Senin, 02 April 2012

Persibo Akui Persebaya Lawan Terberat


Persibo Bojonegoro optimis bisa menembus klasemen teratas dalam Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012 pada putaran pertama. Namun mereka juga mewaspadai performa Persebaya.
 
Demi menuju target juara, kesebelasan yang memiliki seragam kebesaran berwarna jingga itu akan lebih memanfaatkan pertandingan kandang yang akan digelar sebanyak 3 kali, untuk menabung poin sebelum bertandang ke Persema Malang.
 
"Dengan kesempatan pertandingan kandang ini semoga tim bisa meraih poin penuh, untuk menjaga stabilitas, dan mencari modal poin," kata Manajer Tim Persibo Bojonegoro, Nur Yahya, Jumat (03/02/2012).
 
Persibo akan melakoni tiga laga kandang beruntun sejak Senin (13/02/12), menghadapi Persija, lalu pada tanggal 18 Februari melawan PSM Makasar, dan pada laga kandang terakhir, Persibo akan melawan Persebaya di tanggal 10 Maret. Setelah itu, mereka melawan Persema di Malang.
 
Menghadapi jadwal kandang yang padat tersebut, Persibo siap meraih hasil maksimal, namun mengatakan itu bukan hal yang mudah apalagi saat harus melawan Persebaya.
 
"Dalam keempat pertandingan ini semuanya tim kuat. Tetapi lawan yang paling berat adalah Persebaya," ujar Yayak, sapaan akrab Nur Yahya.
 
Yayak menjelaskan, saat ini pemain Persibo terus melakukan perbaikan mental untuk menghadapi pertandingan tandang. Namun dalam pertandingan juga dipengaruhi dengan faktor keberuntungan.
 
Dia mencontohkan, pertandingan Persebaya melawan Persiba Bantul kemarin, yang berakhir 0-1untuk Persiba. Faktor keberuntungan ia nilai belum memihak kepada Persebaya.

Andik Berambisi Masuk Timnas Senior Tahun Ini

Gelandang muda Persebaya Surabaya Andik Vermansyah memupuk harapan di tahun ini. Pemain pilar Garuda Muda ini berharap tahun 2012 adalah tahun peningkatan prestasi baginya, baik prestasi di klub maupun di tim nasional.
 
"Saya ingin masuk tim nasional senior," ungkap Andik, dilansir ligaprima.co.id.
 
Keinginan untuk menjadi pemain timnas memang sudah lama dipendam pemain kelahiran Jember ini. Separuh keinginan itu sebenarnya sudah tercapai ketika ia dipanggil untuk memperkuat Timnas U-23 di SEA Games XXVI 11-22 Oktober 2011 lalu.
 
Meski hanya meraih medali perak, aksi impresif pemain bernomor punggung 10 di Persebaya ini membuat banyak pihak berdecak kagum. Apalagi, aksi Andik ketika memperkuat Indonesia Selection melawan LA Galaxy di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), sangat impresif. Bahkan David Beckham pun menghadiahkan kaus yang dipakainya kepada pemain bertinggi 162 cm ini.
 
Andik mengaku masuk di timnas senior memang tak mudah meski ia sudah memperkuat Timnas U-23. Pasalnya, persaingannya lebih ketat karena di sinilah para pemain terbaik seluruh Indonesia berada. "Ya, memang butuh latihan lebih keras lagi agar saya bisa masuk ke sana," ujar pemain berusia 20 tahun itu.

