Kamis, 26 April 2012

Kalah Terus, Pemain Persebaya IPL Diguyur Bonus

Dua kekalahan beruntun di putaran kedua Indonesian Premiere League (IPL) ternyata tidak membuat manajemen Persebaya IPL berang. Manajemen justru mengguyur para pemainnya dengan bonus.

Seperti yang dilansir oleh Sindo, skuad Persebaya IPL menerima kucuran bonus sekitar Rp25 juta usai dikalahkan tuan rumah Persema Malang dengan skor 2-1 pada hari Minggu (22/04) kemarin. Sebelumnya, skuad asuhan Divaldo Alves tersebut juga terjungkal oleh tuan rumah Semen Padang.

Dua kekalahan tersebut membuat Persebaya IPL terlempar dari lima besar klasemen sementara IPL, tetapi manajemen justru memberi guyuran bonus kepada para pemainnya.

CEO PT Pengelola Persebaya I Gede Widiade membenarkan kabar tersebut, namun ia mengatakan pemberian bonus tersebut ditujukan untuk meningkatkan motivasi pemain menjelang laga tandang ke markas PSM Makassar. ”Dengan bonus itu, kami memunyai harapan agar Persebaya mampu meraih poin di pertandingan lawan PSM nanti. Kami wajib memberikan apresiasi tersendiri kepada perjuangan pemain, meski hasil akhir tidak maksimal, “ ujarnya.

Selain memberi bonus, manajemen juga memutuskan untuk mempertahankan Divaldo Alves sebagai pelatih kepala, meskipun permainan tim Bajul Ijo menurun di putaran kedua ini. “Kami sudah lakukan evaluasi, tidak ada pembicaraan soal pergantian pelatih," ujarnya.

Persebaya Gagal Duetkan Soler dan Brizuela

Tekad Persebaya bisa menduetkan dua pemain asal Argentina, Fernando Soler dan pemain anyar Walter Brizuela Benitez dalam laga melawan Persema Malang di Stadion Gajayana, Minggu (22/4), harus ditunda dulu. Pasalnya, Fernando Soler dipastikan absen karena akumulasi kartu kuning.

Kepastian Fernando Soler harus menjalani hukuman satu kali larangan bermain akibat akumulasi kartu terjawab setelah Persebaya menerima nota larangan dari PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS), siang kemarin. Dalam nota larangan itu, Soler menjadi satu-satunya pemain Persebaya yang dilarang tampil karena sudah menerima dua kartu kuning, yaitu ketika menghadapi Semen Padang dan Bontang FC.

Sebelumnya, kubu Persebaya ngotot jika Soler tidak menerima kartu kuning saat laga melawan Semen Padang. Bahkan striker yang sudah mengemas tiga gol dalam dua laga itu disiapkan Pelatih Divaldo Alves dalam laga melawan Persema. Rencananya, Soler akan diduaetkan dengan gelandang baru sesama Argentina, Walter Brizuela Benitez. Mantan pemain Pelita Jaya dan Deltras Sidoarjo ini baru resmi dikontrak Persebaya, pekan lalu.

Anehnya, dalam nota larangan tersebut tidak ada nama Mario Karlovic. Padahal sebelumnya, pihak Persebaya baik Divaldo Alves maupun Manajer Persebaya Saleh Hanifah mengatakan jika Karlovic yang harus absen lawan Persema, bukan Fernando Soler. “Berdasarkan surat yang kami terima, hanya Soler yang absen, Karlovic tetap main,” ujar Saleh Hanifah, sore kemarin.

Ditambahkan Saleh, simpang siur masalah akumulasi kartu tidak perlu dipermasalahkan. Sebab, keterangan soal absen atau tidaknya Soler dan Karlovic berdasarkan formulir dari match commissioner report formulir C-10, bukan surat larangan bermain dari LPIS yang baru keluar kemarin. “Jadi resminya tiga pemain tidak bisa tampil di pertandingan itu. Dua pemain Persema dan satu pemain Persebaya, yaitu Soler,” tandasnya.

Selain Soler, Persebaya juga belum tentu bisa memainkan Walter Brizuela. Sebab, sampai dengan petang kemarin, pemain berusia 31 tahun itu belum mendapatkan pengesahan dari PT LPIS. Namun Persebaya tetap membawa Brizuela dalam 21 rombongan pemain yang akan berangkat ke Malang, Sabtu (21/4) pagi ini.

