Manajemen
Persebaya Surabaya meradang. Pasalnya, tim kebanggaan Bonek ini baru
saja menelan kekalahan ketiga beruntun di pentas Indonesia Premier
League (IPL). Sabtu (28/4/2012) sore di Stadion Andi Mattalatta, Bajul
Ijo takluk atas tuan rumah PSM dengan skor 0-2.
CEO Persebaya,
Gede Widiade tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas prestasi tim
asuhan Divaldo Alves. Apalagi, kali ini Persebaya tumbang bukan karena
kepemimpinan wasit yang membela tuan rumah, melainkan lebih ke kualitas.
Bajul Ijo boleh dibilang bermain buruk di Makassar.
Gede
semakin murka, sebab tim yang dihadapi sempat mengeluhkan masalah gaji.
Sedangkan sebagai sesama tim IPL, keuangan Persebaya boleh dibilang
paling sehat. Bahkan, seusai kalah lawan Persema, Gede masih memberikan
bonus khusus ke pemain.
"Seolah tidak bertenaga dan kurang fokus. Padahal, gaji tidak telat, bonus juga diberi meski kalah lawan Persema," ucap Gede.
Meski meradang, Gede mencoba bersikap tenang. "Semua komponen harus
introspeksi diri lebih dalam. Jangan ada yang saling menyalahkan satu
sama lain, tapi cari solusi," katanya bijak.
Kekalahan 0-2 atas
PSM adalah kekalahan ketiga beruntun. Sebelumnya, Persebaya juga takluk
atas Semen Padang dan Persema. Di dua laga itu, Persebaya merasa
kemenangannya 'dicuri' oleh wasit.
Namun untuk kali ini, absennya tiga pemain, Erol Iba, Mat Halil dan Jusmadi disebut sebagai faktor utama.
"Belum ada yang bermain seperti Halil dan Erol. Ini menjadi tugas coach
untuk lebih menggenjot para pemain agar tampil lebih baik di kemudian
hari," papar bos klub internal PSSI Surabaya, Rheza-Mahasiswa ini. Lalu
bagaimana masa depan Divaldo? Gede rencananya datang ke Surabaya untuk
mengevaluasi tim.
Diberitakan, dua gol PSM dicetak oleh Andi
Oddang dan Ilija Spasojevic. Sementara itu, akibat kekalahan ini, posisi
Persebaya melorot ke posisi tujuh. Persebaya kini tertinggal satu angka
dari Persiraja. Laga kemarin menjadi kekalahan ketujuh dari 14
pertandingan Persebaya.
Kamis, 03 Mei 2012
Usai Lawan PSM, Andik-Brizuela Cedera
Kekalahan
Persebaya atas PSM, Sabtu (28/4/2012) dengan skor 0-2 masih menyisakan
cerita duka. Dua pemain dikabarkan mengalami cedera. Mereka adalah Andik
Vermansyah dan gelandang impor, Walter Brizuela.
Andik, menurut pelatih Divaldo Alves, mengalami cedera hamstring. Oleh karena itu, pemilik nomor punggung 10 di Persebaya ini ditarik di menit ke-71 dan digantikan debutan Rian Wahyu. Sedangkan Brizuela dikabarkan mengalami cedera di tulang kering kanannya.
Andik juga mengaku merasa nyeri di hamstring kanannya. Oleh fisioterapis Persebaya, M Yanizar, ia diminta istirahat. "Disuruh terapi sama renang, Mas," kata kapten Tim Nasional (Timnas) U-21 Indonesia di ajang Hassanal Bolkiah Trophy 2012.
Ketika dikonfirmasi, dokter tim Persebaya, dr Heri Siswanto menampik kabar jika Andik dan Brizuela mengalami cedera parah. Menurut pria berkacamata ini, Andik dan Brizuela hanya mengalami memar. "Hanya memar biasa, tidak parah," kata dr Heri, Minggu (29/4/2012).
