Persebaya memastikan diri loloske semifinal Piala Indonesia 2012.
Setelah menang 3-1 di leg pertama, Bajul Ijo kembali menaklukkan Persik
dengan skor tipis 3-2 di leg kedua, Rabu (13/62012) sore di Lapangan
Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta. Persebaya lolos
ke semifinal dengan agregat 6-3.
Di awal babak kedua, Persebaya
melakukan pergantian pertama. Mat Hali ditarik keluar dan digantikan Edi
Gunawan. Peluang perdana Persebaya hadir di menit ke-48 melalui Taufiq.
Sayang tendangan luar kotak Taufiq terlalu lemah. Pada menit ke-50,
terjadi keributan kecil antara Widi Susanto dengan Fernando Soler.
Keduanya pun dihadiahi kartu kuning oleh wasit Agus.
Pada menit
ke-53, Taufiq kembali melepaskan tendangan jarak jauh. Kali ini bola
melambung di atas mistar. Semenit kemudian, pelatih Divaldo Alves
menarik Soler dan memasukkan Feri Ariawan. Sebuah tendangan bebas
didapat Persebaya menit ke-55. Sayang tandukan Dutra masih meninggi.
Tendangan
bebas kembali didapat Persebaya di menit ke-56. Kali ini karena Edi
Gunawan dijatuhkan Jefri Dwi Hadi. Sayang eksekusi Mario Karlovic
membentur pagar hidup. Peluang untuk Persebaya kembali hadir di menit
ke-60 melalui Feri Ariawan. Sayang sontekannya terlalu tinggi dari
gawang Wawan Hariono.
Lepas menit ke-60, Persik mulai bangkit.
Perlahan mereka berani menekan pertahanan Persebaya. Peluang terbaik
Macan Putih akhirnya lahir di menit ke-64 lewat Rendi Syahputra. Sayang
tendangan dalam kotak Rendi, memanfaatkan umpan pendek Tamzil, masih
dapat diblok kiper Dedi Iman.
Pada menit ke-68, peluang didapat
Edi Gunawan saat mendapat sodoran dari Otavio Dutra. Sayang hakim garis
menganggapnya offside. Rendi Syahputra menjadi pemain paling
membahayakan dari kubu Persik. Di menit ke-69, tendangan Rendi melambung
di atas mistar.
Semenit kemudian, Feri mendapat peluang emas.
Mendapat sodoran dari Karlovic, Feri yang lepas dari jebakan offside
tinggal berhadapan dengan penjaga gawang. Tapi karena terlalu lama, bola
akhirnya dapat diserobot kiper Wawan Hariono.
Masuk menit ke-72,
Feri kembali mendapat peluang emas. Kali ini sepakannya membentur dada
Widi Susanto. Feri akhirnya menuntaskan tugasnya di menit ke-75.
Menerima umpan matang Rian Wahyu, Feri mudah saja menaklukkan kiper
Wawan Hariono. Persebaya unggul telak 3-1.
Setelah kebobolan tiga
gol, pelatih Persik, Djoko Malis Mustafa menarik kiper Wawan dan
memasukkan Dwi Kuswanto menit ke-77. Sedangkan dari kubu Persebaya,
Taufiq ditarik keluar menit ke-80 dan digantikan gelandang muda, Aulia
Ardli. Hadirnya Aulia diharapkan bisa memperkuat lini tengah Bajul Ijo.
Pada
menit ke-82, tendangan bebas Oliver Makor membuat kiper Dedi Iman harus
terbang untuk menghalaunya. Memasuki lima menit akhir laga, kedua tim
mendapat banyak peluang. Salah satunya saat tendangan Karlovic diblok
kiper Dwi Kuswanto menit ke-86.
Setelah Karlovic, giliran Edi
Gunawan. Namun sepakan Edi terlalu lemah bagi. Pada menit ke-89, Khomad
Suharto mendapat kartu merah setelah melanggar keras Faris Aditama.