Rencananya, Persebaya akan menjajal lapangan Stadion Gajayana, sore harinya. “Tetap kami bawa untuk jaga-jaga, siapa tahu pengesahan keluar beberapa jam sebelum pertandingan,” ucap Saleh Hanifah.

Meski belum bisa memastikan status Brizuela, kubu Persebaya tetap bisa bernafas lega. Sebab, selain mendapatkan keajaiban Karlovic lolos dari akumulasi kartu, empat pemain pilar yang terpanggil dalam skuad Timnas Indonesia juga bisa merumput. "Tiga pemain yang ikut seleksi Timnas Senior berangkat menyusul, mereka dari Yogya akan langsung ke Malang, " jelasanya.

Seperti diketahui, tiga pemain Persebaya yaitu kiper Endra Pras, gelandang Taufiq dan Rendi Irawan sejak dua hari lalu sudah berada di Yogyakarta mengikuti seleksi pemain Timnas Senior yang diproykesikan tampil pada Turnamen di Palestina. Selain itu, Andik Vermansyah juga tetap memperkuat Persebaya setelah masuk dalam daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas U-22.
 

Trio Timnas Persebaya dan Brizuela Dibawa Lawan PSM

Persebaya IPL tetap membawa tiga pemain seleksi Timnas Indonesia dan satu pemain asing yang belum jelas statusnya dalam 18 pemain untuk melawan PSM Makassar Sabtu (28/4) nanti.

Taufiq, yang sempat absen dalam sesi latihan kemarin sore karena sakit, tetap dibawa bersama dua pemain yang seharusnya mengikuti seleksi dan pemusatan latihan Timnas Indonesia di Yogyakarta, Endra Prasetya dan Rendi Irawan.

Dimaz Galih Pratama yang menjadi kiper ketiga juga disiapkan untuk menjadi pengganti Dedy Iman yang ijin karena ada urusan ke;uarga.
Sementara itu, gelandang asing anyar mereka Walter Brizuela tetap dibawa. Nasibnya sendiri memang belum jelas. Ia bisa diturunkan lawan PSM nanti jika memang pengesahan dari PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) benar-benar turun sebelum kick off.

Menurut agen Brizuela, Gabriel Budi, pemain Argentina itu sudah didaftarkan Persebaya ke LPIS, dua hari sebelum jendela transfer tutup, 18 Maret lalu. Segala kelengkapan pun juga sudah diserahkan ke penyelenggara IPL itu. "Tinggal menunggu pengesahan dari LPIS turun," ujar Budi singkat.

Dua pemain gaek mereka, Mat Halil dan Erol Iba tidak ikut dalam rombongan ini. Mereka memang harus absen karena kartu merah yang diterima saat lawan Persema Malang lalu. Sedangkan Jusmadi juga absen karena menunggui istrinya yang melahirkan. Bajul Ijo dijadwalkan akan bertolak dari Surabaya ke Makassar pada siang ini, Kamis (26/4).

Berikut 18 pemain yang dibawa Persebaya ke Makassar:

Penjaga Gawang:
Endra Prasetya, Dimas Galih Pratama
Belakang:
Fastabiqul Khoirot, Otavio Dutra, Khomad Suharto, Edi Gunawan, Yusuf Hamzah, Rivelino Ardiles
Gelandang:
Taufiq, Rian Wahyu, Rendi Irawan, Feri Ariawan, Aulia Ardli, Mario Karlovic, Walter Brizuela
Penyerang:
Miko Ardiyanto, Fernando Soler, Andik Vermansyah