Sementara itu, muncul pertanyaan ketika bek Rivelino Ardiles tidak dimainkan saat lawan PSM. Padahal selama ini, adik bek Semen Padang, Henky Ardiles ini selalu menjadi pilihan utama di lini belakang. Namun saat lawa Juku Eja, justru Fastabiqul Khoirot lah yang dipasang sebagai tandem Otavio Dutra.
Ketika ditelisik, dr Heri menyampaikan jika Rivelino masih mengalami cedera. Selama ini, secara medis pemain asal Padang itu belum sembuh total, namun pelatih Divaldo selalu memaksakan Rivelino untuk main. Alhasil cederanya tidak bisa sembuh sempurna.
Andik, menurut pelatih Divaldo Alves, mengalami cedera hamstring. Oleh karena itu, pemilik nomor punggung 10 di Persebaya ini ditarik di menit ke-71 dan digantikan debutan Rian Wahyu. Sedangkan Brizuela dikabarkan mengalami cedera di tulang kering kanannya.
Andik juga mengaku merasa nyeri di hamstring kanannya. Oleh fisioterapis Persebaya, M Yanizar, ia diminta istirahat. "Disuruh terapi sama renang, Mas," kata kapten Tim Nasional (Timnas) U-21 Indonesia di ajang Hassanal Bolkiah Trophy 2012.
Ketika dikonfirmasi, dokter tim Persebaya, dr Heri Siswanto menampik kabar jika Andik dan Brizuela mengalami cedera parah. Menurut pria berkacamata ini, Andik dan Brizuela hanya mengalami memar. "Hanya memar biasa, tidak parah," kata dr Heri, Minggu (29/4/2012).
Sementara itu, muncul pertanyaan ketika bek Rivelino Ardiles tidak dimainkan saat lawan PSM. Padahal selama ini, adik bek Semen Padang, Henky Ardiles ini selalu menjadi pilihan utama di lini belakang. Namun saat lawa Juku Eja, justru Fastabiqul Khoirot lah yang dipasang sebagai tandem Otavio Dutra.
Ketika ditelisik, dr Heri menyampaikan jika Rivelino masih mengalami cedera. Selama ini, secara medis pemain asal Padang itu belum sembuh total, namun pelatih Divaldo selalu memaksakan Rivelino untuk main. Alhasil cederanya tidak bisa sembuh sempurna.
Ketua Panpel Persebaya Dicopot?
Kegagalan
Persebaya menggelar pertandingan lawan PSMS, April lalu membuat
pertandingan disorot. Meski pernah meraup keuntungan hingga Rp 1 miliar
hasil laga lawan Arema, kursi Ketua Panpel Sutrisno masih belum aman.
Beredar kabar, sebelum pertandingan home lawan Bontang FC, 13 Mei mendatang, akan ada pergantian pimpinan di jajaran panpel. Bahkan sudah muncul tiga nama yang dikaitkan bakal menggantikan posisi Sutrisno. Mereka adalah mantan manajer Persebaya, Lilik Suhartoyo, bos klub internal SFC Chusnul Farid, dan Media Relation Persebaya Ram Surahman.
Indikasi pergantian ketua panpel sudah menguat sejak pekan lalu. Utamanya saat CEO Persebaya Gede Widiade mengadakan evaluasi atas kinerja klub. Menariknya, tak ada Sutrisno di pertemuan itu. Justru Ram dan Farid yang terlihat melakukan pembicaraan serius dengan Gede.
Ketika dikonfirmasi, Ram tak mau berkomentar banyak. “Kita lihat saja dalam waktu dekat ini," kata Ram, Rabu (2/5/2012) sore.
Senada dengan Ram, Farid juga belum mau berandai-andai soal kemungkinan dirinya menjadi ketua panpel Persebaya. Ia Farid memasrahkan urusan itu kepada PT.Pengelola Persebaya.
