Laga pamungkas Persebaya di putaran pertama Indonesian Primer
League (IPL) menghadapi tuan rumah Bontang FC di Stadion
Mulawarman,besok,bakal menjadi pembuktian bagi Fernando Gaston Soler.
Pemain yang berstatus
pinjaman dari Persis Solo itu juga tercantum dalam rombongan Persebaya
yang bertolak dari Surabaya menuju Bontang,pagi kemarin. “Soler memang
kami bawa karena sudah terdaftar sebagai pemain Persebaya,”ujar Pelatih
Persebaya Divaldo Alves. Meski baru sehari bergabung,Alves sangat
berharap penyerang asal Argentina ini cepat beradaptasi dengan permainan
tim sehingga bisa ditampilkan dalam laga melawan Bontang FC,besok.
“Kami
harapkan dia bisa cepat adaptasi,tapi belum tentu juga kami
turunkan.Lihat kondisi terakhir sebelum pertandingan nanti,”ujar pria
asal Portugal ini. Memang belum ada jaminan Gaston Soler akan turun.Jika
melihat dari daftar 18 pemain yang diboyong ke Bontang, kemungkinan
striker berusia 35 tahun itu turun sangat besar.Sebab,di posisi
penyerang cuma ada nama Feri Ariawan. Posisi Feri adalah gelandang
serang,tapi selama dipaksakan sebagai striker setelah Persebaya
mengalami karena krisis lini depan.
Selain itu,Persebaya juga
tidak memboyong pemain bintangnya Andik Vermansyah, meski sudah tiba
dari membela timnas U-21 di ajang Sultan Hassanal Bolkiah Trophy.“Andik
minta istirahat karena masih kelelahan.Itu wajar karena memang sudah
bekerja keras di Brunei Darussalam dan harus istirahat dulu,daripada
dipaksakan malah nanti terjadi apa-apa,”ujar asisten pelatih Persebaya
Ibnu Grahan. Gaston Soler pun berjanji bakal tampil maksimal jika memang
dipercaya turun dalam laga melawan Bontang FC.
“Tentu saya tidak
ingin mengecewakan seandainya diturunkan nanti.Semaksimal mungkin akan
saya berikan yang terbaik untuk tim ini,”ujarnya. Disinggung soal
kekhawatiran tidak bisa adaptasi karena baru sehari mengikuti latihan
bersama Persebaya,Soler mengatakan tidak ada masalah.Sebab, selama ini
dirinya tetap latihan dan bertanding dengan Persis.“Fisik saya tidak ada
masalah karena selama ini latihan terus, mudah-mudahan saya bisa
beradaptasi dengan teman-teman lain,”tuturnya.
Bergabungnya
Soler dengan Persebaya memang diragukan banyak pihak.Bukan hanya karena
dianggap terlalu cepat,faktor usia dan kemampuannya ketika membela
Persis dianggap tidak terlalu istimewa. “Kami dikejar waktu.Pelatih juga
sudah setuju setelah melihat penampilan Soler, tinggal bagaimana tim
yang ada sekarang kami maksimalkan,”papar Manajer Persebaya Saleh
Hanifah. rachmad tomy
Jumat, 16 Maret 2012
Walikota Surabaya Diminta Turun Tangan Terkait Aksi Bonek
DPRD Kota Surabaya meminta walikota Surabaya untuk turun tangan terkait adanya aksi suporter Persebaya 1927, yaitu Bonek, yang melakukan razia terhadap warung-warung yang ditengarai milik orang Lamongan.
Ketua Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Surabaya Baktiono menyatakan konflik yang timbul antara suporter sepakbola tersebut dapat meluas dan berkepanjangan apabila walikota setempat tidak turun tangan.
"Wali Kota Surabaya harus bertemu dengan Bupati Lamongan untuk meredam konflik yang mungkin akan terjadi antarpendukung sepak bola," katanya.
"Kalau kondisi itu dibiarkan maka dikhawatirkan perpecahan antar daerah di Jatim akan terjadi hanya karena ketidakseriusan pemerintah meredam konflik yang terjadi antarpendukung sepak bola."
