Persebaya
dihantam masalah jelang pertandingan lanjutan Indonesian Premier League
(IPL) kontra Persiba Bantul, Sabtu (16/6/2012) besok lusa di Stadion
Sultan Agung. Beberapa pemain bintang terancam tidak bisa turun di
Bantul.
Pelatih Persebaya, Divaldo Alves kepada beritajatim.com,
Kamis (14/6/2012) siang mengatakan, saat ini ada beberapa pemain yang
tidak dalam kondisi prima. Dua pemain Andik Vermansyah dan Rendi Irwan
kemungkinan besar tak akan tampil lawan tuan rumah Persiba.
Andik
mengalami masalah di ankle kanan. Sedangkan Rendi bermasalah dengan
lututnya. Saat ini, Andik dan Rendi dalam penanganan khusus oleh
fisioterapis Persebaya, M Yanizar. Andik dan Rendi juga tidak diboyong
saat Persebaya sua Persik di leg kedua perempatfinal Piala Indonesia.
Selain
Andik dan Rendi, beberapa pemain juga tumbang. Mereka mengalami masalah
usai pertandingan lawan Persik di Lapangan Sasana Krida Akademi
Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, Rabu (13/6/2012) kemarin. Mereka yang
masuk daftar perawatan adalah, Mario Karlovic, Taufiq dan striker
Fernando Soler.
"Memang mereka mengalami sedikit masalah.
Sekarang lagi dievaluasi oleh tim dokter kami," ucap Divaldo. Jika lima
nama yang disebutkan absen, maka ini menjadi kerugian berarti bagi
Persebaya. Sebab 80 persen dari mereka adalah pemain inti.
Itu
artinya Bajul Ijo akan tampil pincang saat sowan ke markas Laskar Sultan
Agung. "Kita akan lihat perkembangannya dari laporan tim dokter. Semoga
ada kabar baik mengenai perkembangan mereka," harap pelatih asal
Portugal ini. Saat ui, sebagai antisipasi untuk lini tengah, Divaldo
harus memanggil Walter Brizuela.
Walter diharapkan mampu memegang
kendali saat Taufiq dan Karlovic benar-benar absen. Sebagai penunjang,
Walter kemungkinan akan didukung Jusmadi dan pemain muda, Aulia Ardli.
Sedangkan sebagai pengganti Andik dan Soler, nama Rian Wahyu dan Feri
Ariawan siap unjuk gigi.
Meski Soler adalah top skor Persebaya
saat ini, peforma Feri juga tak kalah mengkilap. Jebolan tim internal
PSSI Surabaya ini sudah mencetak empat gol di Piala Indonesia. Di level
klub, untuk urusan cetak gol, Feri menduduki urutan kedua di bawah
Soler. Sedangkan Rian baru mengemas satu gol.
Kamis, 14 Juni 2012
Persebaya Bisa Main di Surabaya Lagi
Polrestabes
Surabaya akhirnya memberikan lampu hijau pada Persebaya untuk menggelar
pertandingan di Surabaya. Kepastian ini didapat setelah CEO Persebaya,
Gede Widiade bertemu langsung dengan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol
Tri Maryanto.
Pada pertemuan yang digelar di Mapolrestabes surabaya, Kamis (14/6/2012), Tri Maryanto siap memberi dukungan penuh kepada Persebaya terkait leg pertama semi final Piala Indonesia kontra Semen Padang, 20 Juni nanti. Rencannaya, laga ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
"Kami berterima kasih kepada Pak Kapolrestabes yang memberikan dukungan kepada kami untuk menggelar pertandingan di Surabaya," kata Gede kepada wartawan.
Sebelumnya, Tri mencabut izin pertandingan Persebaya terkait insiden meninggalnya Purwo Adi Utomo dalam bentrok antara pihak keamanan dengan Bonek.
"Kami tidak mau dibenturkan satu sama lain. Kami butuh Bonek sebagai elemen yang memberikan dukungan moril dan material kepada kami. Di lain sisi kami juga butuh polisi untuk memberikan pengamanan dan perlindungan agar pertandingan bisa terselenggara dengan aman dan tertib," lanjut Gede.