Andik Vermansyah dan Tiara Romantis di Pantai Papuma

Sebagai gelandang serang, tipikal Andik Vermansyah begitu licin dan garang saat berkostum Persebaya 1927. Tapi, coba tengok aktivitasnya dalam mengisi jeda kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI). Andik tetaplah manusia biasa yang butuh bersosialisasi dengan kawan-kawan lama, keluarga, termasuk memadu kasih dengan sang pacar.
Ya, telah satu tahun tiga bulan ini Andik jalan dengan Tiara Darmawanti. Gadis cantik berambut panjang itu adalah adik temannya saat bersekolah di SMA Sejahtera, Surabaya. "Pertama kenal waktu saya main ke rumah teman. Nggak tahu, begitu lihat kok langsung merasa sreg," cerita Andik saat ditemui di Harris Suites, FX Sudirman, Jakarta, Senin (20/6).
Di mata pemain kelahiran Jember, 22 November 1991, ini Tiara begitu istimewa. Selain cantik, siswa SMAN 6 Surabaya itu juga mendukung penuh kariernya sebagai pemain sepakbola profesional. Tiara dan kedua orangtuanya selalu hadir di Stadion 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya, ketika Andik dan kawan-kawan tampil menjamu lawan.
"Cantik, baik, dan pengertian," ungkap Andik saat ditanya kelebihan Tiara. Menurut eks punggawa tim Jatim yang merebut medali emas di PON XVII Kaltim 2008 ini, masa jeda kompetisi merupakan saat terbaik untuk memanjakan pujaan hatinya.
Beberapa hari lalu, Andik mengajak Tiara menikmati indahnya Pantai Tanjung Papuma, Jember. Tak ragu, dia pun memamerkan beberapa fotonya saat berjalan berdua menyusuri pasir putih. Andik mengenakan celana hitam, kaos putih, dan berkacamata hitam. Sedangkan Tiara terlihat anggun dengan sackdress motif kembang-kembang, juga dengan kacamata mitam.
Dalam salah satu “scene”,  sejoli itu tampak bergandengan tangan. "Enggak berdua kok. Kita ke pantai ramai-ramai dengan teman," cetus Andik.
Bukan hanya Pantai Papuma yang jadi tujuan liburan keduanya di Jember. Andik tak lupa mengajak Tiara mengunjungi kebun jeruk di kawasan Semboro. Kebun seluas satu hektar lebih itu merupakan warisan dari kakek Andik. "Dulu milik bapak dan keluarganya, tapi sekarang sudah saya beli. Istilahnya saya 'nyusuki' ke saudara-saudaranya bapak," terangnya. Kegiatan yang paling disukai Andik adalah memetik jeruk ramai-ramai. Tradisi itu pula yang dilakukannya setiap Lebaran.
Bila tidak keluar kota, kencan Andik dan Tiara paling-paling diisi karaoke bersama teman-teman atau jalan-jalan ke mal. Lantas, kapan rencana menikah? "Sepertinya masih jauh, saya masih memikirkan timnas. Masuk timnas merupakan impian saya sejak pertama kali belajar main bola," tutur anak pasangan Saman dan Jumiah ini. Tapi, kalau kostum timnas gagal ia kenakan, Andik siap mengakhiri masa lajang pada usia 25 tahun.

Andik Vermansyah Bermain di Liga Italia? Ini Ulasannya


Gembar gembor yang mengaitkan nama Andik Vermansyah dengan sejumlah klub Serie A Italia, mendapat tanggapan dari pengamat sepak bola Italia, Rayana Djakasurya. Menurut pria yang lama bermukim di 'Negeri Spaghetti' itu, standar kualitas Andik masih sulit menembus ketatnya persaingan sepak bola Italia. Karena itu, kabar Andik yang dikaitkan dengan klub Serie A dipandangnya hanya sebatas sensasi.

"Sepak bola Italia itu realistis. Mereka beri penilaian secara fair. Pemain yang dianggap jelek, ya dikatakan jelek. Bagus, ya bagus. Mereka tidak bakal rekrut pemain hanya didasari isu. Semua ada pertimbangan teknis," kata Rayana saat dihubungi, Rabu (28/3).

Secara jujur Rayana mengatakan bahwa skill, fisik, dan mental Andik masih jauh untuk bisa bersaing di Italia. Dengan ukuran tubuhnya yang hanya 160-an sentimeter, Andik akan sulit bersaing dengan pemain bertubuh tinggi besar dan memiliki kecepatan di atas rata-rata.
"Andik secara teknis biasa-biasa saja. Kalau untuk bermain di Serie A, harus jujur Andik belum ada apa-apanya," ulas Rayana.

Rayana merujuk pada penampilan Andik selama ini yang belum mempertontonkan performa maksimal di Liga Prima Indonesia. Andik dipandang hanya tampil baik di laga persahabatan lawan LA Galaxy dan turnamen Hassanal Bolkiah. "Lawan LA Galaxy kita semua tahu itu laga uji coba. Dan, pastinya akan diberi kesempatan pemain Indonesia beraksi. Karena itu, Andik mampu menonjol," nilainya.

Pun halnya di Hassanal Bolkiah di mana Andik hanya menghadapi tim Asia Tenggara yang berusia di bawah 21 tahun. "Untuk bermain di Italia, itu tidak bisa hanya dinilai dari satu dua performa. Seorang (Yuto) Nagamoto yang juara Asia saja butuh waktu lama. Dia harus merintis dari usia muda di tim junior," katanya.

Untuk itu, dia meminta sejumlah pihak agar realistis. Hanya dengan pembinaan pemain yang benar, publik bisa berharap melihat pemain Indonesia bermain di kompetisi papan atas seperti Serie A.
"Kita harus memiliki pemain yang siap secara mental, teknis, dan fisik baik untuk bermain di Italia,'' katanya. ''Sayangnya, hingga saat ini kita harus jujur bahwa kualitas pemain kita masih jauh jika ingin bermain di Italia."

Biodata Tentang Persebaya

DATA KLUB

Nama Klub: Persebaya Surabaya
Alamat: Wisma Eri Irianto, Jalan Karanggayam 1, Surabaya
Julukan: Bajul Ijo, Green Force
Suporter: Bonek mania
Nama Stadion: Gelora Bung Tomo Surabaya
Kapasitas: 55.000

Kostum:
1. Hijau - Hijau - Hijau
2. Hijau Muda/Hitam - Hijau Muda - Hitam
Nama Perusahaan: PT Pengelola Persebaya
Website: persebaya.co.id

MANAJEMEN KLUB
CEO: Gede Widiade
Manajer Tim: Edu Juanda
Pelatih Kepala: Divaldo Alves
Asisten Pelatih: Ibnu Grahan, Machrus Afif, Ahmad Rosyidin

Jamu PSMS, Persebaya IPL Kembali Gunakan GBT

Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya kembali dipilih Persebaya Surabaya sebagai home base mereka di lanjutan Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012 ini. Menghadapi PSMS Medan pada Minggu (08/4) nanti mereka akan kembali menggunakan stadion tersebut.