Persebaya Harus Cetak Gol Dulu

Ini adalah hari terakhir bagi sang arsitek Persebaya, Divaldo Alves untuk meracik timnya jelang menghadapi PSM Makassar, Sabtu (28/4) mendatang di stadion Andi Mattalata. Pelatih asal Portugal itu akan menyiapkan strategi khusus untuk membungkam tim yang berjuluk Juku Eja tersebut. Apalagi Bajul Ijo akan tampil pincang mengingat sejumlah pemain pilarnya dipastikan tidak bisa merumput.
Ada sekitar empat pemain Bajul Ijo yang sudah positif tidak diikutsertakan dalam lawatannya ke Makassar yakni Erol Iba, Mat Halil, Jefri Prasetya, dan M. Sodiq. Tapi yang paling membuat Divaldo cemas adalah kehilangan Mat Halil dan Erol, karena dua pemain itu memang menjadi tumpuannya. “Hari Rabu dan Kamis (hari) ini menjadi waktu yang penting bagi kami untuk meracik strategi sebelum hadapi PSM,” kata Divaldo.
Dalam latihan terakhir, Rabu (25/4) sebelum terbang ke Makassar, Divaldo lebih memfokuskan anak asuhnya pada penyelesaian akhir. Memang, jika Persebaya ingin mendapat hasil manis di Makassar, maka harus bisa mencetak gol terlebih dahulu. Sebab fakta membuktikan, jika Andik Vermansyah dkk bisa mencetak gol terlebih dahulu, besar kemungkinan pertandingan akan berakhir manis. Namun jika tertinggal lebih dulu, maka mental pemain Persebaya sedikit kacau.
Sebut saja saat tim ini menang di kandang Bontang FC beberapa waktu lalu, gol cepat Fernando Soler membuat pasukan Ijo percaya diri hingga akhirnya menang dengan skor 3-4. Di pertandingan selanjutnya saat dijamu Semen Padang (SP), gara- gara gol cepat yang dicetak Walson Junior, striker Semen Padang membuat mental anak asuh Divaldo sedikit menurun sehingga sempat tertinggal dua 2-0.
Untuk itu Divaldo berharap, selain meminta para pemainnya fokus pada penyerangan, juga tidak lupa pada pertahanan. Apalagi di waktu-waktu rawan seperti menit-menit awal. “Pemain harus fokus sejak sebelum pertandingan dimulai, baik di babak pertama maupun babak kedua. Saat bermain di Padang kami kecolongan gol di awal- awal babak pertama dan kedua,” tambah Divaldo.
Selain disibukkan meracik strategi, pelatih asal Portugal itu juga dipusingkan mencari pengganti Erol dan Mat Halil. Tanpa kedua pemain itu, Persebaya seakan-akan kehilangan tiang penyanggah. Seperti yang kita tahu, Erol menjadi tiang penyanggah kokohnya lini belakang, sementara Mat Halil menjadi mesin penggerak permainan. Kerugian bertambah karena keduanya merupakan pemain senior, yang sangat dibutuhkan oleh tim untuk memperkuat mental setelah menelan dua kekalahan beruntun.
Yang jelas, kata Divaldo, saat melawan PSM Makassar keduanya sudah pasti tidak bisa main. Untuk itu, mau tidak mau ia harus segera mencari penggantinya. “Karena Halil biasa bermain di depan, kemungkinan akan digantikan oleh Feri Ariawan. Penampilan Feri selama ini sudah bagus. Sebenarnya masih ada Jefri, tapi saat ini masih cedera jempol kakinya,” katanya.
Jika pengganti Mat Halil dinilai sudah sepadan, tidak sama halnya dengan calon pengganti Erol Iba. Saat melawan Semen Padang, Divaldo coba memasang Edi Gunawan, namun hasilnya cukup mengecewakan. Beberapa kali pemain itu lambat menjaga pergerakan pemain depan lawan. Pilihan lain tertuju pada Khomad Suharto dan Fastabiqul Khoirot. Fasta mulai dipercaya oleh Divaldo setelah membawa timnas Indonesia U- 21 menjadi runner di Piala Hasanah Bolkiah.
“Yang jelas saya tidak suka bilang duluan sebelum laga dimulai. Kita lihat saja nanti, pemain yang paling siap itulah yang akan saya beri kesempatan main. Yang jelas kami sangat butuh poin, poin penuh penting bagi kami,” pangkas Divaldo. Tapi Divaldo sedikit bisa tersenyum karena dua pemain asingnya, Fernando Soler dan Mario Karlovic yang sebelumnya terakumulasi kartu sudah bisa dimainkan.

