Jalan
Persebaya mengarungi kompetisi Indonesian Premier League (IPL) musim
2011/2012 mulai menemukan titik akhir. Bajul Ijo tinggal menyisakan dua
laga, lawan PSMS (11 Juli) dan Arema (14 Juli). Kabarnya, dua laga
inilah yang akan menentukan nasib Divaldo Alves.
Musim ini,
Persebaya harus rela memperpanjang puasa mereka akan gelar. Secara
keseluruhan, prestasi Divaldo tak terlalu buruk. Bermodalkan tim tanpa
pemain bintang, racikan Divaldo memang sempat kedodoran di awal musim.
Bahkan Persebaya takluk di tangan Semen Padang di laga home pertama
mereka.
Namun bagai mesin diesel, perlahan tapi pasti peforma
Persebaya mulai menanjak. Baru-baru ini, Persebaya mencatatkan 10
pertandingan tanpa kalah. Sayang catatan itu buyar di tangan Semen
Padang pada pertandingan ke-11. Sayang langkah itu sudah terlambat.
Persebaya
terlanjur tertinggal jauh dari kampiun IPL, Semen Padang. Kabau Sirah
pula yang membuyarkan impian Bajul Ijo untuk merengkuh markota turnamen
Piala Indonesia. Melihat kondisi ini, bukan tidak mungkin manajemen
akan mengevaluasi kinerja Divaldo selama semusim. Divaldo diikat
Persebaya selama semusim.
Dan oleh CEO Gede Widiade, tim
racikannya ditargetkan menjadi juara. Sayang ambisi Gede tak dapat
terlaksana musim ini. Dari informasi yang dihimpun, dua pertandingan
terakhir lawan PSMS dan Arema adalah ujian terakhir pelatih asal
Portugal itu.
Ketiga dikonfirmasi Gede belum mau berbicara banyak
mengenai masa depan Divaldo. "Saya belum bisa memutuskan. Kita lihat
saja nanti," kata Gede kepada wartawan.
Namun sinyal untuk
mempertahankan Divaldo cukup kuat. Sebab, bagi Gede, apa yang dilakukan
Divaldo musim ini sangat maksimal dan memuaskan. Apalagi, Persebaya
musim ini bukan tim bertabur bintang. "Coba bandingkan dengan tim lain.
Kalau kami bisa ada di papan atas saat kompetisi berakhir, bagi saya tim
ini sangat hebat," pungkas Gede.
Senin, 09 Juli 2012
Persebaya Merasa Masih Nyaman
Gagal mempersembahkan gelar juara tidak membuat pelatih Persebaya,
Divaldo Alves terancam dipacat. Tapi Divaldo kini sedang dihadapakan
tantangan berat yakni harus menang didua laga sisa. Jika tidak maka
kemungkinan besar, situasinya akan berbeda. Sebab setelah gagal mendapat
gelar juara, mau tidak mau Persebaya harus finis di posisi runner up
kompetisi Indonesia Premier Legue (ISL).
Pertandingan terdekat, Bajul Ijo akan berhadapan dengan tim lemah PSMS Medan, Rabu (11/7) di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Meski Persebaya tidak bisa memainkan sejumlah pemain pilarnya seperti Fernando Soler, Walter Brezuela, Erol Iba (cedera), serta Andik Vermansyah dan Fasta Biqul Khoirot sedang membela timnas U-22 pra piala Asia. Tapi Persebaya tetap diunggulakn untuk meraih poin penuh. PSMS Medan baru saja dibekuk Arema di kandfangnya sendiri dengan skor 1-3.
Musim ini, Persebaya memang puasa gelar. Tapi pertanyaannya, apakah manajeman Bajul Ijo akan mendepak Divaldo Alves karena gagal meraih gelar juara? Kemungkinan itu memang besar, sebab tim sekelas Persebaya tidak bisa bersaing dengan tim sekelas Semen Padang dan Persibo Bojonegoro adalah pencapaian yang buruk.
Jika dibanding dengan kedua tim itu atau umumnya dengan peserta IPL lainnya, kualitas pemain yang dimiliki Persebaya sebenarnya cukup mumpuni seperti Andik Vermansyah, Rendi Irawan, Erol Iba, Otavio Dutra, M Taufik, dll. Tidak salah jika Permain Persebaya menjadi langganan untuk perkuat tim nasional.