Selain kartu merah, Persebaya juga diganjar tendangan bebas. Dan
eksekusi Makor pun tak dapat dibendung Dedi Iman. Skor 3-2 menutup laga
hari ini.
Kemenangan ini ini mengantarkan Bajul Ijo lolos ke
semifinal Piala Indonesia 2012. Taufiq dan kawna-kawan unggul agregar
6-3 atas Macan Putih. Persebay aakan berhadapan dengan pemenang antara
Semen Padang dengan PSMS.[sya]
Berikut Line Up Persebaya vs Persik:
Persebaya:
22
Dedi Iman (PG), 28 Khomad Suharto, 5 Otavio Dutra, 16 Jefri Prasetyo, 3
Erol Iba (c), 14 Jusmadi, 29 Mario Karlovic, 8 Taufiq (20 Aulia Ardli,
90'), 18 Rian Wahyu, 9 Fernando Soler (31 Feri Ariawan, 54'), 2 Mat
Halil (25 Edi Gunawan, 46')
Cadangan:
30 Endra Prasetya, 24 Yusuf Hamzah, 15 Rivelino, 20 Aulia Ardli, 31 Feri Ariawan, 11 Miko Ardiyanto, 25 Edi Gunawan
Pelatih: Divaldo Alves
Persik:
20
Wawan Hariono(PG) (33 Dwi Kuswanto, 77'), 16 Widi Susanto, 24 M Fatchul
Ichya (C), 15 Slamet Sampurno, 41 Zainul Arifin (21 Irfan, 35'), 7
Endar Hendra, 4 Tamzil, 8 Jefri Dwi Hadi, 29 Rendi Syahputra, 31 Oliver
Makor, 13 Faris Aditama
Cadangan:
33 Dwi Kuswanto, 26 M Anshori, 19 M Sofyan, 21 Irfan, 11 Komang Mariawan , 17 Agus, 25 Trubus Gunawan
Pelatih: Joko Malis Mustafa
Wasit: Agus (Yogyakarta)
Asisten Wasit:
Jaka Suyana
M Irfan
Kartu Kuning:
Persebaya: Fernando Soler (50')
Persik: Widi Susanto (50'), Tamzil (73')
Kartu Merah:
Persebaya: Khomad Suharto (89')
Kamis, 14 Juni 2012
Lolos Semifinal Piala Indonesia, Modal Divaldo di IPL
Kemenangan atas Persik Kediri tak hanya mengantarkan Persebaya Surabaya ke babak semifinal Piala Indonesia 2012 saja.
Lebih dari itu, Pelatih Divaldo Alves menjadikan hal tersebut sebagai modal mereka menatap laga selanjutnya di ajang Indonesian Premier League (IPL).
Bajul Ijo lolos ke babak semifinal setelah mereka kembali mampu mengalahkan Persik pada leg kedua yang berlangsung di Lapangan Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, kemarin (13/6). Mereka lolos dengan keunggulan agregat 6-3 atas Macan Putih.
Kemenangan ini tak langsung membuat Persebaya yang gembira langsung pulang. Mereka tetap bertahan di Yogya karena pada Sabtu (16/6) nanti, mereka harus melawan Persiba Bantul di laga lanjutan IPL.
Selain persiapan lebih lama di Yogya, Divaldo mengakui kemenangan atas Persik merupakan suntikan mental bagi timnya jelang menghadapi Persiba. "Saya rasa hasil hari ini sangat positif untuk meningkatkan mental pemain," ujar pelatih asal Portugal itu.
"Ini juga menjadi modal bagus untuk persiapan pertandingan besok lawan Persiba," tambahnya
Lebih dari itu, Pelatih Divaldo Alves menjadikan hal tersebut sebagai modal mereka menatap laga selanjutnya di ajang Indonesian Premier League (IPL).