Hal sama juga diungkapkan anggota Komisi C DPRD Surabaya Agus Sudarsono. Ia mengatakan agar bonek tetap menjaga kondisi Surabaya agar tetap kondusif dan tidak membuat warga daerah lain takut ke Surabaya.
"Semua pihak untuk tidak emosional karena proses penyelidikan masih dilakukan polisi," katanya.
Klasemen IPL Sementara
| P | Ma | M | I | K | M | I | K | M | I | K | GM | GK | |||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Keterangan: P: Jumlah Poin M: Jumlah Kemenangan I: Jumlah Hasil Imbang K: Jumlah Kekalahan Ma: Total Main GM: Gol Memasukkan GK: Gol Kemasukan | |||||||||||||||
| 1 | Persibo Bojonegoro | 20 | 11 | 6 | 2 | 3 | 6 | 1 | 0 | 0 | 1 | 3 | 14 | 8 | |
| 2 | Persiba Bantul | 18 | 11 | 5 | 3 | 3 | 3 | 2 | 0 | 2 | 1 | 3 | 13 | 10 | |
| 3 | Semen Padang | 17 | 10 | 4 | 5 | 1 | 2 | 3 | 0 | 2 | 2 | 1 | 16 | 8 | |
| 4 | Persebaya IPL | 16 | 10 | 5 | 1 | 4 | 2 | 1 | 2 | 3 | 0 | 2 | 10 | 7 | |
| 5 | Persiraja Banda Aceh | 14 | 11 | 3 | 5 | 3 | 3 | 4 | 0 | 0 | 1 | 3 | 13 | 14 | |
| 6 | Persema | 14 | 10 | 4 | 2 | 4 | 4 | 0 | 0 | 0 | 2 | 4 | 15 | 17 | |
| 7 | PSM Makassar | 13 | 9 | 3 | 4 | 2 | 3 | 2 | 0 | 0 | 2 | 2 | 13 | 12 | |
| 8 | Persijap Jepara | 13 | 10 | 3 | 4 | 3 | 3 | 2 | 1 | 0 | 2 | 2 | 9 | 13 | |
| 9 | Persija IPL | 11 | 11 | 2 | 5 | 4 | 1 | 2 | 1 | 1 | 3 | 3 | 14 | 16 | |
| 10 | Bontang FC | 10 | 9 | 2 | 4 | 3 | 2 | 2 | 1 | 0 | 2 | 2 | 7 | 8 | |
| 11 | Arema Indonesia IPL | 9 | 8 | 2 | 3 | 3 | 2 | 1 | 1 | 0 | 2 | 2 | 12 | 13 | |
| 12 | PSMS IPL | 5 | 10 | 1 | 2 | 7 | 1 | 0 | 2 | 0 | 2 | 5 | 9 | 19 | |
Polisi Ancam Tangkap Bonek Bila Tetap Teror Pedagang asal Lamongan
Bonek diminta tidak melakukan aksi balas dendam. Bila bonek nekat
kembali melakukan sweeping pedagang kaki lima asal Lamongan di Surabaya,
polisi akan menangkap dan memprosesnya secara hukum.
Ultimatum itu disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Tri Maryanto saat pertemuan dengan sejumlah dedengkot bonek di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (16/3/2012).
Tri mengingatkan agar aksi sweeping yang disertai pengerusakan spanduk warung milik pedagang makanan tidak lagi terulang di wilayah Kota Pahlawan.
"Kalau terjadi lagi, akan saya tangkap. Yang semula kawan akan saya anggap lawan karena melanggar pidana," tandas Tri.
Tri menceritakan, buntut aksi sweeping pada Selasa (13/3/2012) malam lalu, dirinya langsung dihubungi Bupati dan Kapolres Lamongan. Bahkan Kapolda Jatim juga ikut meminta penjelasan. Bahkan Kapolda Irjen Pol Hadiatmoko memberikan peringatan keras dengan ungkapan'aku atau kamu yang bicara ke bonek'.
"Hilangkan persepsi jelek tentang bonek. Persepsi adalah hal yang utama, kalau persepsinya jelek, semuanya akan jelek," tambah Tri.
Andi, salah satu perwakilan bonek, mengatakan bahwa peristiwa sweeping tersebut terjadi sebagai aksi spontan ketidakpuasan bonek terhadap hasil kesimpulan penyelidikan polisi yang memvonis penyebab tewasnya bonek adalah karena murni kecelakaan.
