Jumat, 23 Maret 2012

Divaldo: Lawan Negeri Sembilan Bukan Laga Persahabatan Biasa

Awalnya laga ini memang sebuah laga uji coba dengan sistem home and away tanpa trofi. Akan tetapi, menurut mantan pelatih Persijap Jepara dan Minangkabau FC ini, pihak Negeri Sembilan juga tengah mempersiapkan trofi. Agregat gol kandang tandang tetap dihitung seperti saat persahabatan dengan Kelantan FA di Unitiy Cup lalu.

"Update terbaru dari mereka, pertandingan ini ada trofinya. Tapi saya tak tahu namanya, yang pasti bukan Unity Cup. Untuk itu kita tetap serius menghadapi mereka," kata Divaldo.

Keseriusan Persebaya IPL dibuktikan dengan tetap membawa pemain-pemain terbaiknya ke Malaysia. Seperti Andik Vermansyah yang baru sepekan ini berada di Indonesia ikut diterbangkan lagi hari ini, Jumat (23/3).

Lebih dari itu, pelatih asal Portugal itu menilai pertandingan persahabatan dengan negara tetangga seperti ini sangat penting bagi Green Force. Persebaya IPL memang menargetkan finish di papan atas IPL musim ini dan ingin menjadi duta Indonesia di turnamen AFC. Yakni, liga Champions Asia (LCA) jika jadi juara IPL dan AFC Cup jika hanya mampu finish sebagai runner up nantinya.

"Saya lihat tim-tim Indonesia hanya mampu satu putaran saja di AFC. Kami tak ingin seperti itu juga di AFC nanti. Uji coba seperti ini juga bisa menjadi simulasi kami jika lolos ke turnamen AFC nantinya. Semoga!" tandas Divaldo.

Persebaya Pede Curi Poin di Malaysia

Andik Vermansyah sudah kembali ke Persebaya. Kini ia siap memperkuat Bajul Ijo dalam pertandingan persahabatan lawan klub Malaysia Super League (MSL), Negeri Sembilan FA. Hadirnya Andik membuat pelatih Divaldo Alves optimis timnya bisa mencuri poin di Negeri Jiran.

Media Relation Persebaya, Ram Surahman mengatakan, sesuai jadwal, tim akan bertolak ke Malaysia, Jumat (23/3/2012) besok. Rencananya, tim pelatih akan membawa 18 pemain.

"Tim akan berangkat hari Jumat besok dan dalam rombongan termasuk Andik Vermansyah," kata Ram singkat.

Andik memang absen cukup lama dari Persebaya. Total lima pertandingan Bajul Ijo harus dilewati tanpa Andik, termasuk saat mengalahkan Tim Nasional (Timnas) Indonesia dan Arema. Itu karena Andik harus berjuang bersama Timnas U-21 di ajang Hassanal Bolkiah Trophy.

Selama ini, peran Andik digantikan bek senior sekaligus pemain paling loyal di Persebaya, Mat Halil. Mulai Rabu (21/3/2012) kemarin, Andik sudah kembali ke tim. Pagi ini, ia juga ikut berlatih bersama tim di Stadion Gelora Bung Tomo. Kembalinya Andik nampaknya membuat Persebaya semakin percaya diri.

Pelatih Divaldo Alves tegas menyebut target timnya adalah mencuri poin di Malaysia.

"Target kita imbang di sana. Seperti kemarin saat lawan Kelantan, kita imbang di sana dan menang di Surabaya," tegas pelatih asal Portugal ini.

Pertandingan lawan Kelantan, Desember 2011 lalu seolah menjadi panggung untuk Andik. Ia adalah aktor dibalik kesuksesan Persebaya menjinakkan juara MSL 2011 dan pimpinan klasemen sementara MSL 2012 ini. Total Andik mempersembahkan dua gol dan dua assists di dua leg pertandingan Persebaya lawan Kelantan.

Penampilan cemerlang Andik mendapat pujian dari pelatih Kelantan saat itu, Peter Butler. "Andik bermain bagus. Sebenarnya saya sudah tahu dua pemain dari Persebaya, Andik dan Edy Gunawan. Mereka pemain bagus," puji Butler kala itu.