Bajul Ijo lolos ke babak semifinal setelah mereka kembali mampu mengalahkan Persik pada leg kedua yang berlangsung di Lapangan Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, kemarin (13/6). Mereka lolos dengan keunggulan agregat 6-3 atas Macan Putih.
Kemenangan ini tak langsung membuat Persebaya yang gembira langsung pulang. Mereka tetap bertahan di Yogya karena pada Sabtu (16/6) nanti, mereka harus melawan Persiba Bantul di laga lanjutan IPL.
Selain persiapan lebih lama di Yogya, Divaldo mengakui kemenangan atas Persik merupakan suntikan mental bagi timnya jelang menghadapi Persiba. "Saya rasa hasil hari ini sangat positif untuk meningkatkan mental pemain," ujar pelatih asal Portugal itu.
"Ini juga menjadi modal bagus untuk persiapan pertandingan besok lawan Persiba," tambahnya
Ke Semifinal PI, Modal Bagus Persebaya di Kandang Persiba
Pelatih Persebaya, Divaldo Alves menyambut gembira kemenangan timnya
atas Persik di ajang Piala Indonesia (PI) 2012, Rabu (13/6/2012) sore di
Lapangan Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta. Menurut
Divaldo, kemenangan itu adalah modal berharga untuk menghadapi tuan
rumah Persiba, Sabtu (16/6/2012) dalam lanjutan Indonesian Premier
League (IPL).
Dalam pertandingan yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP, ini, Persebaya menang tipis 3-2. Striker asing, Fernando Soler memborong dua gol. Sedangkan sebiji gol lainnya dicetak Feri Ariawan. Sedangkan dua gol Persik diborong pemain berkulit legam, Oliver Makor.
"Saya rasa hasil hari ini sangat positif untuk meningkatkan mental pemain. Ini adalah modal bagus untuk persiapan pertandingan besok lawan Persiba Bantul," urai Divaldo kepada beritajatim.com usai pertandingan.
Kemenangan atas Kediri di leg kedua mengantarkan Bajul Ijo lolos ke semifinal Piala Indonesia dengan agregat 6-3. Mat Halil cs akan menghadapi pemenang antara Semen Padang dan PSMS.
Sementara itu, pelatih Persik, Joko Malis Mustafa mengaku tak terlalu kecewa dengan kegagalan timnya lolos ke semifinal. Menurutnya, pertandingan lawan Persebaya akan menambah jam terbang pasukannya. "Dari sisi finishing, kematangan secara individu, Persebaya lebih dari kami," kata mantan pelatih Gresik United ini.
Ia menncontohkan peluang Faris Aditama yang membentur mistar gawang. Atau peluang Rendi Syahputra yang tak dapat diselesaikan dengan sempurna. "Mereka anak-anak muda masih perlu jam terbang. Mereka punya prospek bagis," nilai mantan arsitek Persewangi ini.
Joko menambahkan, sebelum pertandingan, ia harus kehilangan bek Anderson da Silva yang memilih hengkang ke Mitra Kukar. "Anderson pergi ke Mitra Kukar secara mendadak. Saya tidak tahu mengapa, mungkin faktor non teknis," aku Joko.
Selain itu beberapa pemain tidak dalam kondisi terbaik, seperti kapten M Fatchul yang mengalami flu berat. "Kapten kita dalam kondisi flu, tapi kita paksakan," pungkasnya.
Dalam pertandingan yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP, ini, Persebaya menang tipis 3-2. Striker asing, Fernando Soler memborong dua gol. Sedangkan sebiji gol lainnya dicetak Feri Ariawan. Sedangkan dua gol Persik diborong pemain berkulit legam, Oliver Makor.
"Saya rasa hasil hari ini sangat positif untuk meningkatkan mental pemain. Ini adalah modal bagus untuk persiapan pertandingan besok lawan Persiba Bantul," urai Divaldo kepada beritajatim.com usai pertandingan.