Persebaya Batal Ujicoba Melawan Liverpool

Impian Persebaya menantang klub Premier League, Liverpool akhirnya kandas. Tim berjuluk Bajul Ijo itu batal menjajal Liverpool, yang awalnya diagendakan akan dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), 12 Mei 2012. Manajer tim Persebaya, Saleh Hanifah mengatakan, uji coba dengan Liverpool tidak jadi dilaksanakan, karena pada saat bersamaan Persebaya melakukan pertandingan kompetisi IPL menjami Bontang FC, 12 Mei."Jadwal pertandingan Persebaya padat pada bulan Mei, sehingga rencana uji coba dengan Liverpool batal," jelas Saleh, Jumat (20/4/2012).
Sebenarnya, kata Saleh, uji coba dengaan Liverpool merupakan kesempatan langka bagi Persebaya. Tapi, saat bersamaan jadwal kompetisi Persebaya padat. Selain batal uji coba dengan Liverpool, rencana menjamu tim Negeri Sembilan Malaysia pada bulan Mei juga dipastikan batal. "Uji coba dengan Negeri Sembilan kemungkinan baru bisa dilaksanakan pada Agustus nanti," ucap Saleh.
Persebaya sudah lebih dulu bertandang ke Malaysia, pada Maret lalu. Kini tim Bajul Ijo tinggal menjamu tim Negeri Sembilan.

Liverpool Batal Ladeni Persebaya Surabaya

Impian Persebaya dapatkan pelajaran dari Liverpool dipastikan batal. Laga persahabatan yang rencananya digeber di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, 12 Mei tersebut urung digelar.

Sejauh ini, kubu Persebaya belum dapatkan alasan pembatalan pertandingan tersebut.

"Dipastikan batal. Pihak Liverpool sudah kirim surat soal itu (pembatalan) hanya saja di sana tertulis tanpa alasan," terang manajer Persebaya, Saleh Hanifah.

The Reds sebelumnya dijadwalkan berkunjung ke Indonesia. Pada 9 mei melawan Timnas dilanjut 12 mei lawan Persebaya. Menurut Saleh, perwakilan Liverpool sudah lihat langsung ke GBT untuk mengechek kelayakan stadion. "Kira kira sebulan yang lalu perwakilan mereka ke sini," tambahnya.

Kubu Persebaya awalnya antusias menyambut laga tersebut. Pasalnya, pertandingan nanti akan makin mengasah kemampuan dan mental tanding para pemain. "Sayang batal. Padahal kami sangat antusias menyambutnya. Itu pengalaman langka," sesal Saleh.

Untuk mengisi kekosongan jadwal, Persebaya akhirnya dijadwalkan menjamu Bontang FC pada 12 Mei mendatang.

Lawan Persebaya, PSM Kemungkinan Belum Mainkan Deny Marsel

Kiper utama PSM Makassar, Deny Marsel sudah pulih dari sakit cacar yang menyerangnya. Ia bahkan sudah bergabung dengan rekan-rekannya dalam latihan rutin.

Tapi, kondisi Deny belum 100% menjanjikan untuk bisa ditampilkan melawan Persebaya Surabaya di Stadion Mattoanging, Sabtu (28/4) nanti. Pasalnya, penyakit cacar air yang dideritanya belum sepenuhnya hilang.

Dokter tim PSM, Indra Chuandy, mengatakan bahwa Deny memang masih dalam pemulihan. Secara medis, kata Indra, Deny sudah bisa tampil, tapi keputusan tetap ada pada pelatih.

Sementara itu, pelatih Petar Segrt, mengatakan bahwa dirinya masih akan melihat perkembangan Deny.

"Deny belum yakin bisa dimainkan. Saya masih harus melihatnya dalam beberapa hari ini," ujar pelatih Petar Segrt.

Meski sudah menjalani latihan bersama rekan-rekannya, Deny memang masih membutuhkan banyak waktu untuk istirahat. Karena usai, latihan tadi pagi di Lapangan karebosi, Deny merasa pusing.

"Masih oleng, belum stabil," tulis Deny di status BBM-nya.

Jika memang Deny belum bisa dipasang di bawah mistar gawang PSM, maka Andi M Guntur kemungkinan besar kembali menggantikannya untuk ketiga kalinya. Terakhir, Guntur mengawal gawang PSM saat berkunjung ke markas PSMS Medan, Sabtu (21/4) lalu.

Petar sendiri mengakui jika penampilan Guntur kian bagus dan konsisten. Itu dibuktikan dengan mampu menahan gempuran pasukan Ayam Kinantan dengan baik sehingga gawangnya tidak kebobolan.