Bencana gempa yang melanda Aceh turut berdampak bagi
perjalanan para kontestan Indonesian Premier League (IPL), terutama bagi
mereka yang akan menjalani laga tandang ke Sumatera, pekan ini.
Persebaya Surabaya,misalnya.Klub
berjuluk Bledug Ijo itu cemas saat menjalani lawatan ke Stadion H Agus
Salim,kandang Semen Padang (SP),Sabtu (14/4).Meski pusat gempa
berkekuatan 8,5 skala richter berpusat di Aceh,namun wilayah
Sumatera,termasuk Padang, ikut terpengaruh dampaknya. Beruntung kondisi
itu tak menyurutkan nyali pemain Persebaya untuk berangkat menuju Padang
dari Bandara Juanda, Surabaya,pagi kemarin.
“Tim tetap berangkat
ke Padang.Kami sudah dapat laporan dari ofisial Semen Padang jika
suasana di sana aman,”ujar Manajer Persebaya Saleh Hanifah. Saleh
mengatakan,beberapa pemain memang sempat resah setelah mendengar kabar
jika Padang ikut terkena dampak guncangan gempa.Maklum,peristiwa terjadi
sehari sebelum tim berangkat.“Memang, pemain ada yang tanya apa aman
atau tidak? Mudah-mudahan tidak ada apa-apa sehingga pertandingan bisa
digelar sesuai jadwal. Sesampai di sana,saya yakin para pemain bisa
kembali tenang dan fokus pada pertandingan,”tuturnya.
Bahkan,dalam
rombongan 19 pemain yang dibawa ke Padang terdapat nama Erol Iba. Meski
dipastikan tidak bisa bermain akibat hukuman akumulasi kartu
kuning,kapten Persebaya itu ikut untuk melihat kondisi kampung
halamannya setelah terjadi gempa. “Sekalian kami bawa agar bisa pulang
kampung.Selain itu juga untuk memberikan rasa ketenangan kepada pemain
lain karena Erol juga tahu karakter Padang,”ujarnya.
Sementara
peluang pemain muda Persebaya Nurmufid Fastabiqul Khoirod menjalani
debut perdana bersama Persebaya kembali terbuka.Sebab,pemain belakang
tim nasional (timnas) Indonesia U-21 ini juga ikut dalam rombongan
Persebaya.Keputusan membawa Fasta cukup mengejutkan. Maklum,sepanjang
putaran pertama lalu, Pelatih Divaldo Alves tidak pernah membawa pemain
bernomor punggung 6 ini di setiap laga tandang. Bisa jadi penampilan
Fasta yang moncer bersama timnas U-21 di ajang Sultan Hasannal Bolkiah
Trophy menjadi pertimbangan Divaldo.
Apalagi,di lini belakang,
Persebaya dipastikan kehilangan Otavio Dutra akibat akumulasi kartu.
Untuk menjadi pemain inti,Fasta masih harus bersaing dengan dua
seniornya, Jefry Prasetyo dan Khomad Suharto.Dua pemain belakang
berpengalaman ini juga ikut dibawa ke Padang. Selain Fasta, Divaldo juga
membawa pemain muda penghuni timnas U-21 Miko Ardiyanto.Namun,peluang
Miko tampil cukup kecil dibandingkan Fasta.
Sebab,di posisi lini
depan terdapat dua nama yang pasti tidak bisa tergusur,yaitu Fernando
Soler dan Andik Vermansyah.“Semua pemain punya kesempatan sama untuk
tampil.Kita lihat kondisi terakhir nanti,“ tandas Divaldo. Jika
Persebaya optimistis berlaga di Padang,tidak dengan Persiba
Bantul.Pelatih Persiba Sajuri Syahid menyatakan keberatan menjalani laga
kontra Persiraja Banda Aceh di Stadion Harapan Bangsa,Aceh,Minggu
(15/4).
Sajuri masih khawatir efek gempa Simeleu,Aceh,Rabu
(11/4),akan menghantui kiprah pemainnya. Sajuri meminta panitia
pertandingan Persiraja memindahkan tempat pertandingan.“Kalau tetap on
schedule,saya keberatan laga tetap di Harapan Bangsa.Kalau dipindahkan
ke tempat lain,ke mana saja selain Harapan Bangsa tidak masalah.