Jadi, tidak salah jika tim racikan Divaldo Alves ini ditarget juara. Namun seiring kegagalan juara, CEO Persebaya, Gede Widiade, beralasan bahwa kegegalan timnya dikarenakan tidak mempunyai pemain bintang.
Bahkan sampai saat ini, manajemen Persebaya sedang asik dengan pencapaian yang diraihnya. Itu terlihat, sampai saat ini belum ada sinyal untuk mendepak Divaldo. Menurut Gede, apa yang dilakukan Divaldo musim ini sangat maksimal dan memuaskan. "Coba bandingkan dengan tim lain. Kalau kami bisa ada di papan atas saat kompetisi berakhir, bagi saya tim ini sangat hebat. Persebaya di musim ini bukan tim bertabur bintang," kata Gede.
Dari informasi yang dihimpun, dua pertandingan terakhir lawan PSMS dan Arema adalah ujian terakhir pelatih asal Portugal itu. Terkait hal itu Gede belum mau berbicara banyak mengenai masa depan Divaldo. "Saya belum bisa memutuskan. Kita lihat saja nanti," tambah Gede kepada wartawan.
Divaldo Alves saat ini mengaku sedang konsentrasi untuk pertandingan PSMS Medan. Mantan pelatih Persijap Jepara itu harus bisa menyapu bersih dua laga sisa untuk memastikan diri sebagai tim terbaik kedua di IPl setelah Semen Padang. “Pertandingan melawan PSMS penting bagi kami. Sebab, kami harus menjaga posisi kami di nomor dua. Penting bagi kami karena suporter tentu tidak ingin melihat kami kalah atau seri ketika main di Surabaya di pertandingan terakhir,” bebernya.
Pertandingan terdekat, Bajul Ijo akan berhadapan dengan tim lemah PSMS Medan, Rabu (11/7) di Gelora Bung Tomo, Surabaya. Meski Persebaya tidak bisa memainkan sejumlah pemain pilarnya seperti Fernando Soler, Walter Brezuela, Erol Iba (cedera), serta Andik Vermansyah dan Fasta Biqul Khoirot sedang membela timnas U-22 pra piala Asia. Tapi Persebaya tetap diunggulakn untuk meraih poin penuh. PSMS Medan baru saja dibekuk Arema di kandfangnya sendiri dengan skor 1-3.
Musim ini, Persebaya memang puasa gelar. Tapi pertanyaannya, apakah manajeman Bajul Ijo akan mendepak Divaldo Alves karena gagal meraih gelar juara? Kemungkinan itu memang besar, sebab tim sekelas Persebaya tidak bisa bersaing dengan tim sekelas Semen Padang dan Persibo Bojonegoro adalah pencapaian yang buruk.
Jika dibanding dengan kedua tim itu atau umumnya dengan peserta IPL lainnya, kualitas pemain yang dimiliki Persebaya sebenarnya cukup mumpuni seperti Andik Vermansyah, Rendi Irawan, Erol Iba, Otavio Dutra, M Taufik, dll. Tidak salah jika Permain Persebaya menjadi langganan untuk perkuat tim nasional.
Jadi, tidak salah jika tim racikan Divaldo Alves ini ditarget juara. Namun seiring kegagalan juara, CEO Persebaya, Gede Widiade, beralasan bahwa kegegalan timnya dikarenakan tidak mempunyai pemain bintang.
Bahkan sampai saat ini, manajemen Persebaya sedang asik dengan pencapaian yang diraihnya. Itu terlihat, sampai saat ini belum ada sinyal untuk mendepak Divaldo. Menurut Gede, apa yang dilakukan Divaldo musim ini sangat maksimal dan memuaskan. "Coba bandingkan dengan tim lain. Kalau kami bisa ada di papan atas saat kompetisi berakhir, bagi saya tim ini sangat hebat. Persebaya di musim ini bukan tim bertabur bintang," kata Gede.
Dari informasi yang dihimpun, dua pertandingan terakhir lawan PSMS dan Arema adalah ujian terakhir pelatih asal Portugal itu. Terkait hal itu Gede belum mau berbicara banyak mengenai masa depan Divaldo. "Saya belum bisa memutuskan. Kita lihat saja nanti," tambah Gede kepada wartawan.
Divaldo Alves saat ini mengaku sedang konsentrasi untuk pertandingan PSMS Medan. Mantan pelatih Persijap Jepara itu harus bisa menyapu bersih dua laga sisa untuk memastikan diri sebagai tim terbaik kedua di IPl setelah Semen Padang. “Pertandingan melawan PSMS penting bagi kami. Sebab, kami harus menjaga posisi kami di nomor dua. Penting bagi kami karena suporter tentu tidak ingin melihat kami kalah atau seri ketika main di Surabaya di pertandingan terakhir,” bebernya.