Terpisah, Sutrisno kepada wartawan, mengaku belum mendengar kemungkinan dirinya digeser. Namun ia pasrah seandainya benar-benar lengser dari jabatan ketua panpel. Harus diakui, gagalnya pertandingan lawan PSMS membuat Bajul Ijo kehilangan pemasukan. Tak hanya itu, gagalnya laga ini membuat peforma tim turun.
Beredar kabar, sebelum pertandingan home lawan Bontang FC, 13 Mei mendatang, akan ada pergantian pimpinan di jajaran panpel. Bahkan sudah muncul tiga nama yang dikaitkan bakal menggantikan posisi Sutrisno. Mereka adalah mantan manajer Persebaya, Lilik Suhartoyo, bos klub internal SFC Chusnul Farid, dan Media Relation Persebaya Ram Surahman.
Indikasi pergantian ketua panpel sudah menguat sejak pekan lalu. Utamanya saat CEO Persebaya Gede Widiade mengadakan evaluasi atas kinerja klub. Menariknya, tak ada Sutrisno di pertemuan itu. Justru Ram dan Farid yang terlihat melakukan pembicaraan serius dengan Gede.
Ketika dikonfirmasi, Ram tak mau berkomentar banyak. “Kita lihat saja dalam waktu dekat ini," kata Ram, Rabu (2/5/2012) sore.
Senada dengan Ram, Farid juga belum mau berandai-andai soal kemungkinan dirinya menjadi ketua panpel Persebaya. Ia Farid memasrahkan urusan itu kepada PT.Pengelola Persebaya.
Terpisah, Sutrisno kepada wartawan, mengaku belum mendengar kemungkinan dirinya digeser. Namun ia pasrah seandainya benar-benar lengser dari jabatan ketua panpel. Harus diakui, gagalnya pertandingan lawan PSMS membuat Bajul Ijo kehilangan pemasukan. Tak hanya itu, gagalnya laga ini membuat peforma tim turun.
Inilah Kambing Hitam Terbaru Divaldo Alves
Divaldo
Alves kembali mencari kambing hitam atas hasil buruk yang ditorehkan
Persebaya. Setelah menuding wasit menggagalkan peluang timnya menang
lawan Semen Padang dan Persema, kali ini pria Portugal menyalahkan
jadwal pertandingan yang dibuat PT Liga Prima Indonesia Sportindo
(LPIS).
Jadwal ini membuat Persebaya menjalani tiga pertandingan away beruntun selama 14 hingga 28 April. Selama tiga away itu, Bajul Ijo buntung. Terakhir, Andik Vermansyah dan kawan-kawan ditundukkan PSM dengan skor 0-2, Sabtu (27/4/2012) di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.
"Saya tak tahu mengapa kita tiga kali away terus, ini jadwal yang buruk bagi kami," ucap Divaldo kepada wartawan, Minggu (29/4/2012).
Sebelum melakoni tiga away, Bajul Ijo sebenarnya memiliki satu pertandingan kandang lawan PSM, 8 April. Namun pertandingan yang rencananya digelar di Gelora Bung Tomo itu batal karena tak mendapat izin dari kepolisian. Padahal pertandingan home terakhir Persebaya adalah, 4 Maret lalu lawan Arema.
Derita Persebaya yang rindu akan nuansa bermain di Bung Tomo maupun Gelora 10 Nopember semakin panjang. Sebab pertandingan terdekat, lawan PSLS Lhokseumawe di ajang Piala Indonesia, lagi-lagi digelar di luar kandang, yakni Stadion Tunas Bangsa, 9 Mei mendatang.
Persebaya baru kembali ke kandang, 23 Mei di leg kedua Piala Indonesia. Selanjutnya, 27 Mei, Bajul Ijo menjamu Persibo di Surabaya. Terlalu lama bermain di kandang lawan inilah yang dianggap membuat pemnain jenuh. Sebab bila dikalkulasi, lebih dari dua bulan Persebaya tak bermain di depan puluhan ribu Bonek.