Kemenangan atas Kediri di leg kedua mengantarkan Bajul Ijo lolos ke semifinal Piala Indonesia dengan agregat 6-3. Mat Halil cs akan menghadapi pemenang antara Semen Padang dan PSMS.
Sementara itu, pelatih Persik, Joko Malis Mustafa mengaku tak terlalu kecewa dengan kegagalan timnya lolos ke semifinal. Menurutnya, pertandingan lawan Persebaya akan menambah jam terbang pasukannya. "Dari sisi finishing, kematangan secara individu, Persebaya lebih dari kami," kata mantan pelatih Gresik United ini.
Ia menncontohkan peluang Faris Aditama yang membentur mistar gawang. Atau peluang Rendi Syahputra yang tak dapat diselesaikan dengan sempurna. "Mereka anak-anak muda masih perlu jam terbang. Mereka punya prospek bagis," nilai mantan arsitek Persewangi ini.
Joko menambahkan, sebelum pertandingan, ia harus kehilangan bek Anderson da Silva yang memilih hengkang ke Mitra Kukar. "Anderson pergi ke Mitra Kukar secara mendadak. Saya tidak tahu mengapa, mungkin faktor non teknis," aku Joko.
Selain itu beberapa pemain tidak dalam kondisi terbaik, seperti kapten M Fatchul yang mengalami flu berat. "Kapten kita dalam kondisi flu, tapi kita paksakan," pungkasnya.
Persebaya dilarang gunakan Gelora 10 November
Wali Kota Surabaya
Tri Rismaharini melarang Persebaya menggunakan Stadion Gelora 10
November untuk sementara waktu pascakericuhan antara Bonek Mania dengan
aparat kepolisian.
"Stadion Gelora 10 November saya off` kan dulu sampai saya benar-benar yakin bahwa memang aman," kata Risma usai rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Senin.
Kericuhan antara Bonek Mania dan aparat kepolisian terjadi seusai pertandingan Persebaya melawan Persija Jakarta di stadion setempat, Minggu (3/6).
Menurut dia, larangan itu berlaku tidak hanya bagi Persebaya yang ikut Liga Primer Indonesia (LPI), tetapi juga bagi Persebaya yang berkompetisi di Divisi Utama.
Selain itu, lanjut dia, ada beberapa foto yang memperlihatkan batu-batu di lapangan. Ditengarai batu-batu itu berasal dari tempat duduk di tribun yang sudah rusak.
"Katanya ada batu-batu dari fasilitas tempat duduk beton yang sudah pecah. Saya tidak tahu langsung karena saya memang tidak di dalam," tegas Risma.
Keputusan tersebut sejalan dengan keputusan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto yang membekukan izin pertandingan bagi Persebaya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Namun demikian, Risma masih memberikan celah bagi Persebaya untuk bisa tetap bermain di Surabaya. Syaratnya, Persebaya harus tampil di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
"Silakan kalau mau pakai Stadion GBT, tetapi kalau Stadion Gelora 10 November saya tidak akan kasih izin," katanya.
Sebelumnya, Persebaya pernah tampil di GBT. Tetapi, manajemen Persebaya memutuskan untuk tidak lagi bermain di sana dengan alasan biaya sewa terlalu tinggi.
Untuk meminimalkan kerusuhan dalam pertandingan, Pemkot Surabaya bakal menempatkan kamera pengintai (cctv) di dalam stadion. Dengan kamera cctv, gerak-gerik suporter akan bisa terdeteksi.
"Rencananya ke depan akan dilengkapi cctv semua. Tidak hanya di Gelora 10 November, tetapi juga di GBT. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi," ujarnya.
"Stadion Gelora 10 November saya off` kan dulu sampai saya benar-benar yakin bahwa memang aman," kata Risma usai rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Senin.
Kericuhan antara Bonek Mania dan aparat kepolisian terjadi seusai pertandingan Persebaya melawan Persija Jakarta di stadion setempat, Minggu (3/6).