"Kami tidak tahu pelakunya karena itu dilakukan spontan oleh bonek kalangan arus bawah," kata Andi.
Andi yang juga menjadi ketua Tim Pencari Fakta (TPF) dari Asosiasi Suporter Surabaya mengatakan bahwa tewasnya bonek di Lamongan bukanlah murni karena kecelakaan.
Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh timnya, korban Abdul Farid dan Saimul Fadli memang tewas karena kecelakaan. Tetapi korban Sudarmaji, Miftahul Huda dan Wahyu Indra kata Andi tewas diakibatkan lemparan batu.
"Malam itu ada dua kereta barang yang berangkat. Satu jam 20.00 WIB satu lagi jam 22.00 WIB. Huda menumpang kereta pertama dan 4 korban lainnya naik kereta kedua," tambah Andi.
Fakta itulah, kata Andi, yang diabaikan polisi. Polisi hanya berkesimpulan jika bonek tewas karena murni kecelakaan. Andi meminta agar polisi segera melakukan penyelidikan yang objektif.
Siti Nasyiah, salah satu dedengkot bonek wanita (bonita) mengatakan bahwa kesimpulan penyebab tewasnya bonek yang dirilis Polda Jatim sangat menyakitkan hati para bonek.
"Kesimpulan itu sangat menyakitkan hati kami. Karena apa yang kami temukan di lapangan tidaklah seperti itu," ujar Siti Nasyiah yang dikenal dekat dengan Saleh Ismail Mukadar ini.
Ultimatum itu disampaikan Kapolrestabes Surabaya Kombespol Tri Maryanto saat pertemuan dengan sejumlah dedengkot bonek di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (16/3/2012).
Tri mengingatkan agar aksi sweeping yang disertai pengerusakan spanduk warung milik pedagang makanan tidak lagi terulang di wilayah Kota Pahlawan.
"Kalau terjadi lagi, akan saya tangkap. Yang semula kawan akan saya anggap lawan karena melanggar pidana," tandas Tri.
Tri menceritakan, buntut aksi sweeping pada Selasa (13/3/2012) malam lalu, dirinya langsung dihubungi Bupati dan Kapolres Lamongan. Bahkan Kapolda Jatim juga ikut meminta penjelasan. Bahkan Kapolda Irjen Pol Hadiatmoko memberikan peringatan keras dengan ungkapan'aku atau kamu yang bicara ke bonek'.
"Hilangkan persepsi jelek tentang bonek. Persepsi adalah hal yang utama, kalau persepsinya jelek, semuanya akan jelek," tambah Tri.
Andi, salah satu perwakilan bonek, mengatakan bahwa peristiwa sweeping tersebut terjadi sebagai aksi spontan ketidakpuasan bonek terhadap hasil kesimpulan penyelidikan polisi yang memvonis penyebab tewasnya bonek adalah karena murni kecelakaan.
"Kami tidak tahu pelakunya karena itu dilakukan spontan oleh bonek kalangan arus bawah," kata Andi.
Andi yang juga menjadi ketua Tim Pencari Fakta (TPF) dari Asosiasi Suporter Surabaya mengatakan bahwa tewasnya bonek di Lamongan bukanlah murni karena kecelakaan.
Hasil penyelidikan yang dilakukan oleh timnya, korban Abdul Farid dan Saimul Fadli memang tewas karena kecelakaan. Tetapi korban Sudarmaji, Miftahul Huda dan Wahyu Indra kata Andi tewas diakibatkan lemparan batu.
"Malam itu ada dua kereta barang yang berangkat. Satu jam 20.00 WIB satu lagi jam 22.00 WIB. Huda menumpang kereta pertama dan 4 korban lainnya naik kereta kedua," tambah Andi.
Fakta itulah, kata Andi, yang diabaikan polisi. Polisi hanya berkesimpulan jika bonek tewas karena murni kecelakaan. Andi meminta agar polisi segera melakukan penyelidikan yang objektif.
Siti Nasyiah, salah satu dedengkot bonek wanita (bonita) mengatakan bahwa kesimpulan penyebab tewasnya bonek yang dirilis Polda Jatim sangat menyakitkan hati para bonek.