Bagaimanapun,saya masih khawatir efek gempa,”kata Sajuri.
Sajuri
mengatakan pemindahan venue pertandingan akan membuat timnya lebih
tenang. Sebab,jika dipaksakan di tempat yang sama, psikologis pemain
akan terganggu.Hal serupa kemungkinan besar terjadi jika laga ini
ditunda.
Mental bertanding akan mengalami problem serius setelah
laga sebelumnya kontra Bontang juga ditunda.“Secara pribadi memang saya
berharap tetap pada 15 April agar latihan tidak sia-sia,”tambahnya
Jumat, 13 April 2012
Laga Ditunda, Persebaya Rugi, Bonek Protes
Gagal menggelar pertandingan kandang kontra
PSMS Medan di Surabaya (8/4), cukup memukul kantong Persebaya. Estimasi
pendapatan sekitar Rp500 juta lebih dari laga tersebut gagal diserap.
"Jumlahnya masih belum pasti. Masih kita kalkulasi," terang ketua panpel, Sutrisno.
Yang jelas, menurut pria paruh baya ini, gara-gara izin tidak turun, panpel kehilangan kesempatan meraup keuntungan kurang lebih setengah miliar rupiah dari hasil penjualan 30 ribu lembar tiket. "Potensi keuntungannya mencapai Rp500 juta lebih," lanjutnya.
Terkait kerugian materi yang diderita PSMS, pihak Persebaya belum mendapat laporan. Mereka menyerahkan sepenuhnya ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) untuk menentukan keputusan terkait penundaan pertandingan Persebaya lawan PSMS.
"Semuanya diserahkan ke LPIS. Kalau ada ganti rugi atau sebagainya, diserahkan ke LPIS. Kami akan patuhi," terang Sutrisno. Sutrisno juga berharap LPIS menyetujui penundaan pertandingan ini. Sebab penundaan ini adalah kesepakatan kedua tim.
Sementara itu pelarangan Polrestabes Surabaya atas laga kandang Persebaya berbuntut. Bonek masih belum puas atas alasan pelarangan tersebut. Dimana Surabaya dinilai Polisi masih rawan demo anti BBM.
Pertandingan sepakbola dikhawatirkan akan dimasuki penyusup yang ingin berbuat kisruh. Yang membuat bonek gregetan, ternyata Polisi justru memberi ijin konser musik yang digelar di Surabaya.
"Inikan kebijakan ambigu dan diskriminatif. Kalo mau fair, semua juga tak boleh dong," tegas Ita salah satu pentolan Bonita.
Protes bonek ini ditumpahkan lewat aksi di pintu masuk acara konser musik yang digelar di lapangan Jatim Expo Surabaya, Minggu (8/4). Aksi ratusan Bonekmania ini dilakukan dengan memblokade pintu masuk acara konser musik.
Mereka bernyanyi dan menyalakan kembang api serta menuntut agar acara konser tersebut juga dibatalkan. Mereka juga meminta agar Polrestabes Surabaya bersikap adil terhadap masyarakat dengan tidak memilah milah ketika memberikan ijin keramaian.
Menurut Ita, pemberian ijin konser musik tersebut merupakan sikap diskriminatif dari Polrestabes Surabaya. Peserta aksi menilai Kapolrestabes Surabaya telah melanggar aturannya sendiri yang sebelumnya sudah mengeluarkan edaran, untuk melarang semua kegiatan selama bulan April.
Aksi ratusan bonek ini sendiri mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian yang menjaga kegiatan konser musik dengan artis Bondan Prakoso tersebut. Sebelumnya, ratusan bonek sempat konvoi keliling kota meluapkan ras kecewa atas pelarangan pertandingan Persebaya. Kendati begitu, aksi berlangsung tertib dan damai.
"Jumlahnya masih belum pasti. Masih kita kalkulasi," terang ketua panpel, Sutrisno.
Yang jelas, menurut pria paruh baya ini, gara-gara izin tidak turun, panpel kehilangan kesempatan meraup keuntungan kurang lebih setengah miliar rupiah dari hasil penjualan 30 ribu lembar tiket. "Potensi keuntungannya mencapai Rp500 juta lebih," lanjutnya.