"Resmi, kita jamu PSMS Medan di GBT 8 April nanti. Kick off pukul 15:30 WIB," terang Media Offficer Persebaya, Ram Surrahman.

Sudah dua kali Persebaya IPL menggunakan GBT. Yang pertama dalam uji coba melawan Timnas Indonesia, dan selanjutnya menjamu Arema di lanjutan kompetisi IPL. Suksesnya, selain membludaknya Bonekmania, Persebaya IPL selalu menang di dua laga tersebut.

Hal ini seolah menjadikan stadion berkapasitas 60 ribu penonton tersebut memiliki tuah tersendiri bagi Green Force. Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk penggunaan GBT sendiri juga sudah keluar. Kendati demikian, Persebaya IPL masih belum mau menjadikan GBT sebagai home base tetap mereka di sisa musim ini.

"Perwali memang sudah keluar, tapi penggunaan GBT bagi Persebaya sifatya masih situasional saja. Untuk sementara ini masih kami pertimbangkan," tambah Ram.

Kapten Timnas U21 Kuliah di Unitomo (Andik Vermansyah)

Andik Vermansyah di dunia sepak bola nasional benar-benar diakui. Buktinya, saat mengunjungi kampus Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya kemarin, kapten Timnas U21 ini disambut meriah oleh mahasiswa dan insan kampus lain.

Kedatangan Andik di kampus tersebut bukan hendak bermain sepak bola, melainkan hendak mendaftar sebagai mahasiswa baru di Unitomo. Kedatangan sang bintang lapangan itu membuat semua yang ada di ruangan keluar. Andik lalu didaulat menunjukkan kebolehannya memainkan bola di lapangan futsal di depan halaman kampus. Pemain mungil asal Jember ini pun membuat semua orang mengelu-elukannya. Andik begitu menikmati permainan bersama tim kampus barunya.

"Santai dan berbagi senang saja," celoteh Andik sebelum turun lapangan.

Selama 15 menit, puluhan mahasiswa memadati lapangan futsal. Mereka menikmati penampilan dan kepiawaian serta skill Andik memainkan si kulit bundar. Tepuk tangan dan teriakan membahana di kampus tersebut "Andik..Andik...! Lagi, lagi!," teriakan untuk Andik terus terdengar.

Usai bermain pun pemain Persebaya ini jadi rebutan foto bersama. Sebelum bermain futsal, Andik lebih dulu menunjukkan skill menggocek bola dengan free style. Mulai mendrible bola, merambatkan bola ke leher belakang, punggung, hingga kepala. Bola itu terus lengket di tubuhnya.

Lalu kenapa Andik ingin kuliah? Andik menyadari bahwa tidak mungkin dia menjadi pemain bola selamanya. Karena usia tak mungkin bisa dikelabui. Sadar akan hal itu, Andik ingin menjadi pengusaha. Pemain Persebaya ini akan serius mendalami program studi manajemen di Fakultas Ekonomi Unitomo.

"Saya ingin jadi pengusaha. Sebab, masa keemasan pemain bola sangat terbatas. Saya ingin jadi pengusaha," kata Andik memberi alasan kenapa ingin kuliah.

Pemain yang kini memasuki usianya 21 tahun ini sedang merancang usaha. Tentu usaha ini tidak akan lari jauh dari dunia olahraga dan sepak bola. Pemain ini ingin merintis wirausaha secara serius. Termasuk kumpul-kumpul modal selama ini menjadi kapten Timnas dan Persebaya.

Menurut dia, dengan penguasaan akan ilmu manajemen yang benar, setidaknya jalan menjadi pengusaha makin terarah. Dia juga menolak menjadi PNS meski dengan prestasi internasional padahal peluang ini sangat terbuka. Andik mengaku, masih tak ingin terikat aturan dan waktu.

"Saya saja nanti kuliahnya relatif fleksibel. Kuliah rutin malam usai latihan. Atau kami akan kuliah di mes Persebaya," kata Andik.

Wakil Rektor Unitomo Mulyanto mengaku senang dengan keputusan Andik untuk melanjutkan kuliah di Unitomo. "Apa yang diinginkan Andik menjadi bagian Unitomo sangat tepat, kami akan membuat proses pengajaran yang baik," katanya.

Mulyanto menerangkan di Unitomo pemain kelahiran Surabaya 23 November 1991 ini akan menempuh program studi (prodi) Manajemen Fakultas Ekonomi. "Kami bangga menerima Andik di kampus ini. Dia berhak atas beasiswa prestasi," katanya.