"Saya berharap pemain masih mempunyai semangat tinggi untuk bermain di Lhokseumawe nanti. Sebab, saat ini pemain mulai kehilangan fokus dalam bermain," tutup Divaldo.
Jadwal ini membuat Persebaya menjalani tiga pertandingan away beruntun selama 14 hingga 28 April. Selama tiga away itu, Bajul Ijo buntung. Terakhir, Andik Vermansyah dan kawan-kawan ditundukkan PSM dengan skor 0-2, Sabtu (27/4/2012) di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.
"Saya tak tahu mengapa kita tiga kali away terus, ini jadwal yang buruk bagi kami," ucap Divaldo kepada wartawan, Minggu (29/4/2012).
Sebelum melakoni tiga away, Bajul Ijo sebenarnya memiliki satu pertandingan kandang lawan PSM, 8 April. Namun pertandingan yang rencananya digelar di Gelora Bung Tomo itu batal karena tak mendapat izin dari kepolisian. Padahal pertandingan home terakhir Persebaya adalah, 4 Maret lalu lawan Arema.
Derita Persebaya yang rindu akan nuansa bermain di Bung Tomo maupun Gelora 10 Nopember semakin panjang. Sebab pertandingan terdekat, lawan PSLS Lhokseumawe di ajang Piala Indonesia, lagi-lagi digelar di luar kandang, yakni Stadion Tunas Bangsa, 9 Mei mendatang.
Persebaya baru kembali ke kandang, 23 Mei di leg kedua Piala Indonesia. Selanjutnya, 27 Mei, Bajul Ijo menjamu Persibo di Surabaya. Terlalu lama bermain di kandang lawan inilah yang dianggap membuat pemnain jenuh. Sebab bila dikalkulasi, lebih dari dua bulan Persebaya tak bermain di depan puluhan ribu Bonek.
"Saya berharap pemain masih mempunyai semangat tinggi untuk bermain di Lhokseumawe nanti. Sebab, saat ini pemain mulai kehilangan fokus dalam bermain," tutup Divaldo.
Bonek: Divaldo Jangan Banyak Alasan
Suporter
Persebaya, Bonek, mulai angkat suara terkait terpuruknya prestasi Bajul
Ijo di tiga laga terakhir. Menurut mereka, pelatih Divaldo Alves
terlalu sering mencari kambing hitam atas kegagalan timnya. Bonek pun
meminta Divaldo fokus ke teknik dan taktik.
Selama tiga pertandingan terakhir, Persebaya gagal total. Mereka tak pernah menang atau imbang. Terakhir, Andik Vermansyah dan kawan-kawan dibantai tuan rumah PSM dengan skor 0-2, Sabtu (28/4/2012) di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.
Hattrick kalah membuat Bonek gregetan dengan raihan tim kebanggaannya. Utamanya dengan Divaldo Alves. "Divaldo harus tahu, dia melatih tim besar yang seharusnya tahu bagaimana meramu tim, tapi apa hasilnya," ucap salah satu Bonek, Pambudi Wiratama.
Menurutnya, Divaldo terlalu mencari-cari alasan atas kegagalan timnya. "Dia terlalu banyak alasan ketika Persebaya kalah. Faktor lapangan lah,wasit lah, jadwal lah," lanjut Pambudi. Apa yang disampaikan Pambudi diamini Donny Christianto dari Bonek Oriental.
"Jangan pernah menyalahkan wasit. Coach Divaldo terlalu sering menyalahkan wasit sehingga tidak fokus pada pertandingan, itu membuat mental para pemain menjadi drop," tutur Donny.
Donny menilai permainan Persebaya terlalu monoton. Selain itu, Bajul Ijo membutuhkan sosok playmaker yang bisa mengalirkan bola dari belakang ke depan. Hadirnya Andik Vermansyah juga tak berdampak ke tim. Hingga kini Andik belum mencetak satu gol pun untuk Persebaya di kompetisi Indonesia Premier League (IPL).