"Kesimpulan itu sangat menyakitkan hati kami. Karena apa yang kami temukan di lapangan tidaklah seperti itu," ujar Siti Nasyiah yang dikenal dekat dengan Saleh Ismail Mukadar ini.
Cetak Andik Vermansyah Baru, PSSI Data Pesepak Bola Muda Berbakat
Andik Vermansyah menjadi fenomena sepak bola Indonesia. PSSI pun mulai
menjaring pemain-pemain sepak bola muda berbakat. PSSI Sumatera Utara
mendata dan membuat database pesepak bola muda berbakat di daerah itu
demi memudahkan pemantauan terhadap atlet usia dini untuk dibina.
Ketua PSSI Sumut Darwin Syamsul di Medan, Kamis, mengatakan, salah satu program kerja ke depan yang menjadi prioritas adalah pembinaan usia dini. Untuk mendukung itu, salah satu yang dilakukan adalah mendata atlet-atlet muda.
Nama-nama yang masuk dalam database tersebut nantinya dapat menjadi cadangan bagi PSSI Sumut jika pada suatu hari membutuhkan pemain-pemain untuk mengikuti berbagai kompetisi sepak bola di Sumut atau mewakili daerah itu pada ajang nasional.
"Ini dilakukan agar tidak payah lagi melakukan pencarian bibit-bibit berbakat. Karena dengan adanya database pemain itu kita tidak akan kesulitan lagi mencari pemain," katanya.
Menurut dia, perhatian terhadap pesepak bola muda tersebut saat ini sedikit telah membuahkan hasil, dimana 36 anak asal daerah itu berhasil terpantau pusat dan 10 di antaranya akan menjalani seleksi Tim Nasional (Timnas) Usia-12 yang akan berangkat ke Jepang.
"Kita sangat bangga dengan prestasi tersebut karena 36 bibit muda sepak bola Sumut mendapat perhatian khusus untuk mengikuti seleksi Timnas U-12 ke Osaka Jepang, 24 pemain lainnya yakni usia 15 hingga 19 juga tengah menjalani seleksi Akademi Nusantara untuk kemudian ditempa menjadi pemain timnas," katanya.
Menurut dia, ke-36 pemain muda tersebut memang merupakan bibit unggulan yang telah diseleksi oleh tim seleksi PSSI bekerja sama dengan PSSI Sumut. Seleksi diikuti 1.400 peserta dan kemudian diseleksi menjadi 88 besar dan selanjutnya menjadi 36 besar.
"Antusiasme para peserta yang mengikuti seleksi sangat tinggi. Itu merupakan seleksi terbesar dan terbanyak di seluruh daerah di Indonesia dan hal ini membuktikan kalau Sumut memang memiliki bakat-bakat sepak bola yang harus dikembangkan untuk kelak menjadi pemain nasional," katanya.
Ketua PSSI Sumut Darwin Syamsul di Medan, Kamis, mengatakan, salah satu program kerja ke depan yang menjadi prioritas adalah pembinaan usia dini. Untuk mendukung itu, salah satu yang dilakukan adalah mendata atlet-atlet muda.
Nama-nama yang masuk dalam database tersebut nantinya dapat menjadi cadangan bagi PSSI Sumut jika pada suatu hari membutuhkan pemain-pemain untuk mengikuti berbagai kompetisi sepak bola di Sumut atau mewakili daerah itu pada ajang nasional.
"Ini dilakukan agar tidak payah lagi melakukan pencarian bibit-bibit berbakat. Karena dengan adanya database pemain itu kita tidak akan kesulitan lagi mencari pemain," katanya.
Menurut dia, perhatian terhadap pesepak bola muda tersebut saat ini sedikit telah membuahkan hasil, dimana 36 anak asal daerah itu berhasil terpantau pusat dan 10 di antaranya akan menjalani seleksi Tim Nasional (Timnas) Usia-12 yang akan berangkat ke Jepang.
"Kita sangat bangga dengan prestasi tersebut karena 36 bibit muda sepak bola Sumut mendapat perhatian khusus untuk mengikuti seleksi Timnas U-12 ke Osaka Jepang, 24 pemain lainnya yakni usia 15 hingga 19 juga tengah menjalani seleksi Akademi Nusantara untuk kemudian ditempa menjadi pemain timnas," katanya.