Menurut dia, larangan itu berlaku tidak hanya bagi Persebaya yang ikut Liga Primer Indonesia (LPI), tetapi juga bagi Persebaya yang berkompetisi di Divisi Utama.
Selain itu, lanjut dia, ada beberapa foto yang memperlihatkan batu-batu di lapangan. Ditengarai batu-batu itu berasal dari tempat duduk di tribun yang sudah rusak.
"Katanya ada batu-batu dari fasilitas tempat duduk beton yang sudah pecah. Saya tidak tahu langsung karena saya memang tidak di dalam," tegas Risma.
Keputusan tersebut sejalan dengan keputusan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto yang membekukan izin pertandingan bagi Persebaya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Namun demikian, Risma masih memberikan celah bagi Persebaya untuk bisa tetap bermain di Surabaya. Syaratnya, Persebaya harus tampil di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
"Silakan kalau mau pakai Stadion GBT, tetapi kalau Stadion Gelora 10 November saya tidak akan kasih izin," katanya.
Sebelumnya, Persebaya pernah tampil di GBT. Tetapi, manajemen Persebaya memutuskan untuk tidak lagi bermain di sana dengan alasan biaya sewa terlalu tinggi.
Untuk meminimalkan kerusuhan dalam pertandingan, Pemkot Surabaya bakal menempatkan kamera pengintai (cctv) di dalam stadion. Dengan kamera cctv, gerak-gerik suporter akan bisa terdeteksi.
"Rencananya ke depan akan dilengkapi cctv semua. Tidak hanya di Gelora 10 November, tetapi juga di GBT. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi," ujarnya.
Dihukum, Persebaya Kesulitan Cari Stadion
Persebaya Surabaya terus dirundung masalah. Setelah terancam
sanksi bertanding tanpa suporter, kali ini Persebaya juga kesulitan
mencari stadion untuk menggelar leg kedua perempatfinal Piala Indonesia
lawan Persik Kediri, Rabu (13/6/2012).
Meski mendapat lampu hijau dari Kapolda Jawa Timur, Panpel pertandingan juga masih menunggu keputusan Komisi Disiplin PSSI.
Kamis (7/6/2012) kemarin, Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiyatmoko akan tetap memberikan ijin pertandingan sepakbola, asalkan sebelum pertandingan dimulai, dilakukan ikrar damai terlebih dahulu.
"Memang itu sinyal positif dari kepolisian, namun kami juga harus menunggu bagaimana keputusan komisi disiplin PSSI," terang Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman.
Sabtu (9/6/2012) pagi, Ram mengaku sudah menerima panggilan dari Komdis. Ia beserta beberapa petinggi di jajaran panpel sudah menghadap dan memberikan keterangan di hadapan Komdis, Jumat (8/6/2012) kemarin.
"Terus terang saja, saat ini kita masih mencari stadion yang pas untuk menggelar leg kedua lawan Persik Kediri," sambung mantan wartawan salah satu koran lokal Surabaya ini.
Untuk sementara, Persebaya memang tidak bisa menggunakan Stadion Gelora 10 Nopember karena tengah direnovasi. Walikota surabaya, Tri Rismaharini sudah menerangkan, selama Gelora 10 Nopember dipugar, stadion legendaris ini tidak boleh digunakan. Opsinya, laga bisa digelar di Stadion Gelora Bung Tomo.
"Saat ini, semua kembali lagi ke keputusan Komdis," terang Ram. Ada beberapa daerah alternatif yang dibidik untuk menggelar laga ini, seperti Gresik, Bangkalan, Kediri hingga Yogyakarta. Namun Ram menegaskan belum memutuskan dimana laga ini digelar.
Komisi Disiplin PSSI sendiri telah siap menjatuhkan sanksi untuk Persebayamenyusul tewasnya seorang "Bonek", Purwo Adi Utomo, saat tim berjuluk "Bajul Ijo" tersebut menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/6/2012).
