain bukan barang baru.
Sebelumnya,Persebaya juga melepas pemain belakang Saddam Tenang ke Arema Malang juga dengan status pinjaman.Selain itu,pada awal musim gelandang bertahan Lucky Wahyu juga dipinjamkan ke Persija Jaya.Bedanya, Lucky dan Saddam masih membela klub IPL,sedangkan Sunaji dan Ahmad Shadiq harus turun kasta ke Divisi Utama. Seperti yang sudah-sudah,Saleh Hanifah mengatakan bahwa keputusan meminjamkan pemain dilakukan agar Sunaji dan Ahmad Shadiq bisa lebih berkembang.
’’Tujuan kami agar pemain bersangkutan menambah jam terbang dan pengalaman mereka tampil di pertandingan resmi,’’ ucapnya. Sunaji sebenarnya tidak asing di telinga publik sepak bola Surabaya. Bek kanan jebolan tim sepak bola Jawa Timur (Jatim) di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 bergabung dengan Persebaya sejak empat tahun lalu.Namanya sempat masuk sebagai pemain inti ketika ditangani Freddy Muli.Bahkan,saat itu,Sunaji disebut sebagai calon pengganti legenda hidup Persebaya Bejo Sugiantoro.
Sayangnya,pamor pemain berusia 21 tahun ini mulai meredup ketika Persebaya ditangani Aji Santoso dan Divaldo Alves. Semasa dilatih Aji Santoso,Sunaji kalah bersaing dengan bek senior Khusnul Yuli. Saat ini,posisinya makin terjepit karena Pelatih Divaldo Alves lebih percaya kepada Revelino dan pemain lebih muda Yusuf Hamzah. Sementara Shadiq namanya memang nyaris tak terdengar.Jebolan tim internal PSSI Surabaya,Assyabaab ini berposisi sebagai gelandang bertahan.Jelang putaran pertama IPL berakhir,jangankan tampil di lapangan,namanya saja tidak pernah tercantum dalam line-up Persebaya.
Maklum,di posisi gelandang, Persebaya dibanjiri pemain berkualitas. Tidak hanya bersaing dengan dua pemain asing Amaral dan Mario Karlovic, tapi juga sulit untuk menggusur seniornya,seperti Taufiq ataupun Rendy Irawan.Saat keduanya absen,Divaldo juga lebih percaya kepada pemain jebolan PON Kaltim Jusmadi. Saat krisis gelandang ketika menghadapi Persibo,Aulia Ardli menjadi pilihan alternatif. Melihat kondisi ini,dipastikan sulit bagi keduanya untuk bisa tampil di pertandingan resmi jika masih bertahan di Persebaya.
“Di klub barunya nanti,kami berharap keduanya banyak belajar dan menjadi lebih matang.Mereka masih pemain Persebaya, kalau sudah matang dan Persebaya membutuhkan tenaganya akan kita tarik kembali,”ucap Saleh. Seusai klausal perjanjian antara Persebaya dan Perspar,Sunaji dan Shadiq akan bergabung dengan tim berjuluk Rangkong Borneo hingga akhir musim nanti.“Mereka di sana sampai akhir musim Divisi Utama,setelah itu akan kami evaluasi perkembangan kedua pemain ini.Kami sangat senang jika mereka berdua bersinar di klub barunya,”ucapnya.
Meski beralasan demi kebaikan pemain,keputusan meminjamkan empat pemain ini membuat Persebaya semakin kehilangan stok pemain.Saat ini, Persebaya tinggal memiliki 23 pemain, termasuk Ryan Wahyu dan tiga kiper setelah sebelumnya mendepak pemain asing Australia Andrew Barisic yang kini bergabung dengan Arema.
Persebaya Dicekal Main di Bojonegoro
Baik panitia pelaksana pertandingan Persibo maupun aparat keamanan
mengevaluasi pertandingan Persibo versus Bojonegoro, Sabtu lalu.Pendukung
Persebaya, Bonek, berulah memaksa masuk tanpa tiket, menjarah warung
dan toko, serta melempari rumah warga dan truk yang lewat telah membuat
warga resah. Selanjutnya, kepolisian mencekal Persebaya bermain tandang
di Bojonegoro. Panitia pelaksana (panpel) juga tidak akan menggelar lagi
pertandingan kandang Persibo melawan Persebaya di Bojonegoro.
Kepala Kepolisian Resor Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Rakhmad Setyadi, Senin (12/3/2012), memastikan bahwa Polres Bojonegoro tidak akan memberikan izin pertandingan yang melibatkan Persebaya di Bojonegoro. Keputusan itu disampaikan setelah mempertimbangkan situasi keamanan dan dampak sebelum dan setelah pertandingan akibat ulah Bonek yang merugikan warga Bojonegoro.
Namun, Rakhmad meminta semua pihak tidak saling menyalahkan. Kerusuhan di Bojonegoro murni disebabkan ulah Bonek. Hasil investigasi lapangan dan aspirasi masyarakat yang masuk menunjukkan bahwa warga resah dengan ulah Bonek sejak Kamis (8/3/2012) hingga Minggu (11/3/2012).