Gede berharap, semua pihak sama-sama introspeksi terkait insiden terkait insiden meninggalnya Tomi, sapaan akrab Purwo Adi Utomo.
Mari sama-sama membangun sepak bola yang sehat. Sepak bola yang aman dan tanpa kerusuhan sehingga bisa membuat sepak bola sebagai tontonan yang menghibur bagi warga Surabaya," pungkas Gede.
Pada pertemuan yang digelar di Mapolrestabes surabaya, Kamis (14/6/2012), Tri Maryanto siap memberi dukungan penuh kepada Persebaya terkait leg pertama semi final Piala Indonesia kontra Semen Padang, 20 Juni nanti. Rencannaya, laga ini akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
"Kami berterima kasih kepada Pak Kapolrestabes yang memberikan dukungan kepada kami untuk menggelar pertandingan di Surabaya," kata Gede kepada wartawan.
Sebelumnya, Tri mencabut izin pertandingan Persebaya terkait insiden meninggalnya Purwo Adi Utomo dalam bentrok antara pihak keamanan dengan Bonek.
"Kami tidak mau dibenturkan satu sama lain. Kami butuh Bonek sebagai elemen yang memberikan dukungan moril dan material kepada kami. Di lain sisi kami juga butuh polisi untuk memberikan pengamanan dan perlindungan agar pertandingan bisa terselenggara dengan aman dan tertib," lanjut Gede.
Gede berharap, semua pihak sama-sama introspeksi terkait insiden terkait insiden meninggalnya Tomi, sapaan akrab Purwo Adi Utomo.
Mari sama-sama membangun sepak bola yang sehat. Sepak bola yang aman dan tanpa kerusuhan sehingga bisa membuat sepak bola sebagai tontonan yang menghibur bagi warga Surabaya," pungkas Gede.
Lempari Kendaraan, 36 Bonek Diamankan di Lamongan
Suporter sepakbola kembali berulah. Sekitar 36 suporter Persebaya
Surabaya atau bonek terpaksa diamankan Polres Lamongan, Jumat
(15/6/2012).
Mereka diamankan karena melempari kendaraan dari atas gerbong kereta api saat melintas di Jalan Raya Lamongan. Ke 36 bonek kini diperiksa terkait motif pelemparan.
Informasi yang dihimpun, para suporter sebenarnya akan ke Bantul, Yogyakarta, mendukung kesebelasannya bertanding melawan Persiba Bantul, Sabtu (16/6/2012) sore.
Salah seorang bonek, Ryan mengatakan, tujuan mereka sebenarnya ke Bantul untuk memberi dukungan kepada Persebaya.
"Kami akan ke Bantul melihat pertandingan Persebaya melawan Persiba," jelas Ryan kepada wartawan.
Sementara Wakapolres Lamongan, Kompol Toni Sugiarto mengatakan, puluhan bonek ini terpaksa diamankan di Mapolres Lamongan untuk penyelidikan lebih lanjut. Jika mereka terbukti melakukan pengrusakan, maka akan dijerat dengan pasal 170 KUHP.
"Kami masih menyelidiki lebih jauh lagi kasus pelemparan kendaraan ini," katanya.
Jika terbukti, lanjut Toni, maka puluhan bonek ini bisa dikenai ancaman hukuman 5 tahun penjara.
"Kalau terbukti maka mereka bisa dihukum dengan hukuman 5 tahun penjara," pungkasnya.
Mereka diamankan karena melempari kendaraan dari atas gerbong kereta api saat melintas di Jalan Raya Lamongan. Ke 36 bonek kini diperiksa terkait motif pelemparan.
Informasi yang dihimpun, para suporter sebenarnya akan ke Bantul, Yogyakarta, mendukung kesebelasannya bertanding melawan Persiba Bantul, Sabtu (16/6/2012) sore.