Buaya Siap Terkam Rusa

Persebaya akan melakoni laga persahabatan di Malaysia melawan Negeri Sembilan.
NEGERI SEMBILAN- Kali ini Persebaya 1927 lebih pede untuk bisa menaklukkan tim asal Malaysia, Negeri Sembilan dalam laga persahabatan yang berlangsung di Tuanku Abdul Rahman Stadium, Minggu (24/3) malam. Keyakinan itu hadir karena tim yang yang berjuluk The Deer (Sang Rusa) itu secara kualitas masih di bawah Kelantan FA, tim yang berhasil dikalahkan Bajul Ijo di piala Unity Cup beberapa waktu lalu.   
Melihat posisi peringkat  klasemen kompetisi Malaysia Super League (MLS), Negeri Sembilan memang tercecer di peringkat tujuh dengan poin 15 dari hasil 10 laga. Sementara Kelantan FA yang pernah dibungkam Andik Vermansyah dkk merupakan tim terbaik di Malaysia dengan nangkring diposisi puncak. Secara hitung- hitungan, tim yang mempunyai ikon Buaya ini dengan mudah bisa mengatasai sang Rusa Malaysia.
Apalagi, Bajul Ijo kini mempunyai tenaga baru di sektor striker yakni Fernando Soler yang pada pertandingan perdanaya sudah menunjukkan tajinya dengan mencetak dua gol. Bahkan, pemain yang baru bergabung dengan Persebaya itu mengaku siap kembali mencetak gol buat tim barunya. Ia menjelaskan, ambisi ini bukan semata- mata untuk melambungkan namanya saja. Tapi lebih dari itu, katanya, kepentingan tim adalah segalanya.
Untuk itu, ia siap tampil habis- habisan kendati laga ini bertajuk persahabatan. “Saya siap mencetak gol. Tapi yang paling penting kita akan bermain untuk tim. Kerjasama antar-pemain tetap harus dikedepankan,” kata pemain berusia 34 tahun itu.
Sang kapten Bajul Ijo, Erol Iba pun tidak kalah semangatnya untuk kembali melambungkan nama Persebaya bahkan Indonesia di mata masyarakat Malaysia. Pemain yang posisinya hampir tidak tergantikan di lini pertahanan Persebaya itu siap memimpin rekan- rekannya untuk meraih kemenangan di kandang Negeri Sembilan. “Saya yakin tim kita bisa mengakalahkan tim Malaysia itu. Saya akan memberikan permainan terbaik untuk tim,” kata Erol.
Sementara pemain mungil yang dijuluki ‘Messi-nya Indonesia’, Andik Vermansyah, sudah bukan rahasia lagi jika selalu menjadi ancaman bagi setiap lawan yang akan dihadapinya. Ketenaran Andik sudah mencorong di Negeri Jiran itu.
Selain dikenal saat ia berjibaku dengan timnas Malaysia di ajang SEA Games beberapa waktu lalu, pemainkelahiran Jember itu menjadi pemain yang memupuskan kemenangan Kelantan FA di depan publiknya sendiri. Tidak ingin kejadian itu terulang dan tentu tidak ingin malu di kandangnya sendiri, tim Negeri Sembilan sudah menyiapkan penjaga khusus untuk Andik.
Pelatih Persebaya, Divaldo Alves juga mengakui bahwa Negeri Sembilan secara kualitas masih di bawah mantan lawannya, Kelantan FA. Tapi, situasi dilapangan tidak bisa ditebak. Selama waktu 90’ menit belum berkhir segala kemungkinan masih bsa terjadi.
“Situasi pertandingan tidak bisa ditebak, Kelantan memang tim lebih kuat. Tapi saya akan berpikir Negeri Sembilan lebih kuat dari Kelantan,” tutur Divaldo.