Terkait kerugian materi yang diderita PSMS, pihak Persebaya belum mendapat laporan. Mereka menyerahkan sepenuhnya ke PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) untuk menentukan keputusan terkait penundaan pertandingan Persebaya lawan PSMS.
"Semuanya diserahkan ke LPIS. Kalau ada ganti rugi atau sebagainya, diserahkan ke LPIS. Kami akan patuhi," terang Sutrisno. Sutrisno juga berharap LPIS menyetujui penundaan pertandingan ini. Sebab penundaan ini adalah kesepakatan kedua tim.
Sementara itu pelarangan Polrestabes Surabaya atas laga kandang Persebaya berbuntut. Bonek masih belum puas atas alasan pelarangan tersebut. Dimana Surabaya dinilai Polisi masih rawan demo anti BBM.
Pertandingan sepakbola dikhawatirkan akan dimasuki penyusup yang ingin berbuat kisruh. Yang membuat bonek gregetan, ternyata Polisi justru memberi ijin konser musik yang digelar di Surabaya.
"Inikan kebijakan ambigu dan diskriminatif. Kalo mau fair, semua juga tak boleh dong," tegas Ita salah satu pentolan Bonita.
Protes bonek ini ditumpahkan lewat aksi di pintu masuk acara konser musik yang digelar di lapangan Jatim Expo Surabaya, Minggu (8/4). Aksi ratusan Bonekmania ini dilakukan dengan memblokade pintu masuk acara konser musik.
Mereka bernyanyi dan menyalakan kembang api serta menuntut agar acara konser tersebut juga dibatalkan. Mereka juga meminta agar Polrestabes Surabaya bersikap adil terhadap masyarakat dengan tidak memilah milah ketika memberikan ijin keramaian.
Menurut Ita, pemberian ijin konser musik tersebut merupakan sikap diskriminatif dari Polrestabes Surabaya. Peserta aksi menilai Kapolrestabes Surabaya telah melanggar aturannya sendiri yang sebelumnya sudah mengeluarkan edaran, untuk melarang semua kegiatan selama bulan April.
Aksi ratusan bonek ini sendiri mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian yang menjaga kegiatan konser musik dengan artis Bondan Prakoso tersebut. Sebelumnya, ratusan bonek sempat konvoi keliling kota meluapkan ras kecewa atas pelarangan pertandingan Persebaya. Kendati begitu, aksi berlangsung tertib dan damai.
Erol-Dutra Dilarang Main, Persebaya Pincang
Keinginan Persebaya Surabaya memainkan dua pilarnya Otavio Dutra dan
Erol Iba akhirnya pupus sudah. PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS)
resmi menyatakan dua pemain itu tidak boleh bertanding karena akumulasi
kartu kuning.
Sebenarnya Erol dan Dutra harus absen di laga kontra PSMS Medan yang dibatalkan karena tak ada izin pertandingan dari kepolisian. Karena laga itu batal, sanksi Erol ternyata tidak lantas mengikuti penundaan jadwal Persebaya -PSMS, namun tetap berlaku di laga berikutnya konta Semen Padang akhir pekan ini.
Kepastian Dutra dan Erol harus absen didapat Persebaya setelah menerima surat dari PT LPIS, petang kemarin. "Hukuman akumulasi kartu berlaku untuk pertandingan berikutnya, bukan saat laga melawan PSMS nanti. Kita harus menerima, meski sebenarnya kita kecewa. Tapi memang ini sudah keputusan. Yang penting bagaimana menyiapkan tim ini sebaik mungkin," ucapnya.
Pantas jika Persebaya kecewa. Seharusnya tim berjuluk Bleduk Ijo tidak perlu kehilangan Dutra dan Erol jika pertandingan melawan PSMS jadi digelar. Sebab, seusai jadwal, hukuman akumulasi kartu itu akan dijalani ketika menghadapi Ayam Kinantan.
Di laga berikutnya menghadapi Semen Padang, Erol dan Dutra sudah bisa terbebas dari hukuman. Tapi skenario itu berubah total pasca-pembatalan laga melawan PSMS akibat ijin keamanan tidak keluar.
Celakanya, melawan Semen Padang, kubu Persebaya membutuhkan kekuatan penuh. Maklum, selain bertanding di kandang lawan, saat ini status Semen Padang merupakan penghuni puncak kelasmen IPL.