Salah seorang bonek, Ryan mengatakan, tujuan mereka sebenarnya ke Bantul untuk memberi dukungan kepada Persebaya.
"Kami akan ke Bantul melihat pertandingan Persebaya melawan Persiba," jelas Ryan kepada wartawan.
Sementara Wakapolres Lamongan, Kompol Toni Sugiarto mengatakan, puluhan bonek ini terpaksa diamankan di Mapolres Lamongan untuk penyelidikan lebih lanjut. Jika mereka terbukti melakukan pengrusakan, maka akan dijerat dengan pasal 170 KUHP.
"Kami masih menyelidiki lebih jauh lagi kasus pelemparan kendaraan ini," katanya.
Jika terbukti, lanjut Toni, maka puluhan bonek ini bisa dikenai ancaman hukuman 5 tahun penjara.
"Kalau terbukti maka mereka bisa dihukum dengan hukuman 5 tahun penjara," pungkasnya.
Jinakkan Persik 3-2, Bajul Ijo ke Semifinal
Persebaya memastikan diri loloske semifinal Piala Indonesia 2012.
Setelah menang 3-1 di leg pertama, Bajul Ijo kembali menaklukkan Persik
dengan skor tipis 3-2 di leg kedua, Rabu (13/62012) sore di Lapangan
Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta. Persebaya lolos
ke semifinal dengan agregat 6-3.
Di awal babak kedua, Persebaya melakukan pergantian pertama. Mat Hali ditarik keluar dan digantikan Edi Gunawan. Peluang perdana Persebaya hadir di menit ke-48 melalui Taufiq. Sayang tendangan luar kotak Taufiq terlalu lemah. Pada menit ke-50, terjadi keributan kecil antara Widi Susanto dengan Fernando Soler. Keduanya pun dihadiahi kartu kuning oleh wasit Agus.
Pada menit ke-53, Taufiq kembali melepaskan tendangan jarak jauh. Kali ini bola melambung di atas mistar. Semenit kemudian, pelatih Divaldo Alves menarik Soler dan memasukkan Feri Ariawan. Sebuah tendangan bebas didapat Persebaya menit ke-55. Sayang tandukan Dutra masih meninggi.
Tendangan bebas kembali didapat Persebaya di menit ke-56. Kali ini karena Edi Gunawan dijatuhkan Jefri Dwi Hadi. Sayang eksekusi Mario Karlovic membentur pagar hidup. Peluang untuk Persebaya kembali hadir di menit ke-60 melalui Feri Ariawan. Sayang sontekannya terlalu tinggi dari gawang Wawan Hariono.
Lepas menit ke-60, Persik mulai bangkit. Perlahan mereka berani menekan pertahanan Persebaya. Peluang terbaik Macan Putih akhirnya lahir di menit ke-64 lewat Rendi Syahputra. Sayang tendangan dalam kotak Rendi, memanfaatkan umpan pendek Tamzil, masih dapat diblok kiper Dedi Iman.
Pada menit ke-68, peluang didapat Edi Gunawan saat mendapat sodoran dari Otavio Dutra. Sayang hakim garis menganggapnya offside. Rendi Syahputra menjadi pemain paling membahayakan dari kubu Persik. Di menit ke-69, tendangan Rendi melambung di atas mistar.
Semenit kemudian, Feri mendapat peluang emas. Mendapat sodoran dari Karlovic, Feri yang lepas dari jebakan offside tinggal berhadapan dengan penjaga gawang. Tapi karena terlalu lama, bola akhirnya dapat diserobot kiper Wawan Hariono.
Masuk menit ke-72, Feri kembali mendapat peluang emas. Kali ini sepakannya membentur dada Widi Susanto. Feri akhirnya menuntaskan tugasnya di menit ke-75. Menerima umpan matang Rian Wahyu, Feri mudah saja menaklukkan kiper Wawan Hariono. Persebaya unggul telak 3-1.