Diektahui pembangunan jalan lingkar luar barat Surabaya ini merupakan program Pemkot yang sudah digagas sejak 1990-an, hanya saja pelaksanaannya baru bisa direalisasikan di atas tahun 2000. Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Simon Lekatompessy mengatakan, dewan akan terus mengawal program Pemkot ini. Jangan sampai program yang sudah bagus ini tidak bisa terwujud dampai menjelang pelaksanaan Asian Games 2019 mendatang.
Selain akses jalan yang harus dibangun Pemkot, lanjutnya, lembaga itu harus membangun lokasi parkir. Berdasarkan evaluasi pertandingan sepa bola antara Timnas U-21 melawan Persebaya lalu penontonnya menapai sekitar 50 ribu. Sementara, para penonton ini tidak bisa nyaman karena parkir kendaraan bermotornya jaraknya sekitar 2 sampai 4 km dari SSC.
“Masak ada penonton sepak bola parkir motor di Benowo, sedangkan dia nonton bolanya di SSC, yang jarak dari SSC-Benowo sekitar 2 kilometer. Itu kan tidak efektif dan menyusahkan penonton tentunya,” ungkapnya..
Menurutnya, lokasi parkir yang cocok di sana dalah lokasi parkir bertingkat. Dengan demikian penonton tidak perlu susah untuk parkir. Bahkan, parkir bertingkat ini sangat menguntungkan Pemkot.pur
nya.Namun khusus untuk kasus Miranda, tim penyidik sepakat untuk menunggu perkembangan persidangan cek perjalanan DGS BI dengan terdakwa Nunun Nurbaeti yang saat ini masih di gelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Apalagi jaksa penuntut umum yang dimotori M Rum berjanji akan menghadirkan Miranda Goeltom sebagai saksi di persidangan.

Persebaya Boyong Skuad Terbaik

Bentrok Persebaya Surabaya dengan klub Malaysia Negeri Sembilan FA, Minggu (25/3),memang hanya berlabel laga uji coba.Namun,bukan berarti Persebaya bakal tampil setengah hati.

Persebaya memboyong skuad terbaik ke negeri jiran. Sinyal Bleduk Ijo tak ingin main-main dalam laga melawan tim berjuluk Sang Rusa itu terlihat dari 18 pemain yang bertolak dari Bandara Surabaya menuju Malaysia, Jumat (23/3) siang.Hampir semua pemain inti dibawa, termasuk beberapa pemain yang sebenarnya dalam kondisi cedera. “Kami tidak mau ambil risiko.Kami akan turunkan pemain terbaik dan yang paling siap,“ ujar Pelatih Persebaya Divaldo Alves.

Di posisi penjaga gawang,Divaldo membawa dua kiper terbaiknya,Endra Prasetya dan Dedy Iman.Padahal,Endra yang absen dalam laga terakhir putaran pertama Indonesian Primer League (IPL) melawan Bontang FC masih dalam proses penyembuhan.Cedera lutut yang mendera Endra diharapkan pulih sebelum pertandingan.“Dua kiper ini yang terbaik di Persebaya.Saya yakin Endra bisa pulih tepat pada waktunya nanti,“ ujarnya.

Sementara di lini belakang,Divaldo juga tetap membawa Rivelino Ardilles. Sama seperti Endra Pras,tandem Otavio Dutra ini sebelumnya absen melawan Bontang FC karena mengalami cedera sprain hamstring. Cedera ini didapat saat pertandingan melawan Persibo Bojonegero. “Rivelino sudah siap turun, tinggal melatih kekuatan ototnya.Sekarang sudah ditangani fisioterapis,”tandas pelatih asal Portugal ini.

Wajar jika Divaldo tetap membawa Rivelino meski baru sembuh dari cedera. Maklum, pemain asal Minangkabau ini dianggap menjadi pendamping paling ideal bagi Dutra mengawal lini pertahanan Persebaya. Bahkan,selama beberapa pertandingan terakhir di ajang IPL,duet Dutra-Rivelino nyaris tak tergantikan.Namun,jika terpaksa tidak bisa tampil, Khomad Suharto menjadi alternatif utama seperti ketika menghadapi Bontang FC.