Jika dibandingkan kekuatan PSMS, Persebaya masih tidak rugi besar jika kehilangan Dutra dan Erol. Sebab, kekuatan PSMS yang berstatus juru kunci IPL di atas kertas bisa diatasi meski tidak menurunkan amunisi terbaik.
Sementara itu Pelatih Divaldo Alves mengaku kecewa tak bisa menurunkan dua pemain pilarnya. Selama ini, baik Dutra maupun Erol merupakan penghuni tetap di barisan lini belakang.
"Kami harus memutar otak lagi untuk menyiapkan strategi menghadapi Semen Padang. Mereka tim kuat, tapi saya tetap optimistis dengan kekuatan yang ada sekarang," ujar pelatih asal Portugal ini.
Sebelumnya, saat pertandingan lawan PSMS, Divaldo sudah menyiapkan dua nama, yakni Nurmufid Fastabiqul Khoirot dan Edy Gunawan. Fasta diproyeksikan menggantikan posisi Dutra di jantung pertahanan Persebaya. Sedangkan Edy diproyeksikan mengisi pos Erol di sektor kiri.
"Saya tidak bisa samakan kekuatan PSMS dengan Semen Padang, formasi yang kita rancang bisa berubah," ucapnya.
Menurunkan Fasta di laga melawan Semen Padang memang cukup riskan. Meski bertatus pemain Timnas Indonesia U-21, namun di ajang IPL, pemain bernomor punggung enam ini sama sekali belum pernah tampil.
Dikhawatirkan mentalnya belum siap menghadapi tekanan lini depan Semen Padang maupun teror dari penonton tuan rumah. "Kita lihat kondisi terakhir nanti," elak mantan pelatih Persijap dan Mingakabau FC ini.
Sampai dengan petang kemarin, Persebaya belum mengumumkan skuad yang bakal diboyong ke Padang. Rencananya, Persebaya akan berangkat dari Bandara Juanda Surabaya, Kamis (12/4) siang ini.
Dalam latihan terakhir pagi kemarin, Dutra maupun Erol masih terlihat ikut berlatih. "Besok baru kami tentukan pemain yang berangkat, " tutupnya
Sebenarnya Erol dan Dutra harus absen di laga kontra PSMS Medan yang dibatalkan karena tak ada izin pertandingan dari kepolisian. Karena laga itu batal, sanksi Erol ternyata tidak lantas mengikuti penundaan jadwal Persebaya -PSMS, namun tetap berlaku di laga berikutnya konta Semen Padang akhir pekan ini.
Kepastian Dutra dan Erol harus absen didapat Persebaya setelah menerima surat dari PT LPIS, petang kemarin. "Hukuman akumulasi kartu berlaku untuk pertandingan berikutnya, bukan saat laga melawan PSMS nanti. Kita harus menerima, meski sebenarnya kita kecewa. Tapi memang ini sudah keputusan. Yang penting bagaimana menyiapkan tim ini sebaik mungkin," ucapnya.
Pantas jika Persebaya kecewa. Seharusnya tim berjuluk Bleduk Ijo tidak perlu kehilangan Dutra dan Erol jika pertandingan melawan PSMS jadi digelar. Sebab, seusai jadwal, hukuman akumulasi kartu itu akan dijalani ketika menghadapi Ayam Kinantan.
Di laga berikutnya menghadapi Semen Padang, Erol dan Dutra sudah bisa terbebas dari hukuman. Tapi skenario itu berubah total pasca-pembatalan laga melawan PSMS akibat ijin keamanan tidak keluar.
Celakanya, melawan Semen Padang, kubu Persebaya membutuhkan kekuatan penuh. Maklum, selain bertanding di kandang lawan, saat ini status Semen Padang merupakan penghuni puncak kelasmen IPL.
Jika dibandingkan kekuatan PSMS, Persebaya masih tidak rugi besar jika kehilangan Dutra dan Erol. Sebab, kekuatan PSMS yang berstatus juru kunci IPL di atas kertas bisa diatasi meski tidak menurunkan amunisi terbaik.
Sementara itu Pelatih Divaldo Alves mengaku kecewa tak bisa menurunkan dua pemain pilarnya. Selama ini, baik Dutra maupun Erol merupakan penghuni tetap di barisan lini belakang.