"Mereka tidak boleh main di Surabaya dan bermain tanpa penonton pada tanggal 13 Juni nanti," jelas Ketua Komisi Displin, Benhard Limbong, kepada wartawan, Jumat (8/6/2012) malam
Meski mendapat lampu hijau dari Kapolda Jawa Timur, Panpel pertandingan juga masih menunggu keputusan Komisi Disiplin PSSI.
Kamis (7/6/2012) kemarin, Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiyatmoko akan tetap memberikan ijin pertandingan sepakbola, asalkan sebelum pertandingan dimulai, dilakukan ikrar damai terlebih dahulu.
"Memang itu sinyal positif dari kepolisian, namun kami juga harus menunggu bagaimana keputusan komisi disiplin PSSI," terang Ketua Panpel Persebaya, Ram Surahman.
Sabtu (9/6/2012) pagi, Ram mengaku sudah menerima panggilan dari Komdis. Ia beserta beberapa petinggi di jajaran panpel sudah menghadap dan memberikan keterangan di hadapan Komdis, Jumat (8/6/2012) kemarin.
"Terus terang saja, saat ini kita masih mencari stadion yang pas untuk menggelar leg kedua lawan Persik Kediri," sambung mantan wartawan salah satu koran lokal Surabaya ini.
Untuk sementara, Persebaya memang tidak bisa menggunakan Stadion Gelora 10 Nopember karena tengah direnovasi. Walikota surabaya, Tri Rismaharini sudah menerangkan, selama Gelora 10 Nopember dipugar, stadion legendaris ini tidak boleh digunakan. Opsinya, laga bisa digelar di Stadion Gelora Bung Tomo.
"Saat ini, semua kembali lagi ke keputusan Komdis," terang Ram. Ada beberapa daerah alternatif yang dibidik untuk menggelar laga ini, seperti Gresik, Bangkalan, Kediri hingga Yogyakarta. Namun Ram menegaskan belum memutuskan dimana laga ini digelar.
Komisi Disiplin PSSI sendiri telah siap menjatuhkan sanksi untuk Persebayamenyusul tewasnya seorang "Bonek", Purwo Adi Utomo, saat tim berjuluk "Bajul Ijo" tersebut menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/6/2012).
"Mereka tidak boleh main di Surabaya dan bermain tanpa penonton pada tanggal 13 Juni nanti," jelas Ketua Komisi Displin, Benhard Limbong, kepada wartawan, Jumat (8/6/2012) malam
piala-indonesia-persebaya-ke-semifinal-setelah-taklukan-persik-kediri
Pertandingan Piala Indonesia Rabu 13 Juni 2012 antara Persebaya Vs Persik Kediri akhirnya dimenangkan Persebaya dengan skor tipis 3-2. Hasil ini membuat Bajul Ijo lolos ke babak semifinal Piala Indonesia 2012.
Persik yang tertinggal agregat 1-3, berusaha menekan di sepanjang awal-awal babak pertama. Namun Persebaya malah berhasil unggul terlebih dulu ketika waktu menginjak menit ke-15.
Tendangan bebas Mario Karlovic, berhasil dimanfaatkan Fernando Soler untuk membawa Persebaya unggul 1-0.
Di menit 28, Soler kembali mencetak gol kedua untuk Persebaya setelah umpan crossing Taufiq dimaksimalkannya untuk menaklukan penjaga gawang Wawan Hariono.
Ketinggalan 2 gol, membuat Persik semakin bermain terbuka. Alhasil di menit ke-36 Oliver Makor mampu membuat skor menjadi 2-1, sekaligus menjadi hasil sementara di paruh pertama.
Di babak kedua, Persebaya tidak menurunkan tempo serangan. Puncaknya di menit ke 75 Persebaya mampu unggul 3-1 setelah Feri yang memanfaatkan umpan manis Rian Wahyu, berhasil menjaringkan bola ke gawang Persik.