Setelah kebobolan tiga gol, pelatih Persik, Djoko Malis Mustafa menarik kiper Wawan dan memasukkan Dwi Kuswanto menit ke-77. Sedangkan dari kubu Persebaya, Taufiq ditarik keluar menit ke-80 dan digantikan gelandang muda, Aulia Ardli. Hadirnya Aulia diharapkan bisa memperkuat lini tengah Bajul Ijo.
Pada menit ke-82, tendangan bebas Oliver Makor membuat kiper Dedi Iman harus terbang untuk menghalaunya. Memasuki lima menit akhir laga, kedua tim mendapat banyak peluang. Salah satunya saat tendangan Karlovic diblok kiper Dwi Kuswanto menit ke-86.
Setelah Karlovic, giliran Edi Gunawan. Namun sepakan Edi terlalu lemah bagi. Pada menit ke-89, Khomad Suharto mendapat kartu merah setelah melanggar keras Faris Aditama. Selain kartu merah, Persebaya juga diganjar tendangan bebas. Dan eksekusi Makor pun tak dapat dibendung Dedi Iman. Skor 3-2 menutup laga hari ini.
Kemenangan ini ini mengantarkan Bajul Ijo lolos ke semifinal Piala Indonesia 2012. Taufiq dan kawna-kawan unggul agregar 6-3 atas Macan Putih. Persebay aakan berhadapan dengan pemenang antara Semen Padang dengan PSMS.[sya]
Berikut Line Up Persebaya vs Persik:
Persebaya:
22 Dedi Iman (PG), 28 Khomad Suharto, 5 Otavio Dutra, 16 Jefri Prasetyo, 3 Erol Iba (c), 14 Jusmadi, 29 Mario Karlovic, 8 Taufiq (20 Aulia Ardli, 90'), 18 Rian Wahyu, 9 Fernando Soler (31 Feri Ariawan, 54'), 2 Mat Halil (25 Edi Gunawan, 46')
Cadangan:
30 Endra Prasetya, 24 Yusuf Hamzah, 15 Rivelino, 20 Aulia Ardli, 31 Feri Ariawan, 11 Miko Ardiyanto, 25 Edi Gunawan
Pelatih: Divaldo Alves
Persik:
20 Wawan Hariono(PG) (33 Dwi Kuswanto, 77'), 16 Widi Susanto, 24 M Fatchul Ichya (C), 15 Slamet Sampurno, 41 Zainul Arifin (21 Irfan, 35'), 7 Endar Hendra, 4 Tamzil, 8 Jefri Dwi Hadi, 29 Rendi Syahputra, 31 Oliver Makor, 13 Faris Aditama
Cadangan:
33 Dwi Kuswanto, 26 M Anshori, 19 M Sofyan, 21 Irfan, 11 Komang Mariawan , 17 Agus, 25 Trubus Gunawan
Pelatih: Joko Malis Mustafa
Wasit: Agus (Yogyakarta)
Asisten Wasit:
Jaka Suyana
M Irfan
Kartu Kuning:
Persebaya: Fernando Soler (50')
Persik: Widi Susanto (50'), Tamzil (73')
Kartu Merah:
Persebaya: Khomad Suharto (89')
Di awal babak kedua, Persebaya melakukan pergantian pertama. Mat Hali ditarik keluar dan digantikan Edi Gunawan. Peluang perdana Persebaya hadir di menit ke-48 melalui Taufiq. Sayang tendangan luar kotak Taufiq terlalu lemah. Pada menit ke-50, terjadi keributan kecil antara Widi Susanto dengan Fernando Soler. Keduanya pun dihadiahi kartu kuning oleh wasit Agus.
Pada menit ke-53, Taufiq kembali melepaskan tendangan jarak jauh. Kali ini bola melambung di atas mistar. Semenit kemudian, pelatih Divaldo Alves menarik Soler dan memasukkan Feri Ariawan. Sebuah tendangan bebas didapat Persebaya menit ke-55. Sayang tandukan Dutra masih meninggi.