"Kami harus memutar otak lagi untuk menyiapkan strategi menghadapi Semen Padang. Mereka tim kuat, tapi saya tetap optimistis dengan kekuatan yang ada sekarang," ujar pelatih asal Portugal ini.
Sebelumnya, saat pertandingan lawan PSMS, Divaldo sudah menyiapkan dua nama, yakni Nurmufid Fastabiqul Khoirot dan Edy Gunawan. Fasta diproyeksikan menggantikan posisi Dutra di jantung pertahanan Persebaya. Sedangkan Edy diproyeksikan mengisi pos Erol di sektor kiri.
"Saya tidak bisa samakan kekuatan PSMS dengan Semen Padang, formasi yang kita rancang bisa berubah," ucapnya.
Menurunkan Fasta di laga melawan Semen Padang memang cukup riskan. Meski bertatus pemain Timnas Indonesia U-21, namun di ajang IPL, pemain bernomor punggung enam ini sama sekali belum pernah tampil.
Dikhawatirkan mentalnya belum siap menghadapi tekanan lini depan Semen Padang maupun teror dari penonton tuan rumah. "Kita lihat kondisi terakhir nanti," elak mantan pelatih Persijap dan Mingakabau FC ini.
Sampai dengan petang kemarin, Persebaya belum mengumumkan skuad yang bakal diboyong ke Padang. Rencananya, Persebaya akan berangkat dari Bandara Juanda Surabaya, Kamis (12/4) siang ini.
Dalam latihan terakhir pagi kemarin, Dutra maupun Erol masih terlihat ikut berlatih. "Besok baru kami tentukan pemain yang berangkat, " tutupnya
Hadapi Persebaya, Semen Padang "Pincang"
Kekuatan semen Padang dipastikan pincang saat menjamu Persebaya
Surabaya dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL) di Stadion Agus
Salim, Padang, Sabtu (14/4/2012). Lima pemain pilar Semen Padang harus
absen karena masalah yang berbeda.
Bek David Ngon Pagbe tak bisa tampil masih terkendala dengan Kartu Ijin Tinggal Sementara (Kitas). Sementara Saepuloh Maulana dan Vendry Mofu akan absen terkena akumulasi kartu kuning, Yu Hyun Koo dibekap cedera dan Ferdinand Sinaga terserang demam.
"Pagbe sampai sekarang masih tertahan di Malaysia. Mungkin dia baru bisa main pada pertandingan uji coba lawan Perak FC tanggal 22 April nanti," kata pelatih Semen Padang Nil Maizar seperti dikutip situs resmi Liga Prima.
Absennya Pagbe diyakini akan mengurangi kekokohan benteng Semen Padang. Namun demikian, Nil Maizar harus memilih yang lain. Posisi Pagbe akan digantikan oleh Zico Aipa, mantan kapten U-21 Semen Padang. Sementara di lapangan tengah, absennya Vendry Mofu dan Yu Hyun Koo akan diisi oleh M Rizal, Ricy Ohorela dan Rudi Doang.
"Karena tampil di kandang, target kita adalah poin maksimal. Saya berharap Ferdinand Sinaga segera sembuh. Tetapi kalau tidak, Josua Pahabol dan Suheri Daud bisa menggantikan posisinya," ujar pria berusia 42 tahun asal Payakumbuh, Sumatera Barat, tersebut.
Nil Maizar mengakui kekuatan Persebaya sangat merata di semua lini. Namun, pihaknya akan memberikan perhatian khusus kepada striker mungil Persebaya, Andik Vermansyah.
"Hampir semua pemain Persebaya perlu diwaspadai. Tapi kami akan memberi pengawalan lebih pada Andik Vermansah," tuturnya.
Bek David Ngon Pagbe tak bisa tampil masih terkendala dengan Kartu Ijin Tinggal Sementara (Kitas). Sementara Saepuloh Maulana dan Vendry Mofu akan absen terkena akumulasi kartu kuning, Yu Hyun Koo dibekap cedera dan Ferdinand Sinaga terserang demam.
"Pagbe sampai sekarang masih tertahan di Malaysia. Mungkin dia baru bisa main pada pertandingan uji coba lawan Perak FC tanggal 22 April nanti," kata pelatih Semen Padang Nil Maizar seperti dikutip situs resmi Liga Prima.