"Selain itu finishing touch dari penyerang-penyerang Persebaya perlu diperbaiki lagi," imbuh mahasiswa Universitas Petra ini.
Sedangkan salah satu Bonita, Resi Kharisma meminta manajemen harus terbuka atas kekurangan pelatih dan pemain yang telah dipilih. Ia juga mengusulkan manajemen mengadakan evaluasi berarti yang mengundang pelatih Persebaya dan praktisi bola yang paham dengan kultur sepakbola Surabaya.
Lantas apakah perlu terjadi pergantian pelatih di tubuh Persebaya? "Untuk masalah itu, yang bisa jawab secara akurat harusnya manajemen," tutur mahasiswa Universitas Airlangga ini.
"Cukup dievaluasi lagi. Pergantian belum perlu, karena seorang pelatih pasti punya masa turunnya. Bahkan seorang Pep Guardiola juga bisa turun performanya," timpal Donny.
Selama tiga pertandingan terakhir, Persebaya gagal total. Mereka tak pernah menang atau imbang. Terakhir, Andik Vermansyah dan kawan-kawan dibantai tuan rumah PSM dengan skor 0-2, Sabtu (28/4/2012) di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.
Hattrick kalah membuat Bonek gregetan dengan raihan tim kebanggaannya. Utamanya dengan Divaldo Alves. "Divaldo harus tahu, dia melatih tim besar yang seharusnya tahu bagaimana meramu tim, tapi apa hasilnya," ucap salah satu Bonek, Pambudi Wiratama.
Menurutnya, Divaldo terlalu mencari-cari alasan atas kegagalan timnya. "Dia terlalu banyak alasan ketika Persebaya kalah. Faktor lapangan lah,wasit lah, jadwal lah," lanjut Pambudi. Apa yang disampaikan Pambudi diamini Donny Christianto dari Bonek Oriental.
"Jangan pernah menyalahkan wasit. Coach Divaldo terlalu sering menyalahkan wasit sehingga tidak fokus pada pertandingan, itu membuat mental para pemain menjadi drop," tutur Donny.
Donny menilai permainan Persebaya terlalu monoton. Selain itu, Bajul Ijo membutuhkan sosok playmaker yang bisa mengalirkan bola dari belakang ke depan. Hadirnya Andik Vermansyah juga tak berdampak ke tim. Hingga kini Andik belum mencetak satu gol pun untuk Persebaya di kompetisi Indonesia Premier League (IPL).
"Selain itu finishing touch dari penyerang-penyerang Persebaya perlu diperbaiki lagi," imbuh mahasiswa Universitas Petra ini.
Sedangkan salah satu Bonita, Resi Kharisma meminta manajemen harus terbuka atas kekurangan pelatih dan pemain yang telah dipilih. Ia juga mengusulkan manajemen mengadakan evaluasi berarti yang mengundang pelatih Persebaya dan praktisi bola yang paham dengan kultur sepakbola Surabaya.
Lantas apakah perlu terjadi pergantian pelatih di tubuh Persebaya? "Untuk masalah itu, yang bisa jawab secara akurat harusnya manajemen," tutur mahasiswa Universitas Airlangga ini.
"Cukup dievaluasi lagi. Pergantian belum perlu, karena seorang pelatih pasti punya masa turunnya. Bahkan seorang Pep Guardiola juga bisa turun performanya," timpal Donny.
Manajemen: Persebaya Kalah Lagi, Divaldo Out
Manajemen Persebaya mulai mengambil langkah tegas seputar masa depan
pelatih Divaldo Alves. Manajemen mengharamkan Persebaya untuk kalah
lagi, baik di kompetisi Indonesia Premier League (IPL), maupun turnamen
Piala Indonesia (PI). Jika itu dilanggar, bisa jadi, kursi Divaldo
taruhannya.