Di penghujung laga, Persik mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 setelah Oliver Makor kembali berhasil menjebol gawang Persebaya melalui tendangan bebas.
Kemenangan ini membuat Persebaya lolos ke semifinal Piala Indonesia 2012, dengan keunggulan agregat 6-3 atas Persik Kediri.
Susunan pemain
Persik yang tertinggal agregat 1-3, berusaha menekan di sepanjang awal-awal babak pertama. Namun Persebaya malah berhasil unggul terlebih dulu ketika waktu menginjak menit ke-15.
Tendangan bebas Mario Karlovic, berhasil dimanfaatkan Fernando Soler untuk membawa Persebaya unggul 1-0.
Di menit 28, Soler kembali mencetak gol kedua untuk Persebaya setelah umpan crossing Taufiq dimaksimalkannya untuk menaklukan penjaga gawang Wawan Hariono.
Ketinggalan 2 gol, membuat Persik semakin bermain terbuka. Alhasil di menit ke-36 Oliver Makor mampu membuat skor menjadi 2-1, sekaligus menjadi hasil sementara di paruh pertama.
Di babak kedua, Persebaya tidak menurunkan tempo serangan. Puncaknya di menit ke 75 Persebaya mampu unggul 3-1 setelah Feri yang memanfaatkan umpan manis Rian Wahyu, berhasil menjaringkan bola ke gawang Persik.
Di penghujung laga, Persik mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2 setelah Oliver Makor kembali berhasil menjebol gawang Persebaya melalui tendangan bebas.
Kemenangan ini membuat Persebaya lolos ke semifinal Piala Indonesia 2012, dengan keunggulan agregat 6-3 atas Persik Kediri.
Susunan pemain
- Persebaya: 22 Dedi Iman (PG), 28 Khomad Suharto, 5 Otavio Dutra, 16 Jefri Prasetyo, 3 Erol Iba (c), 14 Jusmadi, 29 Mario Karlovic, 8 Taufiq (20 Aulia Ardli, 90′), 18 Rian Wahyu, 9 Fernando Soler (31 Feri Ariawan, 54′), 2 Mat Halil (25 Edi Gunawan, 46′).
- Persik Kediri: 20 Wawan Hariono(PG) (33 Dwi Kuswanto, 77′), 16 Widi Susanto, 24 M Fatchul Ichya (C), 15 Slamet Sampurno, 41 Zainul Arifin (21 Irfan, 35′), 7 Endar Hendra, 4 Tamzil, 8 Jefri Dwi Hadi, 29 Rendi Syahputra, 31 Oliver Makor, 13 Faris Aditama.
Persebaya Jadi Target Operasi Persiba Bantul
Persiba
Bantul berhasil mempermalukan Persebaya di pertemuan pertama, 28
Januari di Gelora 10 Nopember lalu. Sabtu (16/6/2012) besok, Slamet Nur
Cahyo dan kawan-kawan juga ingin mengulang cerita manis itu. Apalagi
Persiba main di kandang sendiri, Stadion Sultan Agung, Bantul.
Asisten pelatih Persiba Sajuri Sahid menegaskan, tiga poin menjadi bidikan timnya saat bertemu Persebaya, di Stadion Sultan Agung. Tiga poin juga berfungsi untuk mendongkrak posisi mereka dari papan tengah klasemen Indonesian Premier League (IPL). "Kami masih tetap mengincar kemenangan, meski lawan yang kami hadapi adalah tim sekelas Persebaya," ucap pelatih yang mengantarkan Persiba promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia ini.
Sayang pada pertandingan ini, Persiba tidak bis amenurunkan Ezequiel Gonzales. Striker berkebangsaan Argentina ini mengalami cedera lurut kanan. Pemain berusia 28 tahun ini pun terpaksa absen dalam waktu lama. Tanpa Eze, Sajuri mengakui kekuatan timnya banyak tereduksi. "Sebab Eze adalah motor serangan kami. Kalau dia tidak ada, sama artinya Persiba kehilangan rohnya," aku pelatih yang identik dengan selebrasi saltonya ini.