Absennya Pagbe diyakini akan mengurangi kekokohan benteng Semen Padang. Namun demikian, Nil Maizar harus memilih yang lain. Posisi Pagbe akan digantikan oleh Zico Aipa, mantan kapten U-21 Semen Padang. Sementara di lapangan tengah, absennya Vendry Mofu dan Yu Hyun Koo akan diisi oleh M Rizal, Ricy Ohorela dan Rudi Doang.
"Karena tampil di kandang, target kita adalah poin maksimal. Saya berharap Ferdinand Sinaga segera sembuh. Tetapi kalau tidak, Josua Pahabol dan Suheri Daud bisa menggantikan posisinya," ujar pria berusia 42 tahun asal Payakumbuh, Sumatera Barat, tersebut.
Nil Maizar mengakui kekuatan Persebaya sangat merata di semua lini. Namun, pihaknya akan memberikan perhatian khusus kepada striker mungil Persebaya, Andik Vermansyah.
"Hampir semua pemain Persebaya perlu diwaspadai. Tapi kami akan memberi pengawalan lebih pada Andik Vermansah," tuturnya.
Hadapi Persebaya, Semen Padang Tanpa Empat Pilar
Persebaya IPL berkesempatan mencuri poin di kandang Semen Padang setelah sang tuan rumah dipastikan tanpa empat pemain utama mereka.
Bek asing David Ngon Pagbe masih terkendala dengan Kitas (Kartu Ijin Tinggal Sementara), dan Yu Hyun Koo dibekap cedera. Sementara itu Saepuloh Maulana dan Vendry Mofu bakal absen karena akumulasi kartu kuning.
Derita Kabau Sirah bisa-bisa kian parah jika Ferdinand Sinaga yang terserang demam ikut-ikutan absen dan membuat mereka setidaknya tidak diperkuat lima pemain inti.
"Pagbe sampai sekarang masih tertahan di Malaysia. Mungkin dia baru bisa main pada pertandingan uji coba lawan Perak FC tanggal 22 April nanti," ujar pelatih Semen Padang Nil Maizar, di hadapan wartawan Jumat (13/4).
"Saya berharap Ferdinand Sinaga segera sembuh. Tapi kalau tidak, Josua Pahabol dan Suheri Daud masih bisa menggantikan posisinya," tambahnya.
Bek Jebolan U-21 Semen Padang, Zico Aipa, kini tengah disiapkan sebagai pengganti Pagbe. Sedangkan untuk mengisi posisi trio gelandang yang absen tadi, Nil sudah menyiapkan M Rizal, Ricky Ohorela dan Rudi Doang.
Hal itu sedikit sama dengan apa yang terjadi di kubu Bajul Ijo. Mereka juga tidak akan diperkuat bek asing mereka Otavio Dutra serta kapten Erol Iba yang terkena akumulasi kartu. Absennya beberapa pemain kunci lawan mereka tidak begitu dipusingkan Divaldo Alves untuk membalas kekalahan 0-1 di putaran pertama lalu.
"Saya fokus ke tim kami, mereka siapa saja yang absen saya tak peduli. Yang penting kami tidak jalan-jalan ke sini. Kami cari angka," tegas Pelatih asal Portugal ini.
Bek asing David Ngon Pagbe masih terkendala dengan Kitas (Kartu Ijin Tinggal Sementara), dan Yu Hyun Koo dibekap cedera. Sementara itu Saepuloh Maulana dan Vendry Mofu bakal absen karena akumulasi kartu kuning.
Derita Kabau Sirah bisa-bisa kian parah jika Ferdinand Sinaga yang terserang demam ikut-ikutan absen dan membuat mereka setidaknya tidak diperkuat lima pemain inti.
"Pagbe sampai sekarang masih tertahan di Malaysia. Mungkin dia baru bisa main pada pertandingan uji coba lawan Perak FC tanggal 22 April nanti," ujar pelatih Semen Padang Nil Maizar, di hadapan wartawan Jumat (13/4).
"Saya berharap Ferdinand Sinaga segera sembuh. Tapi kalau tidak, Josua Pahabol dan Suheri Daud masih bisa menggantikan posisinya," tambahnya.