Tendangan bebas kembali didapat Persebaya di menit ke-56. Kali ini karena Edi Gunawan dijatuhkan Jefri Dwi Hadi. Sayang eksekusi Mario Karlovic membentur pagar hidup. Peluang untuk Persebaya kembali hadir di menit ke-60 melalui Feri Ariawan. Sayang sontekannya terlalu tinggi dari gawang Wawan Hariono.
Lepas menit ke-60, Persik mulai bangkit. Perlahan mereka berani menekan pertahanan Persebaya. Peluang terbaik Macan Putih akhirnya lahir di menit ke-64 lewat Rendi Syahputra. Sayang tendangan dalam kotak Rendi, memanfaatkan umpan pendek Tamzil, masih dapat diblok kiper Dedi Iman.
Pada menit ke-68, peluang didapat Edi Gunawan saat mendapat sodoran dari Otavio Dutra. Sayang hakim garis menganggapnya offside. Rendi Syahputra menjadi pemain paling membahayakan dari kubu Persik. Di menit ke-69, tendangan Rendi melambung di atas mistar.
Semenit kemudian, Feri mendapat peluang emas. Mendapat sodoran dari Karlovic, Feri yang lepas dari jebakan offside tinggal berhadapan dengan penjaga gawang. Tapi karena terlalu lama, bola akhirnya dapat diserobot kiper Wawan Hariono.
Masuk menit ke-72, Feri kembali mendapat peluang emas. Kali ini sepakannya membentur dada Widi Susanto. Feri akhirnya menuntaskan tugasnya di menit ke-75. Menerima umpan matang Rian Wahyu, Feri mudah saja menaklukkan kiper Wawan Hariono. Persebaya unggul telak 3-1.
Setelah kebobolan tiga gol, pelatih Persik, Djoko Malis Mustafa menarik kiper Wawan dan memasukkan Dwi Kuswanto menit ke-77. Sedangkan dari kubu Persebaya, Taufiq ditarik keluar menit ke-80 dan digantikan gelandang muda, Aulia Ardli. Hadirnya Aulia diharapkan bisa memperkuat lini tengah Bajul Ijo.
Pada menit ke-82, tendangan bebas Oliver Makor membuat kiper Dedi Iman harus terbang untuk menghalaunya. Memasuki lima menit akhir laga, kedua tim mendapat banyak peluang. Salah satunya saat tendangan Karlovic diblok kiper Dwi Kuswanto menit ke-86.
Setelah Karlovic, giliran Edi Gunawan. Namun sepakan Edi terlalu lemah bagi. Pada menit ke-89, Khomad Suharto mendapat kartu merah setelah melanggar keras Faris Aditama. Selain kartu merah, Persebaya juga diganjar tendangan bebas. Dan eksekusi Makor pun tak dapat dibendung Dedi Iman. Skor 3-2 menutup laga hari ini.
Kemenangan ini ini mengantarkan Bajul Ijo lolos ke semifinal Piala Indonesia 2012. Taufiq dan kawna-kawan unggul agregar 6-3 atas Macan Putih. Persebay aakan berhadapan dengan pemenang antara Semen Padang dengan PSMS.[sya]
Berikut Line Up Persebaya vs Persik:
Persebaya:
22 Dedi Iman (PG), 28 Khomad Suharto, 5 Otavio Dutra, 16 Jefri Prasetyo, 3 Erol Iba (c), 14 Jusmadi, 29 Mario Karlovic, 8 Taufiq (20 Aulia Ardli, 90'), 18 Rian Wahyu, 9 Fernando Soler (31 Feri Ariawan, 54'), 2 Mat Halil (25 Edi Gunawan, 46')
Cadangan:
30 Endra Prasetya, 24 Yusuf Hamzah, 15 Rivelino, 20 Aulia Ardli, 31 Feri Ariawan, 11 Miko Ardiyanto, 25 Edi Gunawan
Pelatih: Divaldo Alves
Persik:
20 Wawan Hariono(PG) (33 Dwi Kuswanto, 77'), 16 Widi Susanto, 24 M Fatchul Ichya (C), 15 Slamet Sampurno, 41 Zainul Arifin (21 Irfan, 35'), 7 Endar Hendra, 4 Tamzil, 8 Jefri Dwi Hadi, 29 Rendi Syahputra, 31 Oliver Makor, 13 Faris Aditama
Cadangan:
33 Dwi Kuswanto, 26 M Anshori, 19 M Sofyan, 21 Irfan, 11 Komang Mariawan , 17 Agus, 25 Trubus Gunawan
Pelatih: Joko Malis Mustafa
Wasit: Agus (Yogyakarta)
Asisten Wasit:
Jaka Suyana
M Irfan
Kartu Kuning:
Persebaya: Fernando Soler (50')
Persik: Widi Susanto (50'), Tamzil (73')
Kartu Merah:
Persebaya: Khomad Suharto (89')
Lolos Semifinal Piala Indonesia, Modal Divaldo di IPL
Kemenangan atas Persik Kediri tak hanya mengantarkan Persebaya Surabaya ke babak semifinal Piala Indonesia 2012 saja.