Di lini tengah, tidak ada satu pun gelandang terbaik yang ditinggal di Surabaya. Trio Rendi Irwan,Taufiq,dan Mario Karlovic akan jadi andalan.Selain itu juga masih ada Jusmadi,Aulia Ardy,dan Ryan Wahyu yang biasa menjadi pemain pengganti.

Persebaya Waspadai Sayap Kiri Negeri Sembilan

Meski bukan tim papan atas Malaysia Super League (MSL), Negeri Sembilan tidak boleh dipandang remeh. Pelatih Persebaya, Divaldo Alves mengatakan, tim berjuluk The Deer diperkuat serangkaian pemain berkualitas. Namun yang paling diwaspadai adalah sayap kiri mereka, Subramaniam Kunanlan.

Sebelumnya, Divaldo mengaku sudah mengantongi dan mempelajari kekuatan tim Negeri Sembilan. Ia menyimpulkan, tim asuhan Mohd Azraai Khor Abdullah banyak mengandalkan bola-bola diagonal. Strategi ini kerap menyulitkan lawannya. Kunanlan adalah salah satu aktor kesuksesan Negeri Sembilan.

Divaldo tak segan menyebut punggawa Tim Nasional (Timnas) Malaysia ini sebagai pemain yang patut diwaspadai oleh timnya. "Sayap kiri mereka kuat sekali. Mereka banyak melepaskan bola diagonal, termasuk dari sayap kiri," tutur Divaldo.

Kunanlan adalah pemain kelahiran Selangor, 15 September 25 tahun silam. Di usia yang masih tergolong muda, pemilik nomor punggung 7 di klub ini, sudah pernah merasakan tiga gelar juara. Pertama saat ia membawa Negeri Sembilan juara Malaysia Cup tahun 2009 silam.

Setahun berikutnya, Kunanlan dua kali naik ke podium, yakni saat Negeri Sembilan merebut gelar Malaysia FA Cup, serta saat Timnas Malaysia juara Piala AFF 2010 lalu. Saat itu, Harimau Malaya berhasil menyingkirkan Timnas Indonesia di babak final.

Selain Kunanlan, Negeri Sembilan juga diperkuat tiga pemain asing, yakni Marian Farbak (Slovakia), Marquem Goncalves Ferreira (Brazil) dan Jean-Emmanuel Effa Owona (Kamerun). Selain itu masih ada pemain berlabel Timnas lainnya, seperti Gengatharan Mahathevan dan striker Ahmad Shakir Mohd Ali.

Persebaya Andalkan Andik

Persebaya Surabaya bakal serius dalam partai ujicoba melawan Negeri Sembilan FA di Stadion Tuanku Abdul Rahman Stadium, Malaysia, Minggu (25/3) mendatang. Meski tampil di kandang lawan, tim berjuluk Bajul Ijo itu yakin bisa membawa mendapatkan minimal hasil imbang.

Keyakinan kubu Persebaya itu diungkapkan Pelatih Divaldo Alves usai menjalani latihan terakhir di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin. Menurutnya, hasil imbang merupakan target paling realistis. "Target kita di sana bisa menahan imbang dulu lawan. Baru nanti di pertemuan kedua di Surabaya, kita akan habis-habisan untuk menang," tukas pelatih asal Portugal ini.

Wajar jika Divaldo Alves percaya diri menghadapi Negeri Sembilan FA. Maklum, Persebaya punya kenangan manis ketika menghacurkan juara Malaysia Super League (MSL), Kelantan FA, di ajang Unity Cup 2011 lalu. Saat itu, di leg pertama Persebaya berhasil menahan imbang Kelantan FA 1-1 di Malaysia. Kemudian meraih kemenangan di leg kedua ketika bartanding di Surabaya dengan skor 3-2. “Kita ingin seperti melawan Kelantan, minimal imbang dulu di sana," ujarnya.