Bek Jebolan U-21 Semen Padang, Zico Aipa, kini tengah disiapkan sebagai pengganti Pagbe. Sedangkan untuk mengisi posisi trio gelandang yang absen tadi, Nil sudah menyiapkan M Rizal, Ricky Ohorela dan Rudi Doang.
Hal itu sedikit sama dengan apa yang terjadi di kubu Bajul Ijo. Mereka juga tidak akan diperkuat bek asing mereka Otavio Dutra serta kapten Erol Iba yang terkena akumulasi kartu. Absennya beberapa pemain kunci lawan mereka tidak begitu dipusingkan Divaldo Alves untuk membalas kekalahan 0-1 di putaran pertama lalu.
"Saya fokus ke tim kami, mereka siapa saja yang absen saya tak peduli. Yang penting kami tidak jalan-jalan ke sini. Kami cari angka," tegas Pelatih asal Portugal ini.
Gempa, Persebaya Tetap ke Padang
Guncangan gempa yang melanda kawasan Sumatera tak mempengaruhi langkah
Persebaya. Tim Bajul Ijo tetap berangkat ke Padang guna jalani laga away
kontra Semen Padang, Sabtu (14/4).
Rombongan Persebaya dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada Kamis (12/4) dan dijadwalkan tiba di Padang, sore harinya. "Kami turut bersedih dengan gempa yang terjadi di Sumatera. Padang kami dengar juga termasuk yang ikut waspada. Moga di sana tak terjadi apa apa," ungkap Ram Surahman, media officer Persebaya, kepada GOAL.com
Persebaya bakal membawa 18 pemain. Tak ikut dalam rombongan, dua pilar di lini belakang yakni kapten Erol Iba dan defender Otavio Dutra.
Keduanya terkena larangan bermain akibat akumulasi kartu. Absennya kedua pemain ini di luar skenario. Awalnya, mereka masuk dengan asumsi larangan bermain hangus setelah laga lawan PSMS Medan. Sayang, duel kontra Medan batal setelah Polisi Surabaya tak berikan ijin pertandingan. "Di luar perkiraan kita. Hitungan kita sudah main. Ternyata, kondisi berkata lain," ujarnya.
Kendati begitu, kubu Persebaya tetap mengusung target tinggi. Bajul Ijo membawa misi revans setelah di putaran pertama lalu dipermalukan Semen Padang di Surabaya. "Berat memang. Tapi kami harus balas kekalahan di putaran pertama lalu. Jadi misi kita menang di sana," tandas Ram.
Rombongan Persebaya dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada Kamis (12/4) dan dijadwalkan tiba di Padang, sore harinya. "Kami turut bersedih dengan gempa yang terjadi di Sumatera. Padang kami dengar juga termasuk yang ikut waspada. Moga di sana tak terjadi apa apa," ungkap Ram Surahman, media officer Persebaya, kepada GOAL.com
Persebaya bakal membawa 18 pemain. Tak ikut dalam rombongan, dua pilar di lini belakang yakni kapten Erol Iba dan defender Otavio Dutra.
Keduanya terkena larangan bermain akibat akumulasi kartu. Absennya kedua pemain ini di luar skenario. Awalnya, mereka masuk dengan asumsi larangan bermain hangus setelah laga lawan PSMS Medan. Sayang, duel kontra Medan batal setelah Polisi Surabaya tak berikan ijin pertandingan. "Di luar perkiraan kita. Hitungan kita sudah main. Ternyata, kondisi berkata lain," ujarnya.
Kendati begitu, kubu Persebaya tetap mengusung target tinggi. Bajul Ijo membawa misi revans setelah di putaran pertama lalu dipermalukan Semen Padang di Surabaya. "Berat memang. Tapi kami harus balas kekalahan di putaran pertama lalu. Jadi misi kita menang di sana," tandas Ram.