Bonek Janji Tak Balas Dendam ke Aremania
Bonek
Lumajang akan terus mencari oknum pelaku corat coret markasnya dengan
tulisan provokatif. Puluhan Bonek Lumajang, usai berkumpul di markasnya
di Jl. Jenderal MT. Hariyono No. 1927 Joyudan, menyepakati akan mencari
pelaku seperti memburu teroris, apakah provokator atau oknum Aremania.
"Teman-teman saya minta tenang dan jangan terpancing provokasi," kata Mursid, Koordinator Densus Bonek Lumajang (DBL), Sabtu (07/07/2012).
Dia mengatakan, Bonek harus menyikapi secara dewasa, aksi tindak tidak terpuji oleh orang yang belum diketahui. Sehingga, untuk mengetahui pelaku harus melacak dan mencari teroris seperti polisi. "Sakit memang, beruntung tidak sampai merusak barang," ujarnya.
DBL menginstruksikan pada puluhan anggotanya di 21 kecamatan di Lumajang untuk memasang mata dan telinga, siapa aktor corat-coret markasnya dengan pillok dengan tulisan 'Arema'. "Sambil mencari pelaku, kita akan cat ulang markas ini," ungkap Mursid.
DBL berharap tidak ada aksi balas dendam, karena Aremania di Lumajang didominasi anak-anak kecil memakai kaos Arema. "Sudah saya intruksikan pada temen-temen jangan terprovokasi atau main hakim sendiri bila ada oknum Arema ketahuan," jelasnya.
"Teman-teman saya minta tenang dan jangan terpancing provokasi," kata Mursid, Koordinator Densus Bonek Lumajang (DBL), Sabtu (07/07/2012).
Dia mengatakan, Bonek harus menyikapi secara dewasa, aksi tindak tidak terpuji oleh orang yang belum diketahui. Sehingga, untuk mengetahui pelaku harus melacak dan mencari teroris seperti polisi. "Sakit memang, beruntung tidak sampai merusak barang," ujarnya.
DBL menginstruksikan pada puluhan anggotanya di 21 kecamatan di Lumajang untuk memasang mata dan telinga, siapa aktor corat-coret markasnya dengan pillok dengan tulisan 'Arema'. "Sambil mencari pelaku, kita akan cat ulang markas ini," ungkap Mursid.
DBL berharap tidak ada aksi balas dendam, karena Aremania di Lumajang didominasi anak-anak kecil memakai kaos Arema. "Sudah saya intruksikan pada temen-temen jangan terprovokasi atau main hakim sendiri bila ada oknum Arema ketahuan," jelasnya.
Tanpa Soler, Lini Depan Keropos
Persebaya Surabaya mengalami kerugian besar menjelang akhir kompetisi
Indonesia Premier League (IPL). Menyusul cederanya tiga penggawa inti,
Fernando Soler, Walter Brizuela, dan Erol Iba, Green Force bisa saja
pincang saat berjumpa dengan PSMS Medan Rabu (11/7) mendatang.
Padahal tim besutan Divaldo Alves ini punya misi menjadi runner up Indonesian Premier League (IPL) setelah gagal menjadi kampiun. Menyisakan dua pertandingan saja, poin Persebaya harus bersaing dengan Persiba Bantul (sisa satu laga), Persibo Bojonegoro (dua laga), dan Arema Malang (empat laga).
Pelatih Persebaya Divaldo Alves tetap optimistis meraih posisi dua besar meski tiga pilarnya belum ada kepastian bakal turun. "Kami harus bisa menyapu bersih dua pertandingan sisa. Kalau itu sukses dilakukan, Persebaya bisa mencapai poin 41. Dan itu angka aman," kata Divaldo.
Boleh saja rasanya mantan pelatih Persijap Jepara itu menginginkan demikian. Namun kehilangan tiga pemain, terutama Soler memang meresahkan Persebaya. Faktanya pemain asal Argentina itu menjadi bomber tersubur dengan koleksi 15 gol di semua pertandingan yang dijalani bersama Persebaya. Sembilan di IPL, dua di Piala Indonesia, dan empat gol saat berjumpa tim Malaysia Negeri Sembilan FA.