Seperti yang disampaikan CEO Persebaya, Gede Widiade ketika dihubungi wartawan, Senin (1/5/2012). Gede sudah mengeluarkan sinyal keras pada Divaldo. "Tak ada dalam kamus saya untuk kalah lagi. Saya tak menginjinkan Persebaya kalah dalam laga selanjutnya," tegas Gede.
Apa yang disampaikan Gede adalah wajar. Sebab dalam lima pertandingan terakhir, Bajul Ijo mengalami empat kekalahan. Satu-satunya tim yang ditundukkan Persebaya hanyalah Bontang FC. Parahnya lagi, dari empat kekalahan itu, gawang Endra Prasetya tujuh kali bobol.
"Tidak boleh kalah lagi. Persebaya harus kembali ke papan atas dan bersaing dengan tim-tim lain," lanjut bos klub internal PSSI Surabaya, Rheza-Mahasiswa ini.
Didesak mengenai solusi penyelamatan klub, Gede tak bisa memaparkan banyak. Termasuk mengenai kemungkinan pergantian jabatan Divaldo sebagai pelatih kepala. "Biar itu menjadi kewenangan kami. Yang jelas kami tak menginginkan kekalahan lagi. Semoga ini menjadi cambuk buat pemain dan pelatih," tegas pengusaha yang berdomisili di Jakarta ini.
Pertandingan terdekat Persebaya adalah menghadapi tuan rumah PSLS Lhokseumawe, 8 Mei mendatang. Usai itu, Bajul Ijo kembali ke Surabaya dan ditunggu Bontang FC, 13 Mei. Tanggal 19 Mei, Persebaya jalani leg kedua lawan Negeri Sembilan. Selang empat hari, atau tanggal 23 Mei, Persebaya bersua PSLS di kandang. Laga home Persebaya ditutup tanggal 27 lawan Persibo.
Seperti yang disampaikan CEO Persebaya, Gede Widiade ketika dihubungi wartawan, Senin (1/5/2012). Gede sudah mengeluarkan sinyal keras pada Divaldo. "Tak ada dalam kamus saya untuk kalah lagi. Saya tak menginjinkan Persebaya kalah dalam laga selanjutnya," tegas Gede.
Apa yang disampaikan Gede adalah wajar. Sebab dalam lima pertandingan terakhir, Bajul Ijo mengalami empat kekalahan. Satu-satunya tim yang ditundukkan Persebaya hanyalah Bontang FC. Parahnya lagi, dari empat kekalahan itu, gawang Endra Prasetya tujuh kali bobol.
"Tidak boleh kalah lagi. Persebaya harus kembali ke papan atas dan bersaing dengan tim-tim lain," lanjut bos klub internal PSSI Surabaya, Rheza-Mahasiswa ini.
Didesak mengenai solusi penyelamatan klub, Gede tak bisa memaparkan banyak. Termasuk mengenai kemungkinan pergantian jabatan Divaldo sebagai pelatih kepala. "Biar itu menjadi kewenangan kami. Yang jelas kami tak menginginkan kekalahan lagi. Semoga ini menjadi cambuk buat pemain dan pelatih," tegas pengusaha yang berdomisili di Jakarta ini.
Pertandingan terdekat Persebaya adalah menghadapi tuan rumah PSLS Lhokseumawe, 8 Mei mendatang. Usai itu, Bajul Ijo kembali ke Surabaya dan ditunggu Bontang FC, 13 Mei. Tanggal 19 Mei, Persebaya jalani leg kedua lawan Negeri Sembilan. Selang empat hari, atau tanggal 23 Mei, Persebaya bersua PSLS di kandang. Laga home Persebaya ditutup tanggal 27 lawan Persibo.
Musim Depan, IPL Harus Perbaiki Jadwal
Tengah Juli nanti, kompetisi Indonesia Premier League (IPL) rampung. Di
musim pertamanya, IPL dirasa masih banyak kekurangan. Salah satunya
masalah jadwal dan wasit. Oleh karena itu, kompetisi resmi di bawah PSSI
ini diharapkan mengevaluasi jadwal kompetisi selama semusim dan
memperbaiki kualitas wasit.