Menurut dia, ke-36 pemain muda tersebut memang merupakan bibit unggulan yang telah diseleksi oleh tim seleksi PSSI bekerja sama dengan PSSI Sumut. Seleksi diikuti 1.400 peserta dan kemudian diseleksi menjadi 88 besar dan selanjutnya menjadi 36 besar.
"Antusiasme para peserta yang mengikuti seleksi sangat tinggi. Itu merupakan seleksi terbesar dan terbanyak di seluruh daerah di Indonesia dan hal ini membuktikan kalau Sumut memang memiliki bakat-bakat sepak bola yang harus dikembangkan untuk kelak menjadi pemain nasional," katanya.
Tiga punggawa timnas absen perkuat Persebaya 1927
Tiga punggawa
Timnas U-21 masing-masing Andik Vermansah, Nurmufid Fastabiqul dan Miko
Ardiyanto absen memperkuat Persebaya 1927 dalam laga lanjutan LPI
melawan Bontang FC, Sabtu (17/3), karena kondisinya masih kelelahan.
Pelatih Persebaya 1927 Divaldo Alves kepada wartawan di Surabaya, Kamis, mengatakan, pihaknya sengaja memberi kesempatan ketiga pemain tersebut untuk istirahat karena baru pulang mengikuti turnamen di Brunei Darussalam.
"Saya tahu kondisi mereka sedang kelelahan karena main beruntun memperkuat Timnas di Brunei. Lebih baik mereka diliburkan untuk pemulihan kondisi fisik," katanya sebelum berangkat bersama rombongan pemain menuju Bontang.
Kendati tidak diperkuat ketiga pemain Timnas U-21 tersebut, Divaldo mengatakan timnya siap tampil maksimal untuk meraih poin di laga terakhir putaran pertama LPI itu.
Dalam lawatan ke kandang Bontang FC pelatih asal Portugal itu membawa sebanyak 18 pemain termasuk pemain asal Argentina Fernando Gaston Soler yang baru didaftarkan ke LPIS pada Rabu (14/3).
Selain Soler, terdapat kiper utama Endra Prasetya, kapten tim Erol FX Iba, Mat Halil, Feri Ariawan, Taufiq, Rendi Irawan, Mario Karlovic, dan Otavio Dutra.
"Saya berharap Fernando Soler bisa cepat beradaptasi dengan tim meskipun baru beberapa gabung," tambah Divaldo mengomentari mantan penyerang Persipura Jayapura dan Persis Solo itu.
Ia mengaku sudah mengetahui kekuatan Bontang FC dan optimistis bisa meraih poin.
Hingga menyelesaikan 10 laga, Persebaya 1927 berada di peringkat keempat klasemen sementara LPI dengan meraih lima kemenangan, sekali imbang dan empat kali kalah.
Pelatih Persebaya 1927 Divaldo Alves kepada wartawan di Surabaya, Kamis, mengatakan, pihaknya sengaja memberi kesempatan ketiga pemain tersebut untuk istirahat karena baru pulang mengikuti turnamen di Brunei Darussalam.
"Saya tahu kondisi mereka sedang kelelahan karena main beruntun memperkuat Timnas di Brunei. Lebih baik mereka diliburkan untuk pemulihan kondisi fisik," katanya sebelum berangkat bersama rombongan pemain menuju Bontang.
Kendati tidak diperkuat ketiga pemain Timnas U-21 tersebut, Divaldo mengatakan timnya siap tampil maksimal untuk meraih poin di laga terakhir putaran pertama LPI itu.
Dalam lawatan ke kandang Bontang FC pelatih asal Portugal itu membawa sebanyak 18 pemain termasuk pemain asal Argentina Fernando Gaston Soler yang baru didaftarkan ke LPIS pada Rabu (14/3).
Selain Soler, terdapat kiper utama Endra Prasetya, kapten tim Erol FX Iba, Mat Halil, Feri Ariawan, Taufiq, Rendi Irawan, Mario Karlovic, dan Otavio Dutra.