Soler saat ini dalam pengawasan fisioterapis Persebaya, M.Yanizar. Pemain berusia 34 tahun itu memiliki masalah dengan otot aduktor kaki kanan. Izar, sapaan Yanizar, sendiri tak berani menggaransi kalau Soler akan pulih 100 persen dan bermain lawan PSMS.
"Cedera Erol (cedera hamstring kaki kanan), Walter (cedera otot quadrisep kaki kanan), dan Soler terjadi karena jadwal kompetisi yang padat Juni lalu. Ya, di IPL dan Piala Indonesia. Tim bermain 10 kali dalam waktu 30 hari. Kalau dirata-rata, setiap tiga hari sekali, Persebaya main. Istirahat kurang," ujar Izar.
Nah, skuad Divaldo musim ini boleh dibilang tak memiliki kedalaman. Artinya ketimpangan kualitas pemain inti dan cadangan begitu besar. Diluar sebelas pemain inti, hanya lima pemain yang kerap diturunkan dari 25 pemain yang ada.
Yakni Dedi Iman (kiper), Jefri Prasetyo (bek), Rendi Irwan (gelandang), Feri Ariawan (penyerang), dan Ryan Wahyu (penyerang). Sisanya hanyalah pemain penghangat bangku cadangan.
Padahal tim besutan Divaldo Alves ini punya misi menjadi runner up Indonesian Premier League (IPL) setelah gagal menjadi kampiun. Menyisakan dua pertandingan saja, poin Persebaya harus bersaing dengan Persiba Bantul (sisa satu laga), Persibo Bojonegoro (dua laga), dan Arema Malang (empat laga).
Pelatih Persebaya Divaldo Alves tetap optimistis meraih posisi dua besar meski tiga pilarnya belum ada kepastian bakal turun. "Kami harus bisa menyapu bersih dua pertandingan sisa. Kalau itu sukses dilakukan, Persebaya bisa mencapai poin 41. Dan itu angka aman," kata Divaldo.
Boleh saja rasanya mantan pelatih Persijap Jepara itu menginginkan demikian. Namun kehilangan tiga pemain, terutama Soler memang meresahkan Persebaya. Faktanya pemain asal Argentina itu menjadi bomber tersubur dengan koleksi 15 gol di semua pertandingan yang dijalani bersama Persebaya. Sembilan di IPL, dua di Piala Indonesia, dan empat gol saat berjumpa tim Malaysia Negeri Sembilan FA.
Soler saat ini dalam pengawasan fisioterapis Persebaya, M.Yanizar. Pemain berusia 34 tahun itu memiliki masalah dengan otot aduktor kaki kanan. Izar, sapaan Yanizar, sendiri tak berani menggaransi kalau Soler akan pulih 100 persen dan bermain lawan PSMS.
"Cedera Erol (cedera hamstring kaki kanan), Walter (cedera otot quadrisep kaki kanan), dan Soler terjadi karena jadwal kompetisi yang padat Juni lalu. Ya, di IPL dan Piala Indonesia. Tim bermain 10 kali dalam waktu 30 hari. Kalau dirata-rata, setiap tiga hari sekali, Persebaya main. Istirahat kurang," ujar Izar.
Nah, skuad Divaldo musim ini boleh dibilang tak memiliki kedalaman. Artinya ketimpangan kualitas pemain inti dan cadangan begitu besar. Diluar sebelas pemain inti, hanya lima pemain yang kerap diturunkan dari 25 pemain yang ada.
Yakni Dedi Iman (kiper), Jefri Prasetyo (bek), Rendi Irwan (gelandang), Feri Ariawan (penyerang), dan Ryan Wahyu (penyerang). Sisanya hanyalah pemain penghangat bangku cadangan.
Sabtu, 07 Juli 2012
Cedera, Trio Persebaya Kemungkinan Absen Lawan PSMS
Trio pemain Persebaya, Walter Brizuela, kapten Erol Iba dan striker
andalah, Fernando Soler hampir pasti absen di pertandingan kontra PSMS,
Rabu (11/7/2012) mendatang. Ketiganya mengalami cedera dan harus
istirahat untuk menjalani perawatan.
Selama dua hari terakhir, ketiga pemain ini menjalani perawatan serius dengan pengawasan dari fisioterapis Persebaya, M Yanizar Lubis dan dokter tim, dr Heri Siswanto. Soler dan Brizuela bahkan sudah menjalani ultrasonografi (USG) empat dimensi di RS Husada Utama.