Sebagai pengganti, Persiba akan memaksimalkan duet pemain lokal, Ugik Sugiyanto dan Cornelis Kaimu. Selain itu, tim kebanggan paserbumi ini bisa memaksimalkan Busari. Busa, sapaan akrabnya, mencetak dua gol ke gawang PPSM. Selain ketiga pemain ini, Persiba juga bisa memanfaatkan Johan Manaji sebagai pendobrak dari lini tengah. "Yang saya khawatirkan adalah kebugaran mereka. Tiga pemain ini selalu jadi starter setiap Persiba main," keluh Sajuri.
Mengenai calon lawannya, Sajuri menilai Persenbaya adalah tim kuat dan dihuni pemain berkualitas, seperti Andik Vermansyah, Taufiq, Rendi Irawan dan Mario Karlovic. Selain itu Bajul Ijo juga memiliki striker haus gol Fernando Soler. Menurut Sajuri, Soler adalah striker mematikan, meski usianya sudah tak muda lagi. "Dia bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun menjadi gol. Contohnya waktu Persebaya melawan Persija kemarin. Kami akan ajak mereka bertarung di lapangan tengah. Meskipun katanya Andik Vermansah tidak main, namun lini tengah Persebaya tetap berbahaya," pungkasnya.
Asisten pelatih Persiba Sajuri Sahid menegaskan, tiga poin menjadi bidikan timnya saat bertemu Persebaya, di Stadion Sultan Agung. Tiga poin juga berfungsi untuk mendongkrak posisi mereka dari papan tengah klasemen Indonesian Premier League (IPL). "Kami masih tetap mengincar kemenangan, meski lawan yang kami hadapi adalah tim sekelas Persebaya," ucap pelatih yang mengantarkan Persiba promosi ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia ini.
Sayang pada pertandingan ini, Persiba tidak bis amenurunkan Ezequiel Gonzales. Striker berkebangsaan Argentina ini mengalami cedera lurut kanan. Pemain berusia 28 tahun ini pun terpaksa absen dalam waktu lama. Tanpa Eze, Sajuri mengakui kekuatan timnya banyak tereduksi. "Sebab Eze adalah motor serangan kami. Kalau dia tidak ada, sama artinya Persiba kehilangan rohnya," aku pelatih yang identik dengan selebrasi saltonya ini.
Sebagai pengganti, Persiba akan memaksimalkan duet pemain lokal, Ugik Sugiyanto dan Cornelis Kaimu. Selain itu, tim kebanggan paserbumi ini bisa memaksimalkan Busari. Busa, sapaan akrabnya, mencetak dua gol ke gawang PPSM. Selain ketiga pemain ini, Persiba juga bisa memanfaatkan Johan Manaji sebagai pendobrak dari lini tengah. "Yang saya khawatirkan adalah kebugaran mereka. Tiga pemain ini selalu jadi starter setiap Persiba main," keluh Sajuri.
Mengenai calon lawannya, Sajuri menilai Persenbaya adalah tim kuat dan dihuni pemain berkualitas, seperti Andik Vermansyah, Taufiq, Rendi Irawan dan Mario Karlovic. Selain itu Bajul Ijo juga memiliki striker haus gol Fernando Soler. Menurut Sajuri, Soler adalah striker mematikan, meski usianya sudah tak muda lagi. "Dia bisa memanfaatkan peluang sekecil apapun menjadi gol. Contohnya waktu Persebaya melawan Persija kemarin. Kami akan ajak mereka bertarung di lapangan tengah. Meskipun katanya Andik Vermansah tidak main, namun lini tengah Persebaya tetap berbahaya," pungkasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