"Saya berharap Fernando Soler bisa cepat beradaptasi dengan tim meskipun baru beberapa gabung," tambah Divaldo mengomentari mantan penyerang Persipura Jayapura dan Persis Solo itu.
Ia mengaku sudah mengetahui kekuatan Bontang FC dan optimistis bisa meraih poin.
Hingga menyelesaikan 10 laga, Persebaya 1927 berada di peringkat keempat klasemen sementara LPI dengan meraih lima kemenangan, sekali imbang dan empat kali kalah.
Wajib Menang demi Papan Atas
Poin penuh adalah harga mati demi predikat penyandang papan atas di
akhir putaran. Persebaya 1927 yang menantang tim asal Kalimantan Timur,
Bontang FC, Sabtu (17/3) di stadion Mulawarman begitu
optimistis bisa mengalahkan Laskar Khatulistiwa—sebutan Bontang FC.
Meski masih tampil pincang, dengan kembali bermainnya M Taufik dan Mario
Karlovic, sang pelatih Divaldo Alves yakin dengan kekuatan yang ada
saat ini mampu menaklukkan tuan rumah.
Selain
kembalinya dua pemain yang sebalumnya absen itu, Bajul Ijo juga
mendapat suntikan tenaga dari striker pinjaman dari Persis, Fernando
Soler. Sayang pada pertandingan ini, dua pemain inti Andik Vermansyah
dan Rivelino Ardiles harus absen. Dalam pertandingan pamungkas putaran
pertama Liga Prima Indonesia (IPL) ini, bagi Persebaya juga menjadi
ajang untuk melihat skil pemain barunya, Fernando Soler.
Jika
melihat dari papan klasemen, perbedaan posisi antara kedua tim sangat
jauh. Persebaya berada di peringkat empat dari 10 laga dan mengoleksi 16
poin, sementara Bontang FC berada di urutan dengan poin 10 dan hanya
mengalami kemenangan dua kali dari sembilan laga. Meski bermain
dikandang sendiri, di atas kertas Erol Iba dkk memiliki kemungkinan
besar untuk membawa pulang tiga poin.
Tapi
jika melihat pertemuan keduanya, Stadion Mulawarman, sangatlah angker
bagi Bajul Ijo. Dari enam kali pertandingan di stadion berkapasitas 12
ribu tempat duduk ini, Persebaya baru sekali menang dan sekali imbang.
Sisanya, tim kota Pahlawan selalu menyerah atas tuan rumah Bontang FC.
Satu-satunya kemenangan Persebaya terjadi 11 Mei 2010 dengan skor tipis
1-0.
Skuad Persebaya juga kesulitan dalam
pencetak gol. Total Bajul Ijo hanya melesakkan enam gol, sedangkan 12
kali tuan rumah menjebol jala tim kebanggan Bonek ini. Namun Persebaya
memiliki harapan.
Sang arsitek Persebaya,
Divaldo Alves tetap optimisTIS bisa meraih tiga poin. "Wajib meraih tiga
poin sebab saat lawan Bojonegoro kami sudah kalah. Mudah-mudahan kita
bisa ganti itu. Biar bisa pulang bawa tiga poin. Saya optimis," kata
Divaldo.
Keyakikan pelatih asal Portugal itu
juga karena lini mendapat kekuAtan baru. Fernando Soler meski sudah
berumur 34 tahun, tetap berkualitas. Mantan pemain Persis Solo itu cocok
dengan penacarian Persebaya, sebaB ia memang predator kotak penalti.
“Dia pemain bagus, kami memantaunya sudah lama. Dia orang kotak penalti.
Dia striker murni," katanya.
Kehadiran
Fernando Soler diharapkan bisa menjadi mesin gol sehingga bisa mengatasi
paceklik gol yang dialami Bajul Ijo. Hampir dalam setiap laga Erol Iba
dkk bermain agresif, hasilnya begitu banyak pelauang tercipta, mamun
minIm berbuah gol. “Setiap pertandingan kami banyak menciptakan peluang,
tapi minim gol. Saya yakin Fernandio soler bisa mengatasi itu,”
harapnya.
Apalagi, lanjut Divaldo, melawan Bontang adalaH laga terakhir paruh musim kompetisi.
Langganan:
Postingan (Atom)