Dari hasil pemeriksaan dan terapi selama dua hari, dipastikan jika Erol, Brizuela dan Soler akan absen untuk pertandingan lawan PSMS mendatang. Kepastian itu disampaikan langsung Yanizar. "Tiga-tiganya belum bisa main, Mas. Masih dalam perawatan," kata Izar, sapan akrab Yanizar.
Kepada beritajatim.com, Jumat (6/7/2012) pagi, Izar mengungkapkan, Erol mengalami cedera hamstring, Brizuela cedera otot quadrisep dan Soler mengalami masalah di otot adduktor kaki kanannya. "Kita baru saja melalui jadwal yang padat, jadi wajar jika ada pemain yang cedera," imbuhnya.
Peran dua dari tiga pemain, yakni Erol Iba dan Fernando Soler memang vital di tim Persebaya. Erol adalah bek kiri tak tergantikan. Sebab dia merangkap sebagai kapten tim. Sedangkan Soler adalah top skor Persebaya saat ini.. Meski baru bergabung di paruh kedua, striker Argentina sudah mencetak total 15 gol di demua ajang.
Sementara peran Brizuela tak terllau penting di lini tengah. Sebab selama ini Brizuela seolah menjadi pelengkap kuota pemain asing saja. Bahkan ia juga sering kali kalah bersaing dengan pemain lokal, Jusmadi yang selalu tampil impresif di semua pertandingan.
Selama dua hari terakhir, ketiga pemain ini menjalani perawatan serius dengan pengawasan dari fisioterapis Persebaya, M Yanizar Lubis dan dokter tim, dr Heri Siswanto. Soler dan Brizuela bahkan sudah menjalani ultrasonografi (USG) empat dimensi di RS Husada Utama.
Dari hasil pemeriksaan dan terapi selama dua hari, dipastikan jika Erol, Brizuela dan Soler akan absen untuk pertandingan lawan PSMS mendatang. Kepastian itu disampaikan langsung Yanizar. "Tiga-tiganya belum bisa main, Mas. Masih dalam perawatan," kata Izar, sapan akrab Yanizar.
Kepada beritajatim.com, Jumat (6/7/2012) pagi, Izar mengungkapkan, Erol mengalami cedera hamstring, Brizuela cedera otot quadrisep dan Soler mengalami masalah di otot adduktor kaki kanannya. "Kita baru saja melalui jadwal yang padat, jadi wajar jika ada pemain yang cedera," imbuhnya.
Peran dua dari tiga pemain, yakni Erol Iba dan Fernando Soler memang vital di tim Persebaya. Erol adalah bek kiri tak tergantikan. Sebab dia merangkap sebagai kapten tim. Sedangkan Soler adalah top skor Persebaya saat ini.. Meski baru bergabung di paruh kedua, striker Argentina sudah mencetak total 15 gol di demua ajang.
Sementara peran Brizuela tak terllau penting di lini tengah. Sebab selama ini Brizuela seolah menjadi pelengkap kuota pemain asing saja. Bahkan ia juga sering kali kalah bersaing dengan pemain lokal, Jusmadi yang selalu tampil impresif di semua pertandingan.
Persebaya 'Bedol Desa'
Pertandingan Fabregas and Friends kontra Tim Nasional (Timnas)
Garuda ternyata menyedot banyak elemen di Persebaya. Tak hanya dari
unsur pemain, pelatih Persebaya Divaldo Alves juga dilibatkan dalam
pertandingan ini.
Persebaya ibarat melakukan 'bedol desa' untuk pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/7/2012) sore nanti. Sebab tak cuma menyumbang lima pemain, tapi pelatih Divaldo Alves juga ikut berpartisipasi.
Rinciannya, tiga pemain masuk dalam Timnas Garuda. Mereka adalah, Endra Prasetya, Taufiq dan Rendi Irwan. Sedangkan Otavio Dutra dan Mario Karlovic akan bermain untuk Fabregas and Friends.
Selain Cecs Fabregas, tim ini juga diperkuat Anton Ferdinand, Djibril Cisse dan David May. Tim ini akan diarsiteki pelatih Persebaya, Divaldo Alves. Menurut asisten pelatih Persebaya, Ibnu Grahan, pertandingan ini tak berdampak ke tim.
"Tidak ada masalah. Sebab pertandingan lawan PSMS masih cukup lama," kata Ibnu kepada beritajatim.com, Kamis pagi. Perlu diketahui, pertandingan lawan PSMS akan digelar, 11 Juli nanti.