Persebaya sebagai salah satu tim pelopor IPL dikenal cukup vokal menyuarakan kritik untuk PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku penyelenggara IPL. Untuk wasit, sudah berulang kali Bajul Ijo memberikan komentar miring. Bahkan CEO Persebaya, Gede Widiade sempat memberikan komentar pedas, dan mengancam akan menarik timnya dari laga, jika wasit tak adil.
Selain masalah wasit yang dianggap paling kronis, jadwal kompetisi juga dikritisi oleh Bajul Ijo. "Beberapa klub sudah komplain situasi jadwal, bukan Persebaya sendiri. Ada klub yang main away tiga kali, ada yang lima kali terus di kandang," kata Divaldo Alves.
Persebaya memang baru saja menjalani tiga pertandingan away sekaligus, yakni lawan Semen Padang, Persema dan PSM. Bahkan di jadwal lama, untuk putaran kedua, Bajul Ijo harus menjalani empat laga away. Tapi dalam revisi jadwal yang diluncurkan LPIS awal April lalu, pertandingan lawan Arema akhirnya dipindah akhir tengah mendatang.
"Jadwal harus direvisi, tahun depan tidak boleh seperti itu lagi," tutur pelatih berkebangsaan Portugal ini.
Sementara itu, di bulan Mei ini, Persebayya menjalani lima pertandingan beruntun, baik di level IPL, Piala Indonesia (PI) maupun pertandingan persahabatan lawan tim Malaysia Super League (MSL), Negeri Sembilan. Divaldo mengakui lima laga salam sebulan membuat timnya harus menguras banyak tenaga.
Menurut mantan pelatih Persijap dan Minangkabau FC ini, kecil kemungkinan Persebaya mendapat revisi jadwal dari LPIS. "Revisi tidak bisa karena kompetisi sudah jalan. Tetap. Tidak ada surat, tak ada yang berubah, tetap itu," pungkas Divaldo.
Persebaya sebagai salah satu tim pelopor IPL dikenal cukup vokal menyuarakan kritik untuk PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku penyelenggara IPL. Untuk wasit, sudah berulang kali Bajul Ijo memberikan komentar miring. Bahkan CEO Persebaya, Gede Widiade sempat memberikan komentar pedas, dan mengancam akan menarik timnya dari laga, jika wasit tak adil.
Selain masalah wasit yang dianggap paling kronis, jadwal kompetisi juga dikritisi oleh Bajul Ijo. "Beberapa klub sudah komplain situasi jadwal, bukan Persebaya sendiri. Ada klub yang main away tiga kali, ada yang lima kali terus di kandang," kata Divaldo Alves.
Persebaya memang baru saja menjalani tiga pertandingan away sekaligus, yakni lawan Semen Padang, Persema dan PSM. Bahkan di jadwal lama, untuk putaran kedua, Bajul Ijo harus menjalani empat laga away. Tapi dalam revisi jadwal yang diluncurkan LPIS awal April lalu, pertandingan lawan Arema akhirnya dipindah akhir tengah mendatang.
"Jadwal harus direvisi, tahun depan tidak boleh seperti itu lagi," tutur pelatih berkebangsaan Portugal ini.
Sementara itu, di bulan Mei ini, Persebayya menjalani lima pertandingan beruntun, baik di level IPL, Piala Indonesia (PI) maupun pertandingan persahabatan lawan tim Malaysia Super League (MSL), Negeri Sembilan. Divaldo mengakui lima laga salam sebulan membuat timnya harus menguras banyak tenaga.
Menurut mantan pelatih Persijap dan Minangkabau FC ini, kecil kemungkinan Persebaya mendapat revisi jadwal dari LPIS. "Revisi tidak bisa karena kompetisi sudah jalan. Tetap. Tidak ada surat, tak ada yang berubah, tetap itu," pungkas Divaldo.
Langganan:
Postingan (Atom)