Lebih dari itu, Pelatih Divaldo Alves menjadikan hal tersebut sebagai modal mereka menatap laga selanjutnya di ajang Indonesian Premier League (IPL).
Bajul Ijo lolos ke babak semifinal setelah mereka kembali mampu mengalahkan Persik pada leg kedua yang berlangsung di Lapangan Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, kemarin (13/6). Mereka lolos dengan keunggulan agregat 6-3 atas Macan Putih.
Kemenangan ini tak langsung membuat Persebaya yang gembira langsung pulang. Mereka tetap bertahan di Yogya karena pada Sabtu (16/6) nanti, mereka harus melawan Persiba Bantul di laga lanjutan IPL.
Selain persiapan lebih lama di Yogya, Divaldo mengakui kemenangan atas Persik merupakan suntikan mental bagi timnya jelang menghadapi Persiba. "Saya rasa hasil hari ini sangat positif untuk meningkatkan mental pemain," ujar pelatih asal Portugal itu.
"Ini juga menjadi modal bagus untuk persiapan pertandingan besok lawan Persiba," tambahnya
Lebih dari itu, Pelatih Divaldo Alves menjadikan hal tersebut sebagai modal mereka menatap laga selanjutnya di ajang Indonesian Premier League (IPL).
Bajul Ijo lolos ke babak semifinal setelah mereka kembali mampu mengalahkan Persik pada leg kedua yang berlangsung di Lapangan Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta, kemarin (13/6). Mereka lolos dengan keunggulan agregat 6-3 atas Macan Putih.
Kemenangan ini tak langsung membuat Persebaya yang gembira langsung pulang. Mereka tetap bertahan di Yogya karena pada Sabtu (16/6) nanti, mereka harus melawan Persiba Bantul di laga lanjutan IPL.
Selain persiapan lebih lama di Yogya, Divaldo mengakui kemenangan atas Persik merupakan suntikan mental bagi timnya jelang menghadapi Persiba. "Saya rasa hasil hari ini sangat positif untuk meningkatkan mental pemain," ujar pelatih asal Portugal itu.
"Ini juga menjadi modal bagus untuk persiapan pertandingan besok lawan Persiba," tambahnya
Ke Semifinal PI, Modal Bagus Persebaya di Kandang Persiba
Pelatih Persebaya, Divaldo Alves menyambut gembira kemenangan timnya
atas Persik di ajang Piala Indonesia (PI) 2012, Rabu (13/6/2012) sore di
Lapangan Sasana Krida Akademi Angkatan Udara (AAU), Yogyakarta. Menurut
Divaldo, kemenangan itu adalah modal berharga untuk menghadapi tuan
rumah Persiba, Sabtu (16/6/2012) dalam lanjutan Indonesian Premier
League (IPL).
Dalam pertandingan yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP, ini, Persebaya menang tipis 3-2. Striker asing, Fernando Soler memborong dua gol. Sedangkan sebiji gol lainnya dicetak Feri Ariawan. Sedangkan dua gol Persik diborong pemain berkulit legam, Oliver Makor.