Diatas kertas Persebaya sebenarnya bisa mengatasi perlawanan Negeri Sembilan FA. Sebab, tim berjuluk Sang Rusa itu tidak sehebat Kelantan FA yang berstatus juara MSL 2011. Musim lalu Negeri Sembilan FA finish di peringkat ke delapan. Sedangkan saat ini berada di peringkat tujuh dalam klasemen sementara MSL. Dari sepuluh laga, Negeri Sembilan FA mencatatkan hasil tidak terlalu istimewa, empat kemenangan, tiga kali imbang imbang dan tiga laga lainnya menderita kekalahan.

Tidak hanya berbekal pengalaman menghadapi Kelantan FA yang membuat Persebaya percaya diri. Faktor lain adalah kehadiran bintang Persebaya Andik Vermanysah. Dipastikan pemain mungil yang menjadi buat bibir di benua asia itu akan kembali tampil bersama Persebaya setelah absen dalam tiga pertandingan di ajang Indonesian Primer League (IPL) karena harus menunaikan tugas membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia U 21 di ajang Sutan Hassanal Trophy belum lama ini.

Kehadiran Andik Vermasnyah akan sangat berarti untuk menambah daya serang Persebaya. Bisa jadi pemain yang kabarnya dilirik Inter Milan akan kembali menampati posisi aslinya sebagai gelandang serang. Pasalnya Persebaya sudah memiliki striker baru pengganti Andrew Barisic, yaitu Fernando Gaston Soler.

Tapi Andik bisa juga akan diplot sebagai penyerang mendampingi Soler yang sukes mencetak dua gol dalam debutnya bersama Persebaya saat melumat Bontang FC. “Adanya Andik jelas akan mempengaruhi permainan Persebaya dimana pun dia bermain,“ ujar Divaldo.

Sementara itu, Media Relation Persebaya Ram Surahman memastikan jika Andik Vermansyah akan dibawa terbang ke Malaysia. Rencana, skuad Persebaya akan bertolak dari Surabaya menunju Malaysia, Jumat (23/3) siang ini dengan memboyong 18 pemain. “Ada 18 pemain yang kita bawa, termasuk Andik, lengkapnya tunggu pengumanan dari pelatih besok, “ ucapnya.

Persebaya Sukses Gaet Mantan Pemain Timnas Kamerun

Setelah merekrut Fernando Soler untuk memperkuat lini depannya, kali ini Persebaya mendatangkan mantan gelandang timnas Kamerun, Alain N’gkong.Persebaya merekrut N’gkong untuk mengisi posisi Amaral, yang harus absen selama sembilan bulan karena cedera lutut. Meski usianya sudah 32 tahun, N’gkong tetap mampu tampil agresif. Bonek semakin terpukau dengan N’gkong setelah melihat tendangan kaki kirinya yang keras.
Julukan pun langsung disematkan Bonek, julukan suporter Persebaya, untuknya. ‘King Kong’, begitu N’gkong dipanggil. Sang pemain sendiri tak mempermasalahkan julukan tersebut, bahkan ia mengaku cukup familiar dengan julukan King Kong.
Saat masih memperkuat klub divisi dua Spanyol, Las Palmas, musim 2002-2003 lalu, N'kong, juga mendapat julukan serupa.
“Saya tidak tahu mengapa saya mendapatkan julukan itu. Pelan-pelan saya merasa nyaman dan saya tidak mempermasalahkannya. Sebab, itu tanda mereka sayang kepada saya,” ucapnya.
“Bonek bisa tetap memanggil saya King Kong,” N’gkong menambahkan.
Kini King Kong tengah berada di Jakarta untuk menyelesaikan masalah administrasinya. Ia mengakui, reputasi fanatisme Bonek yang sampai ditelinganya menjadi salah satu alasan mengapa ia ingin berkostum Hijau-Hijau.
Sementara itu, Amaral dikabarkan sudah menjalani operasi lutut di Omni Medical Center, Pulomas, Jakarta Timur. Operasi berlangsung selama 1,5 jam dan membutuhkan waktu sembilan bulan untuk pemulihan. Mantan pemain Timnas Brasil ini dikabarkan akan gantung sepatu di Indonesia.