Malioboro
Menyusuri Jalan Karangan Bunga dan Surga Cinderamata di Jantung Kota Jogja
Matahari bersinar terik saat ribuan orang berdesak-desakan di sepanjang Jalan Malioboro. Mereka tidak hanya berdiri di trotoar namun meluber hingga badan jalan. Suasana begitu gaduh dan riuh. Tawa yang membuncah, jerit klakson mobil, alunan gamelan kaset, hingga teriakan pedagang yang menjajakan makanan dan mainan anak-anak berbaur menjadi satu. Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya rombongan kirab yang ditunggu pun muncul. Diawali oleh Bregada Prajurit Lombok Abang, iring-iringan kereta kencana mulai berjalan pelan. Kilatan blitz kamera dan gemuruh tepuk tangan menyambut saat pasangan pengantin lewat. Semua berdesakan ingin menyakasikan pasangan GKR Bendara dan KPH Yudhanegara yang terus melambaikan tangan dan menebarkan senyum ramah.Itulah pemandangan yang terlihat saat rombongan kirab pawiwahan ageng putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X lewat dari Keraton Yogyakarta menuju Bangsal Kepatihan. Ribuan orang berjejalan memenuhi Jalan Malioboro yang membentang dari utara ke selatan. Dalam bahasa Sansekerta, malioboro berarti jalan karangan bunga karena pada zaman dulu ketika Keraton mengadakan acara, jalan sepanjang 1 km ini akan dipenuhi karangan bunga. Meski waktu terus bergulir dan jaman telah berubah, posisi Malioboro sebagai jalan utama tempat dilangsungkannya aneka kirab dan perayaan tidak pernah berubah. Hingga saat ini Malioboro, Benteng Vredeburg, dan Titik Nol masih menjadi tempat dilangsungkannya beragam karnaval mulai dari gelaran Jogja Java Carnival, Pekan Budaya Tionghoa, Festival Kesenian Yogyakarta, Karnaval Malioboro, dan masih banyak lainnya.
Melihat Malioboro yang berkembang pesat menjadi denyut nadi perdagangan dan pusat belanja, seorang kawan berujar bahwa Malioboro merupakan baby talk dari "mari yok borong". Di Malioboro Anda bisa memborong aneka barang yang diinginkan mulai dari pernik cantik, cinderamata unik, batik klasik, emas dan permata hingga peralatan rumah tangga. Bagi penggemar cinderamata, Malioboro menjadi surga perburuan yang asyik. Berjalan kaki di bahu jalan sambil menawar aneka barang yang dijual oleh pedagang kaki lima akan menjadi pengalaman tersendiri. Aneka cinderamata buatan lokal seperti batik, hiasan rotan, perak, kerajinan bambu, wayang kulit, blangkon, miniatur kendaraan tradisional, asesoris, hingga gantungan kunci semua bisa ditemukan dengan mudah. Jika pandai menawar, barang-barang tersebut bisa dibawa pulang dengan harga yang terbilang murah.
Selain menjadi pusat perdagangan, jalan yang merupakan bagian dari sumbu imajiner yang menghubungkan Pantai Parangtritis, Panggung Krapyak, Kraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi ini pernah menjadi sarang serta panggung pertunjukan para seniman Malioboro pimpinan Umbu Landu Paranggi. Dari mereka pulalah budaya duduk lesehan di trotoar dipopulerkan yang akhirnya mengakar dan sangat identik dengan Malioboro. Menikmati makan malam yang romantis di warung lesehan sembari mendengarkan pengamen jalanan mendendangkan lagu "Yogyakarta" milik Kla Project akan menjadi pengalaman yang sangat membekas di hati.
Malioboro adalah rangkaian sejarah, kisah, dan kenangan yang saling berkelindan di tiap benak orang yang pernah menyambanginya. Pesona jalan ini tak pernah pudar oleh jaman. Eksotisme Malioboro terus berpendar hingga kini dan menginspirasi banyak orang, serta memaksa mereka untuk terus kembali ke Yogyakarta. Seperti kalimat awal yang ada dalam sajak Melodia karya Umbu Landu Paranggi "Cintalah yang membuat diriku betah sesekali bertahan", kenangan dan kecintaan banyak orang terhadap Malioboro lah yang membuat ruas jalan ini terus bertahan hingga kini.
Keterangan: Karnaval dan acara yang berlangsung di Kawasan Malioboro biasanya bersifat insidental dengan waktu pelaksanaan yang tidak menentu. Namun ada beberapa kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun seperti Jogja Java Carnival yang selalu dilaksanakan tiap bulan Oktober, Festival Kesenian Yogyakarta pada bulan Juni hingga Juli, serta Pekan Kebudayaan Tionghoa yang dilaksanakan berdekatan dengan perayaan tahun baru China (Imlek).
Langganan:
Postingan (Atom)