"Saya rasa hasil hari ini sangat positif untuk meningkatkan mental pemain. Ini adalah modal bagus untuk persiapan pertandingan besok lawan Persiba Bantul," urai Divaldo kepada beritajatim.com usai pertandingan.
Kemenangan atas Kediri di leg kedua mengantarkan Bajul Ijo lolos ke semifinal Piala Indonesia dengan agregat 6-3. Mat Halil cs akan menghadapi pemenang antara Semen Padang dan PSMS.
Sementara itu, pelatih Persik, Joko Malis Mustafa mengaku tak terlalu kecewa dengan kegagalan timnya lolos ke semifinal. Menurutnya, pertandingan lawan Persebaya akan menambah jam terbang pasukannya. "Dari sisi finishing, kematangan secara individu, Persebaya lebih dari kami," kata mantan pelatih Gresik United ini.
Ia menncontohkan peluang Faris Aditama yang membentur mistar gawang. Atau peluang Rendi Syahputra yang tak dapat diselesaikan dengan sempurna. "Mereka anak-anak muda masih perlu jam terbang. Mereka punya prospek bagis," nilai mantan arsitek Persewangi ini.
Joko menambahkan, sebelum pertandingan, ia harus kehilangan bek Anderson da Silva yang memilih hengkang ke Mitra Kukar. "Anderson pergi ke Mitra Kukar secara mendadak. Saya tidak tahu mengapa, mungkin faktor non teknis," aku Joko.
Selain itu beberapa pemain tidak dalam kondisi terbaik, seperti kapten M Fatchul yang mengalami flu berat. "Kapten kita dalam kondisi flu, tapi kita paksakan," pungkasnya.
Dalam pertandingan yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP, ini, Persebaya menang tipis 3-2. Striker asing, Fernando Soler memborong dua gol. Sedangkan sebiji gol lainnya dicetak Feri Ariawan. Sedangkan dua gol Persik diborong pemain berkulit legam, Oliver Makor.
"Saya rasa hasil hari ini sangat positif untuk meningkatkan mental pemain. Ini adalah modal bagus untuk persiapan pertandingan besok lawan Persiba Bantul," urai Divaldo kepada beritajatim.com usai pertandingan.
Kemenangan atas Kediri di leg kedua mengantarkan Bajul Ijo lolos ke semifinal Piala Indonesia dengan agregat 6-3. Mat Halil cs akan menghadapi pemenang antara Semen Padang dan PSMS.
Sementara itu, pelatih Persik, Joko Malis Mustafa mengaku tak terlalu kecewa dengan kegagalan timnya lolos ke semifinal. Menurutnya, pertandingan lawan Persebaya akan menambah jam terbang pasukannya. "Dari sisi finishing, kematangan secara individu, Persebaya lebih dari kami," kata mantan pelatih Gresik United ini.
Ia menncontohkan peluang Faris Aditama yang membentur mistar gawang. Atau peluang Rendi Syahputra yang tak dapat diselesaikan dengan sempurna. "Mereka anak-anak muda masih perlu jam terbang. Mereka punya prospek bagis," nilai mantan arsitek Persewangi ini.
Joko menambahkan, sebelum pertandingan, ia harus kehilangan bek Anderson da Silva yang memilih hengkang ke Mitra Kukar. "Anderson pergi ke Mitra Kukar secara mendadak. Saya tidak tahu mengapa, mungkin faktor non teknis," aku Joko.
Selain itu beberapa pemain tidak dalam kondisi terbaik, seperti kapten M Fatchul yang mengalami flu berat. "Kapten kita dalam kondisi flu, tapi kita paksakan," pungkasnya.
Persebaya dilarang gunakan Gelora 10 November
Wali Kota Surabaya
Tri Rismaharini melarang Persebaya menggunakan Stadion Gelora 10
November untuk sementara waktu pascakericuhan antara Bonek Mania dengan
aparat kepolisian.