Persebaya ibarat melakukan 'bedol desa' untuk pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (5/7/2012) sore nanti. Sebab tak cuma menyumbang lima pemain, tapi pelatih Divaldo Alves juga ikut berpartisipasi.
Rinciannya, tiga pemain masuk dalam Timnas Garuda. Mereka adalah, Endra Prasetya, Taufiq dan Rendi Irwan. Sedangkan Otavio Dutra dan Mario Karlovic akan bermain untuk Fabregas and Friends.
Selain Cecs Fabregas, tim ini juga diperkuat Anton Ferdinand, Djibril Cisse dan David May. Tim ini akan diarsiteki pelatih Persebaya, Divaldo Alves. Menurut asisten pelatih Persebaya, Ibnu Grahan, pertandingan ini tak berdampak ke tim.
"Tidak ada masalah. Sebab pertandingan lawan PSMS masih cukup lama," kata Ibnu kepada beritajatim.com, Kamis pagi. Perlu diketahui, pertandingan lawan PSMS akan digelar, 11 Juli nanti.
Hadapi PSMS, Persebaya Tanpa 5 Pilar
Menjelang usainya kompetisi Indonesia Premier League (IPL), Persebaya
harus menjalani pertandingan lawan PSMS Medan, Rabu (11/7) tanpa lima
pilarnya. Dua pemain sedang membela timnas, sedangkan tiganya terbalut
cedera. keadaan ini akan semakin memberatkan Persebaya untuk
merealitasisakn target duduk di posisi runner up.
Lima
pemain Bajul Ijo yang kemunkinan besar absen adalah, Walter Brezuela,
Erol Iba, dan sang predator; Fernando Soler karena cedera. Sementara
yang sudah pasti absen adalah Andik Vermansyah dan Nurmufid Fastabiqul Khoirot sedang membela tim Merah Putih di ajang pra Piala Asia di Riau.
Tanpa
lima punggawanya itu, Persebaya terancam ompong, sebab sepanjang
kompetisi musim ini di gelar para pemain itu menjadi tulang punggung tim
Bajul Ijo. Berkat ketajamannya, Fernando Soler berhasil menjadi
bintang hanya dengan setengah musim saja.
Meski
baru bergabung di paruh kedua, striker Argentina sudah mencetak total
15 gol di semua ajang.Sementara peran Brizuela tak terllau penting di
lini tengah. Sebab selama ini Brizuela seolah menjadi pelengkap kuota
pemain asing saja. Bahkan ia juga sering kali kalah bersaing dengan
pemain lokal, Jusmadi yang selalu tampil impresif di semua pertandingan.
Sementara
Erol Iba adalah pemimpin rekan-rekannya di tengah lapangan. Sedangkan
Andik Vermansyah tidak perlu diragukan lagi jasanya pada tim kebanggaan
Bonekmania ini. “Soler, Walter, dan Erol belum bisa main. Ketiganya
masih dalam perawatan,” kata fisioterapi Persebaya, M Yanizar Lubis.
Dari
hasil pemeriksaan dan terapi selama dua hari, dipastikan jika Erol,
Brizuela dan Soler akan absen untuk pertandingan lawan PSMS mendatang.
Kepastian itu disampaikan langsung Yanizar.
Ketiganya mengalami cedera dan harus istirahat untuk menjalani perawatan.
Selama
dua hari terakhir, ketiga pemain ini menjalani perawatan serius dengan
pengawasan dari fisioterapis Persebaya, M Yanizar Lubis dan dokter tim,
dr Heri Siswanto. Soler dan Brizuela bahkan sudah menjalani
ultrasonografi (USG) empat dimensi di RS Husada Utama.
Izar
Menjelaskan, Fernando Soler mengalami gangguan di otot adduktor kaki
kanannya, Erol mengalami cedera hamstring, sedangkan Brizuela cedera
otot quadrisep. "Kita baru saja melalui jadwal yang padat, jadi wajar
jika ada pemain yang cedera," imbuhnya.
Tiga
pemain itu mengalami cedera saat Persebaya menghadapi Persiraja Banda
Aceh, Senin (2/7) lalu. Walter di paksa keluar lapangan di babak kedua,
sementara Erol dan Soler tetap dipaksa melanjutkan pertandingan meski
beberapa kali terjatuh di lapangan.
Langganan:
Postingan (Atom)