Polisi berhasil mengamankan puluhan Bonek. Sedikitnya polisi telah menetapkan 12 anggota Bonek sebagai tersangka karena terbukti terlibat penjarahan di Bojonegoro. "Proses pidana dilanjutkan agar memberi efek jera," kata Rakhmad.
Sementara itu, panpel pertandingan Persibo juga menyatakan tidak sanggup lagi menyelenggarakan pertandingan kandang melawan Persebaya. Menurut Ketua Panpel Mohammad Subkhi, ulah Bonek dinilai keterlaluan dan di luar batas kewajaran karena bertindak kriminal.
Masyarakat Bojonegoro dan pendukung Persibo, Boromania, sudah menyambut mereka dengan baik, dan juga membiarkan spanduk mereka memenuhi stadion. Boromania juga sudah memfasilitasi Bonek dengan transportasi untuk kembali ke Surabaya. Panitia pun menanggung biaya perawatan bagi mereka yang masuk rumah sakit. "Tetapi mereka malah menjarah barang dan hewan piaraan warga. Selanjutnya bila ada laga lawan Persebaya, lebih baik digelar di Surabaya," kata Subkhi.
Akibat ulah Bonek, sejumlah pemilik warung, toko, dan warga rugi. Bonek antara lain membobol kantin SD Negeri 2 Campurrejo Bojonegoro dan menjarah isinya. Mereka juga menduduki sekolah sehingga proses belajar-mengajar pada hari Sabtu lalu diliburkan.
Mereka pun menjarah kios milik Siti Maemunah di Jalan Gajahmada dan mengambil rokok serta makanan dan minuman. Bonek menjarah Toko Super Mario di Jalan Pemuda dan menjarah seluruh isinya, tetapi hanya sebagian pelaku yang berhasil ditangkap.
Sejumlah pedagang dan pemilik warung di Jalan Lisman, Jalan Pemuda, Lettu Suwolo, dan sekitar Pasar Banjarrejo mengeluh Bonek mengambil makanan-minuman tanpa bayar. Penjaga warung di Banjarrejo, Sumi, menyebut bahwa Bonek pesan 100 bungkus makanan tanpa bayar. Itu belum termasuk ayam warga sekitar stadion yang diambil Bonek.
Kepala Kepolisian Resor Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Rakhmad Setyadi, Senin (12/3/2012), memastikan bahwa Polres Bojonegoro tidak akan memberikan izin pertandingan yang melibatkan Persebaya di Bojonegoro. Keputusan itu disampaikan setelah mempertimbangkan situasi keamanan dan dampak sebelum dan setelah pertandingan akibat ulah Bonek yang merugikan warga Bojonegoro.
Namun, Rakhmad meminta semua pihak tidak saling menyalahkan. Kerusuhan di Bojonegoro murni disebabkan ulah Bonek. Hasil investigasi lapangan dan aspirasi masyarakat yang masuk menunjukkan bahwa warga resah dengan ulah Bonek sejak Kamis (8/3/2012) hingga Minggu (11/3/2012).
Polisi berhasil mengamankan puluhan Bonek. Sedikitnya polisi telah menetapkan 12 anggota Bonek sebagai tersangka karena terbukti terlibat penjarahan di Bojonegoro. "Proses pidana dilanjutkan agar memberi efek jera," kata Rakhmad.
Sementara itu, panpel pertandingan Persibo juga menyatakan tidak sanggup lagi menyelenggarakan pertandingan kandang melawan Persebaya. Menurut Ketua Panpel Mohammad Subkhi, ulah Bonek dinilai keterlaluan dan di luar batas kewajaran karena bertindak kriminal.
Masyarakat Bojonegoro dan pendukung Persibo, Boromania, sudah menyambut mereka dengan baik, dan juga membiarkan spanduk mereka memenuhi stadion. Boromania juga sudah memfasilitasi Bonek dengan transportasi untuk kembali ke Surabaya. Panitia pun menanggung biaya perawatan bagi mereka yang masuk rumah sakit. "Tetapi mereka malah menjarah barang dan hewan piaraan warga. Selanjutnya bila ada laga lawan Persebaya, lebih baik digelar di Surabaya," kata Subkhi.
Akibat ulah Bonek, sejumlah pemilik warung, toko, dan warga rugi. Bonek antara lain membobol kantin SD Negeri 2 Campurrejo Bojonegoro dan menjarah isinya. Mereka juga menduduki sekolah sehingga proses belajar-mengajar pada hari Sabtu lalu diliburkan.
Mereka pun menjarah kios milik Siti Maemunah di Jalan Gajahmada dan mengambil rokok serta makanan dan minuman. Bonek menjarah Toko Super Mario di Jalan Pemuda dan menjarah seluruh isinya, tetapi hanya sebagian pelaku yang berhasil ditangkap.
Sejumlah pedagang dan pemilik warung di Jalan Lisman, Jalan Pemuda, Lettu Suwolo, dan sekitar Pasar Banjarrejo mengeluh Bonek mengambil makanan-minuman tanpa bayar. Penjaga warung di Banjarrejo, Sumi, menyebut bahwa Bonek pesan 100 bungkus makanan tanpa bayar. Itu belum termasuk ayam warga sekitar stadion yang diambil Bonek.
Langganan:
Postingan (Atom)