"Stadion Gelora 10 November saya off` kan dulu sampai saya benar-benar yakin bahwa memang aman," kata Risma usai rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Senin.
Kericuhan antara Bonek Mania dan aparat kepolisian terjadi seusai pertandingan Persebaya melawan Persija Jakarta di stadion setempat, Minggu (3/6).
Menurut dia, larangan itu berlaku tidak hanya bagi Persebaya yang ikut Liga Primer Indonesia (LPI), tetapi juga bagi Persebaya yang berkompetisi di Divisi Utama.
Selain itu, lanjut dia, ada beberapa foto yang memperlihatkan batu-batu di lapangan. Ditengarai batu-batu itu berasal dari tempat duduk di tribun yang sudah rusak.
"Katanya ada batu-batu dari fasilitas tempat duduk beton yang sudah pecah. Saya tidak tahu langsung karena saya memang tidak di dalam," tegas Risma.
Keputusan tersebut sejalan dengan keputusan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto yang membekukan izin pertandingan bagi Persebaya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Namun demikian, Risma masih memberikan celah bagi Persebaya untuk bisa tetap bermain di Surabaya. Syaratnya, Persebaya harus tampil di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
"Silakan kalau mau pakai Stadion GBT, tetapi kalau Stadion Gelora 10 November saya tidak akan kasih izin," katanya.
Sebelumnya, Persebaya pernah tampil di GBT. Tetapi, manajemen Persebaya memutuskan untuk tidak lagi bermain di sana dengan alasan biaya sewa terlalu tinggi.
Untuk meminimalkan kerusuhan dalam pertandingan, Pemkot Surabaya bakal menempatkan kamera pengintai (cctv) di dalam stadion. Dengan kamera cctv, gerak-gerik suporter akan bisa terdeteksi.
"Rencananya ke depan akan dilengkapi cctv semua. Tidak hanya di Gelora 10 November, tetapi juga di GBT. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi," ujarnya.
"Stadion Gelora 10 November saya off` kan dulu sampai saya benar-benar yakin bahwa memang aman," kata Risma usai rapat paripurna di Gedung DPRD Surabaya, Senin.
Kericuhan antara Bonek Mania dan aparat kepolisian terjadi seusai pertandingan Persebaya melawan Persija Jakarta di stadion setempat, Minggu (3/6).
Menurut dia, larangan itu berlaku tidak hanya bagi Persebaya yang ikut Liga Primer Indonesia (LPI), tetapi juga bagi Persebaya yang berkompetisi di Divisi Utama.
Selain itu, lanjut dia, ada beberapa foto yang memperlihatkan batu-batu di lapangan. Ditengarai batu-batu itu berasal dari tempat duduk di tribun yang sudah rusak.
"Katanya ada batu-batu dari fasilitas tempat duduk beton yang sudah pecah. Saya tidak tahu langsung karena saya memang tidak di dalam," tegas Risma.
Keputusan tersebut sejalan dengan keputusan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto yang membekukan izin pertandingan bagi Persebaya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Namun demikian, Risma masih memberikan celah bagi Persebaya untuk bisa tetap bermain di Surabaya. Syaratnya, Persebaya harus tampil di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
"Silakan kalau mau pakai Stadion GBT, tetapi kalau Stadion Gelora 10 November saya tidak akan kasih izin," katanya.
Sebelumnya, Persebaya pernah tampil di GBT. Tetapi, manajemen Persebaya memutuskan untuk tidak lagi bermain di sana dengan alasan biaya sewa terlalu tinggi.
Untuk meminimalkan kerusuhan dalam pertandingan, Pemkot Surabaya bakal menempatkan kamera pengintai (cctv) di dalam stadion. Dengan kamera cctv, gerak-gerik suporter akan bisa terdeteksi.
"Rencananya ke depan akan dilengkapi cctv semua. Tidak hanya di Gelora 10 November, tetapi juga di GBT. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi," ujarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)





